Upaya Peningkatan Pengetahuan Ibu Balita terhadap Stunting di Desa Kemasan

Authors

  • Savira Nur Azizah Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Gayatri Maheswari Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Khotim Nur Khasanah Universitas Aisyiyah Yogyakarta
    Indonesia
  • Chintya Putri Dunami Olga Universitas Ahmad Dahlan
    Indonesia
  • Rahma Dian Nisa Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
    Indonesia
  • Dinny Putri Anjani Universitas Muhammadiyah Gombong
    Indonesia
  • Muhammad Allam Firmandany Universitas Muhammadiyah Gombong
    Indonesia
  • Ade Yolanda Universitas Muhammadiyah Magelang
    Indonesia
  • Abdur Rasyid Fadillah Universitas Muhammadiyah Palembang
    Indonesia
  • M Muwakhidah Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23917/abdimas.5207

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi jangka panjang yang dialami oleh balita di Desa Kemasan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Kegiatan edukasi tentang stunting ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu-ibu balita mengenai stunting dan cara-cara pencegahannya. Edukasi dilaksanakan di Posyandu Dukuh Mlajon dengan melibatkan 17 orang ibu balita. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah dan diskusi singkat, serta didukung dengan penggunaan leaflet sebagai media informasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana seluruh peserta mendapatkan hasil baik dalam post-test yang dilakukan setelah edukasi. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi stunting yang diberikan berhasil meningkatkan kesadaran ibu-ibu balita terkait pentingnya pencegahan stunting. Diharapkan kegiatan edukasi ini dapat berkelanjutan guna menekan angka kejadian stunting di Desa Kemasan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] A. Jupri, A. J. Putra, E. S. P, T. Rozi, and P. Husain, “Sosialisasi Kesehatan Tentang Stunting, Pendewasaan Usia Pernikahan dan Pengenalan Hak Kesehatan Reproduksi Remaja (HKSR),” Alamtana J. Pengabdi. Masy. Unw Mataram, vol. 3, no. 2, pp. 107–112, 2022.

[2] I. Mastikana, E. Nadya, D. L. Lestari, N. Rahmadiyanti, and Y. O. Madona, “Penyuluhan Pada Ibu Pengetahuan Tentang Pentingnya Penyegahan Stunting Sejak Dini Di Posyandu Lavenda Wilayah Kerja Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi,” Prima Portal Ris. Dan Inov. Pengabdi. Masy., vol. 3, no. 1, pp. 31–36, 2024, doi: 10.55047/prima.v3i1.1056.

[3] S. Thurstans et al., “The relationship between wasting and stunting in young children: A systematic review,” Matern. Child Nutr., vol. 18, no. 1, 2022, doi: 10.1111/mcn.13246.

[4] N. Jariah, U. Arfa, D. Fajhriani N, Y. N. Sari, and U. D. Januarti, “Dampak Stunting Terhadap Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini,” J. Ilm. Cahaya Paud, vol. 6, no. 1, pp. 33–38, 2024, doi: 10.33387/cahayapd.v6i1.7922.

[5] T. S. Nabilah, G. M. Rahayu, F. Amrulloh, and B. Triwibowo, “Gerakan Pencegahan Stunting Melalui Pemberdayaan Masyarakat Dengan Mengadakan Sosialisasi Dan Edukasi,” J. Pengabdi. Kesehat., vol. 4, no. 1, pp. 30–39, 2021.

[6] Y. Laia, Z. Nasution, and Asriwati, “Analisis faktor risiko kejadian kurang gizi pada balita di Puskesmas Pembantu Tanjung Sari,” J. Kesehat. dan Fisioter., vol. 3, no. 1, pp. 27–36, 2023.

[7] E. Egi, E. Ita, and E. T. Ngura, “Persepsi Masyarakat Mengenai Stunting Melalui Kegiatan Kunjungan Rumah Di Kecamatan Golewa Barat,” J. Citra Pendidik., vol. 4, no. 2, pp. 1619–1628, 2024, doi: 10.38048/jcp.v4i2.437.

[8] H. Wahyuningtyas and E. D. Cahyaningrum, “Edukasi Pencegahan Stunting pada Kader Posyandu Balita Temugiring di Desa Sumbang Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas,” J. Soc. Sci. Res., vol. 3, pp. 3704–3711, 2023.

[9] L. S. Rakasiwi and A. Kautsar, “Pengaruh Faktor Demografi dan Sosial Ekonomi terhadap Status Kesehatan Individu di Indonesia,” Kaji. Ekon. dan Keuang., vol. 5, no. 2, pp. 146–157, 2021, doi: 10.31685/kek.v5i2.1008.

[10] R. Marlani, M. Neherta, and D. Deswita, “Gambaran Karakteristik Ibu yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Balita Usia 24-59 Bulan di Puskesmas Talang Banjar Kota Jambi,” J. Ilm. Univ. Batanghari Jambi, vol. 21, no. 3, p. 1370, 2021, doi: 10.33087/jiubj.v21i3.1748.

[11] S. G. Salsabila, R. Damailia, and M. Putri, “Hubungan Kejadian Stunting dengan Pengetahuan Ibu tentang Gizi di Kecamatan Cikulur Lebak Banten Tahun 2020,” J. Integr. Kesehat. Sains, vol. 3, no. 1, pp. 100–103, 2021, doi: 10.29313/jiks.v3i1.7336.

[12] D. Husnaniyah, D. Yulyanti, and R. Rudiansyah, “Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Kejadian Stunting,” Indones. J. Heal. Sci., vol. 12, no. 1, pp. 57–64, 2020, doi: 10.32528/ijhs.v12i1.4857.

[13] N. Y. Siregar, S. I. Pratiwi, L. W. Longgupa, N. Nurfatimah, S. B. M. Sitorus, and K. Ramadhan, “Pengaruh Edukasi Kesehatan Reproduksi dengan Media Booklet terhadap Peningkatan Pengetahuan tentang Persiapan Masa Prakonsepsi,” J. Bidan Mandiri, vol. 1, no. 2, pp. 11–23, 2023, doi: https://doi.org/10.33761/jbm.v1i2.1172.

[14] Wulandari, “Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Ibu dalam Swamedikasi Diare pada Balita di Jagakarsa,” J. Sainstech Farma, vol. 15, no. 2, pp. 71–78, 2022.

[15] Aras, Dara Ugi, et al. “MONITORING DAN EDUKASI STATUS GIZI DAN IMUNISASI DENGAN METODE FACE-TO-FACE UNTUK MEWUJUDKAN GENERASI BEBAS STUNTING: Monitoring And Education on Nutritional Status and Immunization Using Face-To-Face Method To Accomplish Stunting-Free Generation.” Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika, Sept. 2023, pp. 89–95. journals2.ums.ac.id, https://doi.org/10.23917/jpmmedika.v3i2.2019.

16] Lestari, Nining, and Aulia Hanif. “PENYULUHAN MAKANAN SEHAT UNTUK PENCEGAHAN STUNTING BALITA.” Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika, Jan. 2021, pp. 1–7. journals2.ums.ac.id, https://doi.org/10.23917/jpmmedika.v1i1.264.

Downloads

Published

2024-12-16