Pemanfaatan Ikan Kembung sebagai Jajanan Sehat Kaya Protein Hewani dalam Mencegah Stunting di Desa Mancasan

Authors

  • Maisya Mauliana Insani Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon
    Indonesia
  • Dea Amelia Universitas Muhammadiyah Purwokerto
    Indonesia
  • Masyita Putri Hanesti Universitas Muhammadiyah Bandung
    Indonesia
  • Arayna Azizatul Milla Universitas Muhammadiyah Jember
    Indonesia
  • Aisyara Zalzabila Sapruddin Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Nida Nurdiyah Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Niland Ardianti Putri Universitas Muhammadiyah Makassar
    Indonesia
  • Muhammad Nur Ahwan Universitas Muhammadiyah Buton
    Indonesia
  • Arief Ryan Maulana Universitas Ahmad Dahlan
    Indonesia
  • Nirma Lila Anggani Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23917/abdimas.5197

Abstract

Jajanan sehat memiliki peran penting untuk anak anak, sebagai sumber gizi tumbuh kembang anak. Di zaman sekarang ini banyak sekali macam-macam jajanan sehat, salah satunya makanan dari olahan ikan kembung, selain mengandung banyak gizi dan protein, makanan ini juga bisa mencegah adanya stunting pada anak. Menurut Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2021-2023 angka stunting menurun, akan tetapi masih terdapat anak yang mengalami stunting sebesar 2,21%. Metode pengabdian yang digunakan adalah observasi, sosialisasi, penyuluhan dan pemberian makanan olahan dari ikan kembung. Mitra yang terlibat adalah ibu-ibu yang memiliki balita di Desa Mancasan. Dari pengabdian ini diharapkan untuk kedepannya angka stunting lebih turun dan masyarakat lebih bijak dalam memilih jajanan yang sehat dan bergizi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] I. Nalendrya, I. M. Bakhrul Ilmi, and F. Ayu Arini, “Sosis Ikan Kembung (Rastrelliger Kanagurta L.) sebagai Pangan Sumber Omega 3,” J. Apl. Teknol. Pangan, vol. 5, no. 3, pp. 71–75, 2016, doi: 10.17728/jatp.178.

[2] who, “Stunting in a nutshell,” World Health Organization, 2015. https://www.who.int/news/item/19-11-2015-stunting-in-a-nutshell (accessed Sep. 07, 2024).

[3] P. RI, “Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 32 Tahun 2008 tentang Penyediaan, Pemanfaatan dan Tata Niaga Bahan Bakar Nabati (Biofuel) Sebagai Bahan Bakar Lain,” pp. 1–18, 2008, [Online]. Available: http://prokum.esdm.go.id/permen/2008/permen-esdm-32-2008.pdf

[4] V. M. Haryani, D. Putriana, and R. W. Hidayati, “Asupan Protein Hewani Berhubungan dengan Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Minggir,” Amerta Nutr., vol. 7, no. 2, pp. 139–146, 2023, doi: 10.20473/amnt.v7i2SP.2023.13.

[5] N. Supardi, A. V. Asjur, and R. Jusriani, “Peningkatan Gemar Makan Ikan Pada Balita Melalui Pelatihan Diversifikasi Ikan Kembung Sebagai Strategi Pencegahan Stunting,” JMM (Jurnal Masy. Mandiri), vol. 8, no. 1, p. 103, 2024, doi: 10.31764/jmm.v8i1.19625.

[6] A. S. Thariq, F. Swastawat, and T. Surti, “Pengaruh Perbedaan Konsentras Garam Pada Peda Ikan Kembung (Rastrelliger neglectus) Terhadap Kandungan Asam Glutamat Pemberi Rasa Gurih (umami),” J. Pengolah. dan Bioteknol. Has. Perikan., vol. 3, no. 3, pp. 104–111, 2014, [Online]. Available: https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jpbhp/article/view/5662

[7] Siswanti, P. Y. Agnesia, and R. B. Katri A., “Pemanfaatan Daging dan Tulang Ikan Kembung (Rastrelliger kanagurta) dalam Pembuatan Camilan Stick,” J. Teknol. Has. Pertan., vol. 10, no. 1, pp. 41–49, 2017, [Online]. Available: https://jurnal.uns.ac.id/ilmupangan/article/view/17468/13954

[8] D. Apriliani et al., “Pelatihan Pembuatan Lumpia Ikan Tongkol Sebagai Bentuk Kampanye Gemar Makan Olahan Ikan Untuk Mencegah Stunting Sejak Dini,” Al Ghafur J. Ilm. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 2, no. 2, pp. 221–228, 2023, doi: 10.47647/alghafur.v2i2.1847.

[9] D. R. Yonanta et al., “Kegiatan Pengabdian Masyarakat Melalui Penyuluhan,” Natl. Confrence Heal. Sciene, vol. 1, no. 1, pp. 142–149, 2022.

[10] S. Fikria, “SUKOHARJO CATAT 594 KASUS STUNTING, PALING BANYAK DIPOLOKARTO,” jawa pos, 2022. https://radarsolo.jawapos.com/sukoharjo/841679683/sukoharjo-catat-594-kasus-stunting-paling-banyak-di-polokarto

[11] S. Syardiansah, “Peranan Kuliah Kerja Nyata Sebagai Bagian Dari Pengembangan Kompetensi Mahasiswa,” JIM UPB (Jurnal Ilm. Manaj. Univ. Puter. Batam), vol. 7, no. 1, pp. 57–68, 2019, doi: 10.33884/jimupb.v7i1.915.

[12] Aras, Dara Ugi, et al. “Monitoring And Education on Nutritional Status and Immunization Using Face-To-Face Method To Accomplish Stunting-Free Generation.” Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika, Sept. 2023, pp. 89–95. journals2.ums.ac.id, https://doi.org/10.23917/jpmmedika.v3i2.2019.

[13] Widhidewi, Ni Wayan, et al. “Pendampingan Keluarga Balita Untuk Mencegah Stunting Di Desa Bayung Gede, Kecamatan Kintamani, Bali.” Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika, Oct. 2024, pp. 88–93. journals2.ums.ac.id, https://journals2.ums.ac.id/jpmmedika/article/view/5297.

Downloads

Published

2024-12-16