Pemanfaatan Komoditas Pangan Lokal: Puding Alpukat sebagai Solusi Inovatif dalam Pencegahan Stunting

Authors

  • F Firmansyah Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Fajar Maulana Nugraha Universitas Muhammadiyah Cirebon
    Indonesia
  • Givari Akbar Universitas Muhammadiyah Cirebon
    Indonesia
  • Vindiani Oktaviana Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Nurul Chotamil Farida Universitas Muhammadiyah Magelang
    Indonesia
  • Mohammad Nur Kholis Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung
    Indonesia
  • Fidela Zadaristu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
    Indonesia
  • Fadila Selvina Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung
    Indonesia
  • Ernita Dirahmad Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung
    Indonesia
  • Satini Ulfa Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23917/abdimas.5205

Abstract

Desa Karangpandan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, menghadapi masalah serius terkait stunting pada anak-anak. Menurut World Health Organization (WHO), stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan kurangnya stimulasi psikososial dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Di desa ini, angka stunting mencapai 4,1%, sehingga memerlukan intervensi segera. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah inovasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) seperti puding alpukat untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak. Namun, pemanfaatan alpukat sebagai sumber gizi lokal yang melimpah di Karangpandan belum optimal. Alpukat, yang kaya akan lemak sehat, asam folat, serat, serta vitamin dan mineral penting, memiliki potensi besar untuk membantu mencegah stunting. Artikel ini menawarkan pemanfaatan alpukat sebagai bahan PMT yang inovatif untuk mengatasi kekosongan tersebut. Puding alpukat diharapkan dapat meningkatkan konsumsi makanan bergizi dan, pada akhirnya, menurunkan angka stunting di desa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas inovasi PMT berbasis alpukat dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi anak-anak di Desa Karangpandan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Y. Anggraini and N. F. Romadona, “Review of Stunting in Indonesia,” vol. 454, no.

Ecep 2019, pp. 281–284, 2020, doi: 10.2991/assehr.k.200808.055.

[2] Anik Supriani et al., “Pemeriksaan Kesehatan Serta Sosialisasi Peningkatan

Kesehatan Ibu dan Anak untuk Mencegah Stunting,” J. Pengabdi. Ilmu Kesehat., vol.

2, no. 3, pp. 63–71, 2022, doi: 10.55606/jpikes.v2i3.704.

[3] J. Aurima, S. Susaldi, N. Agustina, A. Masturoh, R. Rahmawati, and M. Tresiana

Monika Madhe, “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada

Balita di Indonesia,” Open Access Jakarta J. Heal. Sci., vol. 1, no. 2, pp. 43–48, 2021,

doi: 10.53801/oajjhs.v1i3.23.

[4] G. W. Bender, “Strategi Komunikasi Kampanye Sadar Stunting 2021 Melalui Kol,” J.

Pariwara, vol. 1, no. 1, pp. 14–24, 2022, [Online]. Available:

https://jurnal.bsi.ac.id/index.php/pariwara

[5] E. Fitriahadi et al., “Meningkatkan Pengetahuan dan Kesadaran Tentang Stunting

Sebagai Upaya Pencegahan Terjadinya Stunting,” J. Masy. Madani Indones., vol. 2,

no. 4, pp. 410–415, 2023, doi: 10.59025/js.v2i4.154.

[6] T. Hidayat and F. N. Syamsiyah, “Langkah Tepat Cegah Stunting Sejak Dini

Bersama Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember,” JIWAKERTA J.

Ilm. Wawasan Kuliah Kerja Nyata, vol. 2, no. 2, pp. 73–78, 2021, doi:

10.32528/jiwakerta.v2i2.6736.

[7] D. Kartono, N. Fuada, dan Budi Setyawati, P. Teknologi Intervensi Kesehatan

Masyarakat, B. Litbangkes, and P. Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi

Klinik, “Stunting anak usia sekolah di Indonesia,” Penelit. Gizi dan Makanan, vol. 36,

no. 2, pp. 121–126, 2013.

[8] P. T. Kurniati, “Penyuluhan Tentang Pencegahan Stunting Melalui Pemenuhan Gizi

pada Wanita Usia Subur,” J. Altifani Penelit. dan Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 1, no. 2,

pp. 113–118, 2021, doi: 10.25008/altifani.v1i2.125.

[9] M. E. Putra et al., “Efektifitas Aplikasi Edukasi Gizi Remaja Berbasis Android Untuk

Pencegahan Stunting,” J. Endur., vol. 6, no. 2, pp. 443–451, 2022, doi:

10.22216/jen.v6i2.357.

[10] S. Rahmadani and S. Lubis, “Evaluasi peran pemerintah dalam menentukan angka

stunting berdasarkan perpres 72 tahun 2021,” J. Educ. J. Pendidik. Indones., vol. 9,

no. 1, p. 188, 2023, doi: 10.29210/1202322804.

[11] K. Rahmadhita, “Permasalahan Stunting dan Pencegahannya,” J. Ilm. Kesehat.

Sandi Husada, vol. 11, no. 1, pp. 225–229, 2020, doi: 10.35816/jiskh.v11i1.253.

[12] F. N. Ramadhani, E. N. Djuwarno, and N. A. R. Yusuf, “Upaya Peningkatan Status

Gizi Anak sebagai Pencegahan Stunting di Desa Mongiilo Utara Bone Bolango,” J.

Pengabdi. Masy. Farm. Pharmacare Soc., vol. 1, no. 3, pp. 85–91, 2022, doi:

10.37905/phar.soc.v1i3.18286.

Downloads

Published

2024-12-16