Kesehatan Reproduksi Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Melalui Posyandu Remaja di Desa Kudu

Authors

  • Arvani Yuen Febrina Universitas Muhammadiyah Ponorogo
    Indonesia
  • Ira Puri Handayani Universitas Ahmad Dahlan
    Indonesia
  • Intan Arvita Zulavia Universitas Ahmad Dahlan
    Indonesia
  • Citra Nadia Salsabila Universitas Muhammadiyah Purwokerto
    Indonesia
  • Rizki Utami Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Pini Pujiastuti Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Akhmad Viqri Ramadhan Universitas Muhammadiyah Jember
    Indonesia
  • Nirma Lila Anggani Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23917/abdimas.5196

Abstract

Program KKN "Ayo Cegah Stunting, Hindari Seks Bebas dan Pernikahan Dini" bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja dan masyarakat tentang bahaya seks bebas, pernikahan dini, dan dampaknya terhadap kesehatan, termasuk risiko stunting. Program ini dilaksanakan di Desa Kudu, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, dengan sasaran remaja perempuan berusia 10-18 tahun. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, pembagian tablet penambah darah, serta pengecekan kesehatan seperti tinggi dan berat badan, tekanan darah, Hb, dan GDs. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya kesehatan reproduksi dan bahaya seks bebas serta pernikahan dini. Program ini berfungsi sebagai edukasi untuk membentuk remaja yang cerdas, sehat, dan bertanggung jawab dalam menjaga pergaulan dan kesehatan reproduksi. Diharapkan program ini dapat menurunkan angka pernikahan dini dan kasus seks bebas, serta mendukung upaya pencegahan stunting di masyarakat. Harapan kedepan kegiatan edukasi/sosialisasi mengenai kesehatan reproduksi tetap dilaksanakan agar desa Kudu terbebas dari bahaya stunting dan seks bebas.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1]U. L. Zulfiana, D. Shafila, and T. W. Rahayu, “Jurnal Bina Desa Upaya Pencegahan Dini Stunting melalui Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja di Posyandu Remaja Desa Tambakan,” vol. 6, no. 1, pp. 23–28, 2024.

[2]V. Herawati, “Hubungan Asupan Energi Protein dan Pengetahuan tentang Gizi Seimbang dengan Status Gizi Remaja di Posyandu Remaja Desa Pangkalan Jambi Kecamatan Bukit Batu,” J. Kesehat. Tambusai, vol. 4, no. 1, pp. 65–77, 2023.

[3]G. Z. Rahmah, R. Kurniasari, F. I. Kesehatan, and U. S. Karawang, “Literature Review: The Influence Of Nutrition Education Media forms On Increasing Mother’s Knowledge To Prevent Stunting In Children,” J. Gizi Kesehat., vol. 15, no. 1, pp. 131–139, 2023.

[4]F. R. Herwandar, M. L. Heryanto, and S. R. Juita, “Hubungan Kadar Hemoglobin dengan Siklus Mensruasi pada Remaja Putri,” J. Ilmu Kesehat. Bhakti Husada Heal. Sci. J., vol. 14, no. 01, pp. 99–106, 2023, doi: 10.34305/jikbh.v14i01.724.

[5]M. Kusmiati, F. N. Ramadani, M. Nadia, and R. Nursyam, “Pendidikan Kesehatan: Bahaya Pergaulan Bebas Remaja,” J. Pemberdaya. dan Pendidik. Kesehat., vol. 2, no. 01, pp. 1–8, 2022, doi: 10.34305/jppk.v2i01.441.

[6]Miswanto, “Pentingnya Pendidikan dan Seksualitas pada Remaja,” J. Stud. Pemuda, vol. 3, no. 2, pp. 111–122, 2019, [Online]. Available: https://journal.ugm.ac.id/jurnalpemuda/article/view/32027/19351

[7]Widhidewi, Ni Wayan, et al. “Pendampingan Keluarga Balita Untuk Mencegah Stunting Di Desa Bayung Gede, Kecamatan Kintamani, Bali.” Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika, Oct. 2024, pp. 88–93. journals2.ums.ac.id, https://journals2.ums.ac.id/jpmmedika/article/view/5297.

[8]Mahmudah, Umi. “Peningkatan Kualitas Pendidik PAUD sebagai Upaya dalam Pencegahan Stunting di Kecamatan Pundong Kabupaten Bantul.” Warta LPM, vol. 24, no. 4, Oct. 2021, pp. 719–28. journals.ums.ac.id, https://doi.org/10.23917/warta.v24i4.12920.

Downloads

Published

2024-12-16