Pemberdayaan Industri Gamelan di Desa Wirun Melalui Optimalisasi Pemasaran Berbasis Website
DOI:
https://doi.org/10.23917/abdimas.5180Abstract
Gamelan sebagai alat musik tradisional khas Indonesia menjadi warisan budaya yang harus dilestarikan. Selain menjadi alat musik yang khas, gamelan sudah menjadi maskot untuk Desa Wirun sendiri. Ia memiliki lebih dari dua pengrajin gamelan dan telah berdiri bahkan sebelum Indonesia merdeka. Mayoritas pemilik industri gamelan sudah diteruskan oleh generasinya. Banyak dari mereka yang sudah peduli akan keberlanjutan industri gamelan ini. Diluar dari warisan nenek moyang, industri gamelan ini juga membuka lapangan kerja serta telah menjadi sumber nafkah utama oleh masyarakat sekitar sehingga kepedulian akan keberlanjutan industri sangat disadari oleh mereka. Namun, dalam beberapa industri ditemukan kendala dalam memperluas pemasaran gamelan. Mayoritas dari pengrajin memproduksi gamelan dengan cara by request oleh pelanggan yang sudah lama berlangganan dengan jumlah pelanggan yang terbilang sedikit. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kendala yang dialami pengrajin ada pada sempitnya jangkauan pemasaran gamelan. Latar belakang tersebut memunculkan inisiatif tim KKN MAs 56 untuk melaksanakan pengabdian dalam perluasan wilayah pemasaran dalam hingga luar negeri. Pengabdian yang dilakukan berupa pembuatan website industri gamelan Desa Wirun dalam penanggulangan jangkauan wilayah pemasaran baik di kancah nasional hingga internasional. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yakni survey dan wawancara. Kegiatan pengabdian ini melibatkan direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Wirun serta pengrajin gamelan lokal. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara bersama pengrajin yang kemudian diolah secara rapi menjadi konten dasar website. Langkah selanjutnya yakni pembuatan desain dengan tahap akhir berupa pengunggahan website pada platform digital yang mana hal tersebut dapat diakses oleh berbagai macam konsumen dari berbagai negara di penjuru dunia. Dampak adanya website pada jangkauan pemasaran gamelan meningkat secara progresif sehingga mendapatkan feedback memuaskan.
Downloads
References
[1] B. Municipality and I. N. Figures, “Badan Pusat Statistik Xxxxx Bps-Statistics of Xxxxx Kota Binjai Dalam Angka,” 2022.
[2] M. Rivki, A. M. Bachtiar, T. Informatika, F. Teknik, and U. K. Indonesia, “Sejarah Wirun,” Lampiran, no. 112, 2023.
[3] A. Handayani and K. Swazey, “Ritual Pembuatan Gamelan Di Desa Wirun, Kabupaten Sukoharjo,” J. Gama Soc., vol. 2, no. 1, p. 1, 2019, doi: 10.22146/jgs.35697.
[4] R. K. Hayati and A. C. Utomo, “Jurnal basicedu. Jurnal Basicedu,” J. Basicedu, vol. 5, no. 5, pp. 3(2), 524–532, 2020, [Online]. Available: https://journal.uii.ac.id/ajie/article/view/971
[5] F. Hananto, “Gamelan Sebagai Simbol Estetis Kebudayaan Masyarakat Jawa,” Representamen, vol. 6, no. 01, 2020, doi: 10.30996/representamen.v6i01.3511.
[6] V. Ramdhan and R. Ramliyana, “Pembelajaran Budaya Melalui Media Gamelan Pada Mahasiswa BIPA,” JAGADDHITA J. Kebhinnekaan dan Wawasan Kebangs., vol. 2, no. 2, p. 47, 2023, [Online]. Available: https://journal.unindra.ac.id/index.php/jagaddhita
[7] K. Wiralangkit, “UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta,” Reimajenasi Timbre Nostalg. Bunyi Melalui Komposisi Musik, vol. 3, pp. 1–16, 2021, [Online]. Available: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/8497
[8] P. Dwihantoro, D. Susanti, P. Sukmasetya, and R. Faizah, “Digitalisasi Kesenian Njanen: Strategi Pelestarian Kebudayaan Melalui Platform Sosial Media,” Madaniya, vol. 4, no. 1, pp. 156–164, 2023.
[9] P. Jurnal et al., “Budaya ‘ Gamelan ’ sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing dalam Mendukung Internasionalisasi Bahasa Indonesia dalam pembelajaran bahasa tertentu , termasuk Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing ( BIPA ). pengajaran BIPA . Suyitno ( dalam Wir,” vol. 4, no. 3, 2024.
[10] W. Wijayanto, “IJM : Indonesian Journal of Multidisciplinary Tarian Harmoni Gamelan : Mendalami Keindahan Budaya Jawa melalui Instrumen Klasik,” vol. 2, pp. 367–375, 2024.
[11] F. Fotaleno and D. S. Batubara, “Fenomena Kesulitan Generasi Z dalam Mendapatkan Pekerjaan Ditinjau Perspektif Teori Kesenjangan Generasi,” vol. 5, no. 8, 2024.
[12] Y. Reykasari, D. M. Citraningrum, D. Andaru, R. Artamevia, M. Afrizal, and C. Aprilia, “Email : [email protected] Peningkatan Literasi Politik Bagi Generasi Muda Muhammadiyah Sebagai Pemilih Pemula Pada Pemilu Serentak 2024 Enhancing Political Literacy Among Young Muhammadiyah Members As First-Time Voters In The 2024 Simultaneous El,” vol. 4, no. 2, pp. 3–8, 2024.
[13] Y. Reykasari, D. M. Citraningrum, D. Andaru, R. Artamevia, M. Afrizal, and C. Aprilia, “Email : [email protected] Peningkatan Literasi Politik Bagi Generasi Muda Muhammadiyah Sebagai Pemilih Pemula Pada Pemilu Serentak 2024 Enhancing Political Literacy Among Young Muhammadiyah Members As First-Time Voters In The 2024 Simultaneous El,” vol. 4, no. 2, pp. 3–8, 2024.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Adinda Fajri Setianingtyas, Suhaillah Himmatul Ulya, Abdillah Putra Julian Sakti, Rizki Fauzan, S Santhyami

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.