Pemanfaatan Hasil Tanaman dari KWT sebagai Alternatif Makanan untuk Pencegahan Stunting

Authors

  • Choirul Ahda Faradisa Universitas Ahmad Dahlan
    Indonesia
  • Diana Saputri R Universitas Muhammadiyah Bone
    Indonesia
  • Septi Nur Azizah Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Salma Fauziyah Jamil Universitas Muhammadiyah Ponorogo
    Indonesia
  • Dwi Anjani Universitas Ahmad Dahlan
    Indonesia
  • Encu Asep Setiadi Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon
    Indonesia
  • Nur Firamadhina Universitas Muhammadiyah Purwokerto
    Indonesia
  • Putri Nurhandayani Universitas Muhammadiyah Makassar
    Indonesia
  • Efri Rozianty Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23917/abdimas.5200

Abstract

Desa Siwal Kecamatan Baki, Sukoharjo, memiliki potensi pemanfaatan lahan pekarangan melalui Kelompok Wanita Tani (KWT). (Henend Pratama et al. n.d.; Ode Nadziyran Urufia and Yaumil Bay Thaifur n.d.) Salah satu tanaman yang dihasilkan oleh KWT adalah daun kelor (Moringa oleifera), yang dikenal memiliki nilai gizi tinggi dan manfaat kesehatan, termasuk dalam pencegahan stunting. Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih dihadapi di Indonesia, terutama pada anak-anak. Dalam rangka mengatasi permasalahan ini, Tim KKN-MAs kelompok 26 melakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan sosialisasi pencegahan stunting dan pengenalan pengolahan daun kelor sebagai bahan makanan tambahan. Kegiatan ini meliputi edukasi kepada ibu-ibu setempat tentang stunting, serta demonstrasi pembuatan produk berbahan dasar daun kelor, seperti puding kelor dan bolu wortel. Hasilnya, para peserta menunjukkan antuasme tinggi, dan diharapkan dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat Desa Siwal dapat lebih memanfaatkan hasil tanaman KWT, Khususnya daun kelor, untuk meningkatkan gizi keluarga dan mencegah stunting.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1]Henend Pratama, Rafly, Detiya Ramadhani, Anggi Atma Yohana, Aisyah Faradilla, Aulia Putri Anggraini, Reza Safitri, Alfin Piter Paturahman, Aditya Syahputra, and Muhammad Alif. n.d. Upaya Pemerintah dalam Pencegahan Stunting.

[2]Ode Nadziyran Urufia, Wa, and Andi R. Yaumil Bay Thaifur. n.d. “Edukasi Pencegahan Stunting Melalui Pemanfaatan Daun Kelor (Moringa Oleifera) Di SD Negeri 2 Nganganaumala Stunting Prevention Education Through the Utilization of Moringa Oleifera Leaf at Nganganaumala 2 Elementary School C O R R E S P O N D I N G A U T H O R.” 7. doi: 10.56338/jks.v1i1.483.

[3]Perwitasari, T., Nurita, S. R., & Armina, A. (2023). Edukasi pada Ibu Balita tentang Pemanfaatan Daun Kelor untuk Pencegahan Stunting di Desa Talang Bukit Muaro Jambi. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 5(2), 230. https://doi.org/10.36565/jak.v5i2.458

[4]Rahma, Tara Kamila, and Kuswaji Dwi Priyono. “Edukasi Pencegahan Stunting Dan Penanggulangan Sampah Melalui Program KKNMAs Di Desa Tanak Beak, Lombok Barat.” Abdi Geomedisains, 2023, pp. 84–94. journals2.ums.ac.id, https://doi.org/10.23917/abdigeomedisains.v3i2.396.

[5]Rinanda, Isma, and Sarjito Sarjito. “Pelatihan Pengolahan Produk Pangan Berbasis Jagung Sebagai Upaya Meminimalisir Kasus Stunting Di Desa Dasan Tapen.” Abdi Geomedisains, 2023, pp. 100–05. journals2.ums.ac.id, https://doi.org/10.23917/abdigeomedisains.v3i2.422.

Downloads

Published

2024-12-16