Potensi Budikdamber dan Apotek Hidup dalam Mencegah Stunting di Desa Geneng
DOI:
https://doi.org/10.23917/abdimas.5184Abstract
Angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi sehingga sangat penting untuk memperhatikan dan menjamin kecukupan gizi, energi dan protein pada anak untuk mencegah terjadinya stunting. Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan peningkatan akses terhadap gizi yang baik selama masa pertumbuhan anak serta perbaikan sanitasi dan praktek higiene yang tepat. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk sosialisasi pencegahan stunting melalui program apotek hidup dan budikdamber. Pada program budikdamber hasil panen dari ikan lele dan sayurnya dapat diolah menjadi produk makanan tambahan atau camilan anak stunting berupa nugget. Adapun melalui program apotek hidup dengan penanaman toga dan hasilnya yaitu tanaman serai diinovasikan menjadi produk spray anti nyamuk yang diberi nama anti-mosquito spray. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 1 Agustus-11 September 2024 dan berlokasi di Desa Geneng, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu untuk program budikdamber metode yang digunakan antara lain perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, serta sosialisasi. Program apotek hidup menggunakan metode demonstrasi yang terdiri dari tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Inovasi produk yaitu pembuatan nugget dan anti-mosquito spray melalui tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan sosialisasi. Sasaran dari kegiatan tersebut yaitu masyarakat Desa Geneng khususnya ibu-ibu PKK, kader kesehatan dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Geneng. Berdasarkan hasil kegiatan sebagian dari mereka telah mengetahui tentang sistem budikdamber dan cara pembuatan nugget. Namun, untuk nugget dari lele dan kangkung masih baru dan mereka tertarik dengan program spray anti nyamuk dan akan mensosialisasikan lebih lanjut tentang pembuatan anti-mosquito spray kepada anggota lain pada pertemuan ibu-ibu PKK dasawisma. Kesimpulannya pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang mengusung tema budikdamber dan apotek hidup secara keseluruhan telah berjalan dengan baik, lancar dan memberikan wawasan baru terhadap masyarakat terkait stunting.
Downloads
References
[1] Kemenkes, “Panduan Hari Gizi Nasional ke 64 Tahun 2024,” 2024, [Online]. Available: https://ayosehat.kemkes.go.id/panduan-hari-gizi-nasional-ke-64-tahun-2024
[2] Kominfo, “Kominfo Ajak MasyarakatTturunkan Prevalensi Stunting,” 2019, [Online]. Available: https://www.kominfo.go.id/content/detail/17436/kominfo-ajak-masyarakat-turunkan-prevalensi-stunting/0/sorotan_media#:~:text=Upaya pemerintah mencegah stunting dilakukan,untuk meningkatkan status gizi anak
[3] Kominfo, “Konvergensi Stunting Belum Efektif, Kepala Daerah Diminta Lakukan Pemetaan Penggunaan Anggaran,” 2019, [Online]. Available: https://www.kominfo.go.id/content/detail/21875/konvergensi-stunting-belum-efektif-kepala-daerah-diminta-lakukan-pemetaan-penggunaan-anggaran/0/berita
[4] A. A. H. Suryana, L. P. Dewanti, and A. Andhikawati, “Penyuluhan Budi daya Ikan dalam Ember (Budikdamber) di Desa Sukapura Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung Counseling,” Farmers J. Community Serv., vol. 2, no. 1, 2021.
[5] M. Billah, D. Samanhudi, and Y. A. Syamsiah, “BUDIKDAMBER (Budi Daya Ikan dalam Ember) dan Sayuran Solusi Memperkuat Ketahanan Pangan di Lahan Terbatas di Kelurahan Turi, Kecamatan Sukorejo Kota Blitar,” Abiyasa, vol. 2, no. 1, pp. 27–31, 2022.
[6] S. Sarah and R. Pramulya, “Partisipasi Masyarakat terhadap Program Budi daya Ikan dalam Ember (budikdamber) Solusi Ketersediaan Bahan Pangan,” J. Pendidik. Tambusai, vol. 5, no. 3, pp. 11245–11258, 2021.
[7] N. Purnaningsih, G. A. Masruri, T. Ihsan, B. Tryantono, and R. Almer, “Diseminasi Budi daya Ikan dalam Ember sebagai Solusi Kegiatan Budi daya di Lahan Sempit,” J. Pus. Inov. Masy., vol. 2, no. Khusus 2, pp. 112–120, 2021.
[8] D. A. Perwitasari and T. Amani, “Penerapan Sistem Akuaponik (Budi daya Ikan dalam Ember) untuk Pemenuhan Gizi dalam Mencegah Stunting di Desa Gending Kabupaten Probolinggo,” J. Abdi Panca Marga, vol. 1, no. 1, pp. 21–26, 2019.
