Penyuluhan Masyarakat Hidup Sehat X Gerakan Makan Ubi

Authors

  • Jibral Arrabi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
    Indonesia
  • Zemima Cantika Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung
    Indonesia
  • Rona Luthfiatunnisa Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
    Indonesia
  • Nadhifa Nur Alifazahro Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Marcella Sinta Olivia Universitas Ahmad Dahlan
    Indonesia
  • Sonia Gandhi Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung
    Indonesia
  • Ridho Sabil Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung
    Indonesia
  • Shafwan Fikri Albanna Universitas Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan
    Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23917/abdimas.5212

Abstract

Stunting pendek adalah kegagalan tumbuh kembang anak balita yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan, mulai dari kehamilan hingga usia dua tahun. Kondisi ini ditandai dengan tinggi badan anak yang berada di bawah norma usia. Stunting dapat menghambat perkembangan fisik dan kognitif anak, serta meningkatkan risiko penyakit kronis di kemudian hari. Faktor-faktor penyebab stunting meliputi akses terbatas terhadap makanan bergizi, praktik pemberian makan yang tidak memadai, serta kurangnya sanitasi dan pelayanan kesehatan. Penanganan stunting memerlukan intervensi multi-sektoral yang melibatkan peningkatan gizi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, perbaikan sanitasi, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat. Upaya pencegahan stunting penting dilakukan untuk memastikan kualitas Manusia yang menjadi sumber daya yang optimal di masa depan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Fikadu, T., Assegid, S. & Dube, L. (2014). Factor associated with stunting among children age 24 to 59 months in Meskan District, Gurage Zone, South Ethiopia: A case - control study. BMC Public Health, 14(800).

[2] UNICEF. (2013). Improving child nutrition, the achievable imperative for global progress. New York: United Nations Children’s Fund.

[3] WHO. (2010). Nutrition landscape information system (NLIS) country profile indicators: Interpretation guide. Geneva: World Health Organization.

[4] WHO. (2014). WHA global nutrition targets 2025: Stunting policy brief. Geneva: World Health Organization.

[5] Wahyuni, Srie, et al. “PENYULUHAN TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI RUMAH TANGGA DI DESA SUNGAI PAUH TANJUNG KECAMATAN LANGSA BARO, KOTA LANGSA, ACEH: Counseling About Clean and Healthy Living Behavior at Households in Sungai Pauh Tanjung Village, Langsa Baro Subdistrict, Langsa City, Aceh.” Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika, Mar. 2023, pp. 52–55. journals2.ums.ac.id, https://doi.org/10.23917/jpmmedika.v3i1.1624.

[6] Wulandari, Devi, and Tasya Salsabila. “Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Dalam Menjaga Kesehatan Untuk Mewujudkan Indonesia Sehat.” Abdi Geomedisains, Aug. 2022, pp. 50–58. journals2.ums.ac.id, https://doi.org/10.23917/abdigeomedisains.v3i1.426.

Downloads

Published

2024-12-16