Kesehatan Reproduksi Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Melalui Posyandu Remaja di Desa Kudu
DOI:
https://doi.org/10.23917/abdimas.5196Abstract
Program KKN "Ayo Cegah Stunting, Hindari Seks Bebas dan Pernikahan Dini" bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja dan masyarakat tentang bahaya seks bebas, pernikahan dini, dan dampaknya terhadap kesehatan, termasuk risiko stunting. Program ini dilaksanakan di Desa Kudu, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, dengan sasaran remaja perempuan berusia 10-18 tahun. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, pembagian tablet penambah darah, serta pengecekan kesehatan seperti tinggi dan berat badan, tekanan darah, Hb, dan GDs. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya kesehatan reproduksi dan bahaya seks bebas serta pernikahan dini. Program ini berfungsi sebagai edukasi untuk membentuk remaja yang cerdas, sehat, dan bertanggung jawab dalam menjaga pergaulan dan kesehatan reproduksi. Diharapkan program ini dapat menurunkan angka pernikahan dini dan kasus seks bebas, serta mendukung upaya pencegahan stunting di masyarakat. Harapan kedepan kegiatan edukasi/sosialisasi mengenai kesehatan reproduksi tetap dilaksanakan agar desa Kudu terbebas dari bahaya stunting dan seks bebas.
Downloads
References
[1]U. L. Zulfiana, D. Shafila, and T. W. Rahayu, “Jurnal Bina Desa Upaya Pencegahan Dini Stunting melalui Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja di Posyandu Remaja Desa Tambakan,” vol. 6, no. 1, pp. 23–28, 2024.
[2]V. Herawati, “Hubungan Asupan Energi Protein dan Pengetahuan tentang Gizi Seimbang dengan Status Gizi Remaja di Posyandu Remaja Desa Pangkalan Jambi Kecamatan Bukit Batu,” J. Kesehat. Tambusai, vol. 4, no. 1, pp. 65–77, 2023.
[3]G. Z. Rahmah, R. Kurniasari, F. I. Kesehatan, and U. S. Karawang, “Literature Review: The Influence Of Nutrition Education Media forms On Increasing Mother’s Knowledge To Prevent Stunting In Children,” J. Gizi Kesehat., vol. 15, no. 1, pp. 131–139, 2023.
[4]F. R. Herwandar, M. L. Heryanto, and S. R. Juita, “Hubungan Kadar Hemoglobin dengan Siklus Mensruasi pada Remaja Putri,” J. Ilmu Kesehat. Bhakti Husada Heal. Sci. J., vol. 14, no. 01, pp. 99–106, 2023, doi: 10.34305/jikbh.v14i01.724.
[5]M. Kusmiati, F. N. Ramadani, M. Nadia, and R. Nursyam, “Pendidikan Kesehatan: Bahaya Pergaulan Bebas Remaja,” J. Pemberdaya. dan Pendidik. Kesehat., vol. 2, no. 01, pp. 1–8, 2022, doi: 10.34305/jppk.v2i01.441.
[6]Miswanto, “Pentingnya Pendidikan dan Seksualitas pada Remaja,” J. Stud. Pemuda, vol. 3, no. 2, pp. 111–122, 2019, [Online]. Available: https://journal.ugm.ac.id/jurnalpemuda/article/view/32027/19351
[7]Widhidewi, Ni Wayan, et al. “Pendampingan Keluarga Balita Untuk Mencegah Stunting Di Desa Bayung Gede, Kecamatan Kintamani, Bali.” Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika, Oct. 2024, pp. 88–93. journals2.ums.ac.id, https://journals2.ums.ac.id/jpmmedika/article/view/5297.
[8]Mahmudah, Umi. “Peningkatan Kualitas Pendidik PAUD sebagai Upaya dalam Pencegahan Stunting di Kecamatan Pundong Kabupaten Bantul.” Warta LPM, vol. 24, no. 4, Oct. 2021, pp. 719–28. journals.ums.ac.id, https://doi.org/10.23917/warta.v24i4.12920.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Arvani Yuen Febrina, Ira Puri Handayani, Intan Arvita Zulavia, Citra Nadia Salsabila, Rizki Utami, Pini Pujiastuti, Akhmad Viqri Ramadhan, Nirma Lila Anggani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.