Strategi Pencegahan Risiko Stunting Berbasis Keluarga dan Masyarakat di Desa Duwet

Authors

  • Zulfa Kamila Al Fawwaz Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Suyatmin Waskito Adi Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Dwi Lintang Sari Universitas Ahmad Dahlan
    Indonesia
  • Albertha Fausta Nabila Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Rani Syafitri Universitas Muhammadiyah Jambi
    Indonesia
  • Aisyah Amatullah Universitas Muhammadiyah Purwokerto
    Indonesia
  • Affan Amirul Hakim Universitas Ahmad Dahlan
    Indonesia
  • Evithania Rahmawarni Universitas Muhammadiyah Bandung
    Indonesia
  • Muhammad Utama Choirul Minaman Universitas Muhammadiyah Lamongan
    Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23917/abdimas.5191

Abstract

Stunting merupakan salah satu kasus yang menjadi permasalahan global hingga saat ini. Desa Duwet, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo memiliki anak balita yang mengalami risiko kondisi stunting. Tujuan dari pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim 17 KKN-MAs, yaitu untuk menurunkan angka kejadian stunting. Metode pelaksanaan dilakukan dengan cara mengolah ke bakalnya. Metode pelaksanaan kegiatan program pengabdian oleh Tim 17 KKN - MAs yang dilakukan dalam pencegahan stunting yaitu berupa: 1) Sosialisasi Lawan Stunting pada Remaja 2) Penyuluhan Suplementasi pada Ibu Hamil dalam Pencegahan Stunting 3) Pelatihan Produk Pangan Anti Stunting “Pemberian Makanan Tambahan Olahan Nugget” 4) Edukasi Pencegahan Stunting Sejak Dini Melalui Isi Piringku. Kegiatan ini melibatkan masyarakat Desa Duwet dan aparatur desa serta kelompok-kelompok pendukung seperti kader posyandu dan lembaga pendidikan. Hasil dari kegiatan pengabdian yaitu meningkatkan pengetahuan masyarakat dari berbagai kalangan terkait pencegahan stunting dan kemampuan masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal sebagai upaya pencegahan stunting.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] World Health Organization (WHO), “Stunting Secara Singkat,” World Health Organization. World Health Organization (WHO), 2015. [Online]. Available: https://www.who.int/news/item/19-11-2015-stunting-in-a-nutshell

[2] A. Wulandari and F. Amrulloh, “Upaya Pencegahan Stunting di Desa Sendangmulyo Berbasis Edukasi dan Sosialisasi pada Remaja dan Ibu dari Anak Terdampak Stunting,” J. Bina Desa, vol. 5, no. 1, pp. 84–89, 2023, doi: 10.15294/jbd.v5i1.41271.

[3] Badan Pusat Statistik, “Data Stunting Balita Kabupaten Sukoharjo Berdasarkan e-PPGBM (Jiwa),” Sukoharjo, 2023.

[4] F. Fahardianto et al., “Pencegahan Stunting pada Ibu Hamil dengan Pemberian Penyuluhan di Desa Duwet Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo,” Natl. Confrence Heal. Sciene, pp. 129–135, 2022, [Online]. Available: https://proceedings.ums.ac.id/index.php/nhcos/article/view/1171%0Ahttps://proceedings.ums.ac.id/index.php/nhcos/article/download/1171/1145

[5] S. N. A. Ahmad, D. Dadang, and S. Latipah, “Sosialisasi Stunting Di Masyarakat Kota Tangerang,” SELAPARANG J. Pengabdi. Masy. Berkemajuan, vol. 6, no. 2, pp. 704–708, 2022, doi: 10.31764/jpmb.v6i2.8507.

[6] Y. Qoriati et al., “Promosi Kesehatan Pencegahan Stunting pada Remaja di Prodi Farmasi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro,” J. Res. Appl. Community Serv., vol. 3, no. 2, pp. 39–45, 2024.

[7] T. A. I. Kusumaningrum, S. C. P. Sandrana, N. S. Rini, N. H. N. Pertiwi, M. A. Priska, and N. L. Nabila, “Edukasi Pencegahan Anemia pada Remaja Putri di PPTQ Al-Rasyid Kartasura,” PengabdianMu J. Ilm. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 9, no. 5, pp. 889–893, 2024, doi: 10.33084/pengabdianmu.v9i5.6766.

[8] A. S. Prabandari, A. N. Sari, F. Pramonodjati, A. I. Utomo, and P. Y. Saputro, “Edukasi Pencegahan Anemia dan Pemeriksaan Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri di Kelurahan Gedangan Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo,” Indones. J. Community Empower., vol. 5, no. 2, pp. 138–143, 2023, [Online]. Available: https://jurnal.unw.ac.id/index.php/IJCE/article/view/2621%0Ahttps://jurnal.unw.ac.id/index.php/IJCE/article/download/2621/2083

[9] E. D. Olsa, D. Sulastri, and E. Anas, “Hubungan Sikap dan Pengetahuan Ibu Terhadap Kejadian Stunting pada Anak Baru Masuk Sekolah Dasar di Kecamanatan Nanggalo,” J. Kesehat. Andalas, vol. 6, no. 3, p. 523, 2018, doi: 10.25077/jka.v6i3.733.

[10] N. P. Ningrum, N. Hidayatunnikmah, and T. Rihardini, “Cegah Stunting Sejak Dini dengan Makanan Bergizi untuk Ibu Hamil,” E-Dimas J. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 11, no. 4, pp. 550–555, 2020, doi: 10.26877/e-dimas.v11i4.5616.

[11] N. Meilasari and W. Adisasmito, “Upaya Percepatan Penurunan Stunting Melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pangan Lokal : Systematic Review: Efforts to Accelerate Stunting Reduction Through Providing Additional Food (PMT) Local Food: Systematic Review,” Media Publ. Promosi Kesehat. Indones., vol. 7, no. 3, pp. 630–636, 2024, [Online]. Available: https://www.jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/MPPKI/article/view/4924

[12] M. S. Umasangaji, T. Puspita, and I. Fajar, “Formula Nugget Tahu, Ubi Jalar Kuning, Brokoli untuk Balita Wasting,” J. Nutr., vol. 02, no. 01, pp. 19–26, 2023.

[13] H. Hambali, W. Y. Rukman, M. Wajdi, and U. Hambali, “Gerakan Isi Piringku Penuhi Gizi Sehat Dan Seimbang Anak Usia Dini Di Desa Tellumpanuae Kabupaten Maros,” J. Abdimas Indones., vol. 1, no. 3, pp. 124–128, 2021, doi: 10.53769/jai.v1i3.132.

[14] Rinanda, Isma, and Sarjito Sarjito. “Pelatihan Pengolahan Produk Pangan Berbasis Jagung Sebagai Upaya Meminimalisir Kasus Stunting Di Desa Dasan Tapen.” Abdi Geomedisains, 2023, pp. 100–05. journals2.ums.ac.id, https://doi.org/10.23917/abdigeomedisains.v3i2.422.

[15] Rahma, Tara Kamila, and Kuswaji Dwi Priyono. “Edukasi Pencegahan Stunting Dan Penanggulangan Sampah Melalui Program KKNMAs Di Desa Tanak Beak, Lombok Barat.” Abdi Geomedisains, 2023, pp. 84–94. journals2.ums.ac.id, https://doi.org/10.23917/abdigeomedisains.v3i2.396.

Downloads

Published

2024-12-16