Cegah Stunting dengan Perbaikan Pola Makan, Pola Asuh, dan Sanitasi di Desa Ngemplak

Authors

  • Fachri Ardika Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta
    Indonesia
  • Yudhistira Adrian Universitas Ahmad Dahlan
    Indonesia
  • Arwaini Madena Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
    Indonesia
  • Sativa Oryza Universitas Muhammadiyah Magelang
    Indonesia
  • Amanda Alfina Universitas Muhammadiyah Tangerang
    Indonesia
  • Febri Viona Universitas Muhammadiyah Buton
    Indonesia
  • Andiniyah Suci Universitas Muhammdiyah Kudus
    Indonesia
  • Bagas Muhammad Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Wahyuni Eka Institut Teknologi Sains dan Kesehatan PKU Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Rose Adisty Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23917/abdimas.5201

Abstract

Stunting, juga dikenal sebagai stunting pendek, adalah gagal tumbuh yang disebabkan oleh kekurangan nutrisi yang berkelanjutan, terutama selama 1.000 hari pertama balita menjalani kehidupan. Faktor langsung salah satunya yang menyebabkan stunting adalah asupan gizi yang tidak seimbang. Diharapkan stunting akan dihindari dengan memenuhi kebutuhan terkait gizi anak serta mengadopsi gaya hidup sehat dan bersih. Terkait pencegahan stunting yang dilakukan melalui upaya pemberian makanan tambahan dan sosialisasi pencegahan stunting yang diberikan untuk orang tua adalah tujuan dari artikel ini. Hasil yang didapat dari program yang kami terapkan di Posyandu Bulan, Gemawang, dan Sapitan di desa Ngemplak menunjukkan bahwa kader serta orang tua menyadari bahwa makanan bergizi itu penting dan pengetahuan tentang stunting.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] H. Hariana, H. Mardin, and T. Lasalewo, “Peranan Mahasiswa Kkn Dalam

Melaksakanan Kegiatan Tambahan Di Lokasi Pengabdian Desa Botuwombato,” J. Abdimas

Terap., vol. 1, no. 1, pp. 10–16, 2021, doi: 10.56190/jat.v1i1.3.

[2] . Y., K. Ni’am, and F. A. Lubis, “Peran Mahasiswa Dalam Meningkatkan Pendidikan

Di Desa Cibanteng,” Abdi Dosen J. Pengabdi. Pada Masy., vol. 3, no. 4, p. 401, 2019, doi:

10.32832/abdidos.v3i4.468.

[3] F. Aurelia, T. Kkn, and D. Pabean, “Upaya Pencegahan Stunting Melalui Pemberian

Makanan Tambahan Dan Penerapan Pola Hidup Bersih Sehat Di Paud Tunasmulya Desa

Pabean Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo,” vol. 1, no. 1, pp. 27–31, 2019.

[4] Misbahuddin et al., “Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Stunting

Melalui Sosialisasi, Pemberian Makanan Tambahan dan Peningkatan Kapasitas Kader

Posyandu,” J. Pengabdi. Magister Pendidik. IPA, vol. 4, no. 3, pp. 130–135, 2022, doi:

10.29303/jpmpi.v4i3.2051.

[5] A. Triharyanto, B. Widodo, and U. S. Riyadi, “Menurunkan Tingkat Stunting Di

Desa,” vol. 4, no. 1, pp. 88–93, 2024.

[6] D. A. Salsabila, A. D. N. Fitriana, and A. Amidi, “Menu Bantuan Tahu Kreasi Daun

Kelor melalui Program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) di Desa Ngemplak

Kabupaten Karanganyar,” J. Bina Desa, vol. 5, no. 3, pp. 406–413, 2023, [Online]. Available:

https://journal.unnes.ac.id/nju/jurnalbinadesa/article/view/46522%0Ahttps://journal.unnes.a

c.id/nju/jurnalbinadesa/article/viewFile/46522/15486

[7] Rahayuwati, L., Ibrahim, K., Hendrawati, S., Sari, C. W. M., Yani, D. I., Pertiwi, A.

S. P., & Fauziyyah, R. N. P., “Pencegahan Stunting Melalui Air Bersih, Sanitasi, Dan

Nutrisi,” Warta LPM., vol. 25, no. 3, pp. 356–65, 2022, doi: 10.23917/warta.v25i3.1031.

[8] S. Patimah, S. A. Sharief, F. Muhsanah, N. Nukman, and M. Rachmat,

“Pendampingan Pencegahan Risiko Anak Stunting pada Masyarakat, Kader Kesehatan, dan

Guru PAUD/TK,” Warta LPM., vol. 27, no. 2, pp. 259–268, 2024, doi:

10.23917/warta.v27i2.3760

Downloads

Published

2024-12-16