Pengembangan Strategi Pemasaran UMKM Keripik Singkong di Desa Paseban Kecamatan Jumapolo Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah

Authors

  • Muhammad Habib Universitas Muhammadiyah Makassar
    Indonesia
  • Nur Rizki Indah Jaya Universitas Muhammadiyah Bone
    Indonesia
  • Masdinah Lailatul Saputri Universitas Muhammadiyah Pringsewu-Lampung
    Indonesia
  • Iwan Pratama Universitas Ahmad Dahlan
    Indonesia
  • Zahira Mahdiyyah Universitas Ahmad Dahlan
    Indonesia
  • Muhammad Shaba Shabira Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
    Indonesia
  • Jihan Nabila Ramadhani Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Nurmila Abas Universitas Muhammadiyah Gorontalo
    Indonesia
  • Roosyidah Rihadatul Aisy Universitas Muhammadiyah Purwokerto
    Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23917/abdimas.5193

Abstract

Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah - 'Aisyiyah (KKN-MAs) 2024 merupakan program pemberdayaan masyarakat yang melibatkan mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dikelola oleh pengurus KKN-MAs berdasarkan Surat Keputusan Konsorsium Nasional LPPM PTMA Nomor 007/A.2-III/K-P/XI/2020. Salah satu desa yang dipilih sebagai lokasi pelaksanaan KKN adalah Desa Paseban, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dengan tema utama "UMKM Unggul, Stunting Menurun." Permasalahan yang dihadapi di Desa Paseban berkaitan dengan kemasan produk keripik singkong mitra, di mana kemasan saat ini belum optimal dalam menarik konsumen dan belum memenuhi standar regulasi yang berlaku. Tujuan dari kegiatan KKN ini adalah untuk memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut, khususnya dalam pengembangan strategi pemasaran UMKM yang mencakup pemilihan bahan baku, pengolahan, pengemasan, dan pemasaran. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan pendampingan UMKM dalam menghadapi Revolusi Industri 5.0. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra UMKM di Desa Paseban, terutama dalam pemasaran produk hasil bumi lokal. Modifikasi kemasan keripik singkong dilakukan untuk meningkatkan nilai jual produk dengan memperbaiki desain dan cara pengemasan yang lebih menarik bagi konsumen, serta memastikan legalitas usaha. Kegiatan ini berhasil memberikan dampak positif, di mana UMKM di desa tersebut mampu bersaing dan berkembang, serta menjadi contoh pemasaran produk yang baik. Hasilnya, KKN-MAs telah berhasil menjawab beberapa permasalahan utama yang ada di Desa Paseban.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2024-12-16