Mencegah Stunting Melalui Edukasi Orang Tua Balita Sebagai Implementasi Kegiatan KKN Muhammadiyah Aisyiyah
DOI:
https://doi.org/10.23917/abdimas.5189Abstract
Indikator yang paling sensitif adalah status gizi balita. Tumbuh kembang anak harus diperhatikan sejak dini, berbagai faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak diantaranya Pendidikan dan pengasuhan ibu tentang tumbuh kembang anak, lingkungan dan sanitasi, genetik, ekonomi sosial budaya, pola asuh ibu, dan gizi. Stunting adalah gangguan pertumbuhan pada anak disebabkan infeksi dan kekurangan gizi serta kondisi kegagalan pertumbuhan (growth faltering) yang disebabkan oleh kekurangan nutrisi yang berlangsung lama sejak 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat yang merupakan bagian dari program KKN Muhammadiyah Asisyiyah ini adalah untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, sikap, dan pengetahuan masyarakat terutama orang tua balita tentang stunting, dampak dan cara mencegah stunting dengan program 1000 hari kehidupan anak di Desa Bentakan Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Metode pelaksanaan kegiatan edukasi stunting berupa penyampaian materi yang disampaikan melalui ceramah diskusi interaktif dan media visual berupa power point. Pengamatan angka stunting di Desa Bentakan, Kecamatan Baki sebanyak 4 anak, gizi kurang 6 anak, dan upaya yang pernah dilaksanakan dalam pencegahan stunting di Desa Bentakan yaitu adanya kunjungan pihak kesehatan ke rumah anak yang teridentifikasi stunting, adanya bantuan penunjang gizi, serta adanya rembug stunting sebagai edukasi.
Downloads
References
[1] St. Hasriani, W. R. Pratiwi, and A. Asnuddin, “Cegah Balita Dari Stunting Melalui Edukasi Isi Piringku Di Posyandu Cempaka Kabupatten Barru,” Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, vol. 3, no. 3, pp. 450–456, May 2023, doi: 10.59395/altifani.v3i3.404.
[2] W. Hastuti Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bhakti Pembangunan and I. Maria Dulame Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bhakti Pembangunan, “PENYULUHAN MASALAH STUNTING TERKAIT PENCEGAHAN MASALAH DAN MASA DEPAN INDONESIA,” 2024.
[3] A. Salsabila et al., “Upaya Penurunan Stunting Melalui Peningkatan Pola Asuh Ibu,” Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat: Pengmaskesmas, vol. 1, no. 2, pp. 103–111, 2021, doi: 10.31849/pengmaskesmas.v1i2/5739.
[4] A. Ernawati et al., “Media Promosi Kesehatan Untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Tentang Stunting Health Promotion Media to Increase Mother’s Knowledge about Stunting,” 2022. [Online]. Available: http://
[5] S. pengajar Fakultas Kedokteran Gigi, “STUNTING PADA BALITA DIPENGARUHI KESEHATAN GIGI GELIGINYA Munifah Abdat,” 2019. [Online]. Available: http://jurnal.unsyiah.ac.id/JDS/
[6] J. I. Kesehatan, S. Husada, and K. Rahmadhita, “Permasalahan Stunting dan Pencegahannya Stunting Problems and Prevention,” Juni, vol. 11, no. 1, pp. 225–229, 2020, doi: 10.35816/jiskh.v10i2.253.
[7] N. Nining Widyaningsih and S. Anantanyu, “Keragaman pangan, pola asuh makan dan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan,” 2018. [Online]. Available: https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jgi/
[8] A. Hendra et al., “KAJIAN STUNTING PADA ANAK BALITA BERDASARKAN POLA ASUH DAN PENDAPATAN KELUARGA DI KOTA BANDA ACEH STUDY OF STUNTING AMONG CHILDREN UNDER FIVE BY PARENTING AND FAMILY INCOME IN BANDA ACEH.”
[9] A. Azizah, A. T. Pamungkas, D. A. Puspaningrum, N. Ulfanny, S. Ghufron, and F. Hasan, “Upaya pencegahan stunting melalui program penyuluhan pada wanita usia produktif di Dusun Guntur,” Penamas: Journal of Community Service, vol. 4, no. 1, pp. 90–98, May 2024, doi: 10.53088/penamas.v4i1.800.
[10] P. Studi Keperawatan dan Pendidikan Ners, N. Dwi Yanti, F. Betriana, and I. Rahmayunia Kartika, “Faktor Penyebab Stunting Pada Anak: Tinjauan Literatur”, [Online]. Available: https://ojs.fdk.ac.id/index.php/Nursing/index
[11] A. V. Lehan, T. A. Utami, and P. W. Ningsih, “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita,” Jurnal Keperawatan Silampari, vol. 6, no. 2, pp. 961–972, Jan. 2023, doi: 10.31539/jks.v6i2.4856.
[12] Sutarto, D. Mayasari, R. Indriyani, “Stunting Faktor Resiko dan Pencegahannya,” J Agromedicine, Vol.5, No. 1, Jun 2018
[13] M. Ariani, D. Keperawatan, A. Program, and S. I. Keperawatan, “Determinan Penyebab Kejadian Stunting Pada Balita: Tinjauan Literatur 172 Determinan Penyebab Kejadian Stunting Pada Balita: Tinjauan Literatur,” Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan, vol. 11, no. 1, pp. 2549–4058, 2020, doi: 10.33859/dksm.v11i1.
[14] Sherly Aryni dan Santi Agustina“Analisis Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Balita Tonjong Kecamatan Palabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi Tahun 2017,” Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan, Vol. 11, No. 1, Jun 2018.
[15] J. M. Silitonga, R. Anugrahwati, and S. Hartati, “Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Status Gizi pada Anak Balita di wilayah Kerja Puskesmas Rawabunga Jakarta Timur,” Malahayati Nursing Journal, vol. 5, no. 8, pp. 2738–2745, Aug. 2023, doi: 10.33024/mnj.v5i8.10940.
[16] Z. Al Faiqah, S. Suhartatik, M. Gizi, and F. Kesehatan Masyarakat, “Journal of Health, Education and Literacy (J-Healt) Peran Kader Posyandu Dalam Pemantauan Status Gizi Balita: Literature Review Kontak : Muhammad Irwan,” vol. 5, 2022, doi: 10.31605/j.
[17] Rinanda, Isma, and Sarjito Sarjito. “Pelatihan Pengolahan Produk Pangan Berbasis Jagung Sebagai Upaya Meminimalisir Kasus Stunting Di Desa Dasan Tapen.” Abdi Geomedisains, 2023, pp. 100–05. journals2.ums.ac.id, https://doi.org/10.23917/abdigeomedisains.v3i2.422.
[18] Rahma, Tara Kamila, and Kuswaji Dwi Priyono. “Edukasi Pencegahan Stunting Dan Penanggulangan Sampah Melalui Program KKNMAs Di Desa Tanak Beak, Lombok Barat.” Abdi Geomedisains, 2023, pp. 84–94. journals2.ums.ac.id, https://doi.org/10.23917/abdigeomedisains.v3i2.396.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Beccik Wakhita Putri Sumardi, Himelly Maulida, Satria Yuda Abdillah, Hilda Zahra Hamida, Fatkhul Azam, Aulia Putri Andini, Hilda Azizah, Afshana Awaliah Ramadhani, M Mutalazimah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.