[9] S. A. D. Saputri and D. Rachmawatie, “Budi daya Ikan dalam Ember: Strategi Keluarga dalam Rangka Memperkuat Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19,” J. Ilmu Pertan. Tirtayasa, vol. 2, no. 1, 2020.
[10] S. W. Azisah et al., “Penguatan Sumber Protein dan Zat Besi untuk Pencegahan Stunting melalui Budi daya Ikan Dalam Ember,” JMM (Jurnal Masy. Mandiri), vol. 7, no. 3, pp. 2839–2848, 2023.
[11] S. Listyarini, A. Asriani, and J. Santoso, “Konsentrat Protein Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepenus) Afkir dalam Kerupuk Melarat untuk Mencapai Sustainable Development Goals,” J. Mat. Sains Dan Teknol., vol. 19, no. 2, pp. 106–113, 2018.
[12] L. S. Banu, “Pemanfaatan Tanaman Apotek Hidup Pada Lahan Pekarangan Era Pandemi,” J. Ilm. Respati, vol. 12, no. 1, pp. 82–87, 2021.
[13] R. Prabawati and A. A. Fitriani, “Upaya Pemberdayaan Apotek Hidup Dalam Pemanfaatan Lahan Kosong di Panti Asuhan Muhammadiyah Kabupaten Sorong,” J. Abdimasa Pengabdi. Masy., vol. 6, no. 1, pp. 87–91, 2023.
[14] I. Maisaroh, S. Suaidi, and M. Jaiz, “Pemanfaatan Lahan Pekarangan sebagai Apotik Hidup Pemberdayaan Masyarakat dengan Memanfaatkan Metoda Participation Rural Appraisal di Desa Samparwadi, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang,” Community Dev. J. J. Pengabdi. Masy., vol. 3, no. 3, pp. 1495–1502, 2022.
[15] A. H. Aly et al., “Apotek Hidup sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat dalam Mencegah Penyebaran Covid-19,” J. Pembelajaran Pemberdaya. Masy., vol. 1, no. 4, pp. 286–293, 2020.
[16] L. H. Suriyanti et al., “Pemanfaatan Lahan Kosong untuk Pembuatan Apotek Hidup Di Masa Pandemi Covid-19,” J. Pengabdi. UntukMu NegeRI, vol. 6, no. 1, pp. 66–70, 2022.
[17] A. Hidayatulloh, D. Mahandika, Y. Yuniantoro, and M. D. Mudzakir, “Pembudi dayaan Tanaman Apotik Hidup Guna Meningkatkan Perekonomian Masyarakat,” J. Pemberdaya. Publ. Has. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 2, no. 2, pp. 341–346, 2018.
[18] I. Isyaturriyadhah and A. Asminar, “Diversifikasi Tanaman Apotek Hidup dan Taman Mini di Desa Wanareja Kecamatan Rimbo Ulu Kabupaten Tebo,” J. Pengabdi. KITA, vol. 3, no. 1, 2020.
[19] I. S. Aisyah, L. Hidayanti, and M. Ghaffar, “Pelatihan Pengolahan Nugget Ikan Lele untuk Mencegah Stunting pada Balita,” J. Abmas Negeri, vol. 5, no. 1, pp. 115–124, 2024.
[20] T. Taufiq and H. Khatimah, “Pembuatan Spray Herba Serai Wangi (Cymbopogon nardus L) sebagai Anti Nyamuk Culex sp,” Parapemikir J. Ilm. Farm., vol. 12, no. 1, pp. 94–99, 2023.
[21] Mahmudah, Umi. “Peningkatan Kualitas Pendidik PAUD sebagai Upaya dalam Pencegahan Stunting di Kecamatan Pundong Kabupaten Bantul.” Warta LPM, vol. 24, no. 4, Oct. 2021, pp. 719–28. journals.ums.ac.id, https://doi.org/10.23917/warta.v24i4.12920.
[22] Rinanda, Isma, and Sarjito Sarjito. “Pelatihan Pengolahan Produk Pangan Berbasis Jagung Sebagai Upaya Meminimalisir Kasus Stunting Di Desa Dasan Tapen.” Abdi Geomedisains, 2023, pp. 100–05. journals2.ums.ac.id, https://doi.org/10.23917/abdigeomedisains.v3i2.422.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 M Muhtadin, Muhammad Ichsan Zacky, Hanifah Dwi Zaharani, Farasyifa Mutiara Khansa, Okta Fauzian, Laila Fadillah, Nadia Fariha, Yunecaila Mutiara Arum, Dinda Safitri Ramadhani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.