Penerapan Veltikultur untuk Usaha Kemandirian Pangan Desa Bendosari dalam Upaya Pencegahan Stunting

Authors

  • Elsa Sagita Universitas Muhammadiya Prof. Dr. Hamka
    Indonesia
  • Kania Widiaratri Universitas Ahmad Dahlan
    Indonesia
  • Akmal Haris Ramdhan Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • E Enjeli Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung
    Indonesia
  • Rizka Amalia Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
    Indonesia
  • Y Yunisa Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung
    Indonesia
  • Alip Sutrisno Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
    Indonesia
  • Fajar Ansori Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung
    Indonesia
  • Muhammad Yasir Bachtiar Universitas Muhammadiyah Surabaya
    Indonesia
  • Paramitha Cahyani Universitas Muhammadiya Surakarta
    Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23917/abdimas.5173

Abstract

Stunting merupakan masalah utama gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan kurangnya stimulasi psikososial. Salah satu upaya pencegahan stunting adalah melalui kemandirian pangan keluarga dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayuran bergizi tinggi seperti bayam. Vertikultur, teknik bercocok tanam vertikal, dapat memaksimalkan penggunaan lahan sempit serta mengurangi sampah plastik melalui penggunaan limbah rumah tangga seperti botol plastik sebagai media tanam. Sosialisasi vertikultur dilakukan kepada kader posyandu di Desa Bendosari, Sukoharjo, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam bercocok tanam menggunakan teknik ini. Kegiatan ini melibatkan pembuatan rak vertikultur dari bahan daur ulang dan media tanam berbasis kotoran ternak, dengan hasil yang diharapkan berupa peningkatan kemandirian pangan desa serta kontribusi terhadap pengurangan sampah dan keberlanjutan ekosistem. Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu solusi inovatif dalam pencegahan stunting di daerah tersebut.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Farid, et al. (2021). Pemberdayaan pekarangan sebagai alternatif menangkal kerawanan pangan dalam keluarga. Dalam Nurwati, et al. (2015). Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 12(1), 23-31.

[2] Nurwati, et al. (2015). Pemanfaatan pekarangan rumah dengan sistem vertikultur. Jurnal Pemberdayaan Lingkungan, 5(2), 45-56.

[3] Sagita, E. (2024). Sosialisasi Vertikultur kepada Kader Posyandu Desa Bendosari sebagai Upaya Pencegahan Stunting. Program Pengabdian Masyarakat KKNMAs, Sukoharjo, Indonesia.

[4] Mahmudah, Umi. “Peningkatan Kualitas Pendidik PAUD sebagai Upaya dalam Pencegahan Stunting di Kecamatan Pundong Kabupaten Bantul.” Warta LPM, vol. 24, no. 4, Oct. 2021, pp. 719–28. journals.ums.ac.id, https://doi.org/10.23917/warta.v24i4.12920.

[5] Rinanda, Isma, and Sarjito Sarjito. “Pelatihan Pengolahan Produk Pangan Berbasis Jagung Sebagai Upaya Meminimalisir Kasus Stunting Di Desa Dasan Tapen.” Abdi Geomedisains, 2023, pp. 100–05. journals2.ums.ac.id, https://doi.org/10.23917/abdigeomedisains.v3i2.422.

Downloads

Published

2024-12-16