Strategi Peningkatan Kesadaran Masyarakat tentang Stunting melalui Produk Berbasis Kelor (M. oleifera)
DOI:
https://doi.org/10.23917/abdimas.5216Abstract
Stunting adalah masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, terutama di desa-desa terpencil. Artikel ini bertujuan untuk mempertahankan kewaspadaan masyarakat akan ancaman bahaya stunting serta meningkatkan inovasi olahan daun kelor yang ada di Desa Kayuapak melalui pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal, khususnya daun kelor (Moringa oleifera). Kegiatan ini dilakukan melalui program Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN-MAs) di Desa Kayuapak, Sukoharjo, yang berfokus pada sosialisasi, pelatihan, dan pengolahan produk berbasis kelor sebagai sumber nutrisi penting bagi anak-anak, remaja dan dewasa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemanfaatan daun kelor untuk pencegahan stunting serta penerimaan positif terhadap inovasi produk berbasis kelor, seperti donat, stik bawang, dan es krim. Melalui program ini, diharapkan angka stunting dapat terus ditekan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi semakin meningkat
Downloads
References
[1] Rahmi et al., “Pengembangan Umkm Dan Industri Kreatif Melalui Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyah (Kkn-Mas) Di Kabupaten Lombok Utara,” J. Pengabdi. Pada Masy. Membangun Negeri, vol. 5, no. Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri, pp. 10–18, 2021, [Online]. Available: https://jurnal-umbuton.ac.id/index.php/ppm/article/view/1544/915
[2] R. Fadillah, “Inovasi Pengembangan UMKM Sate Ikan Mentigi Berbasis Ekonomi Kreatif (KKN Mas Di Desa Malaka Lombok Utara),” Abdi Psikonomi, vol. 2, pp. 124–130, 2021, doi: 10.23917/psikonomi.v2i4.410.
[3] N. Husnah, A. Tenri, A. Sitti, H. Hamang, P. S. Kebidanan, and F. K. Masyarakat, “Peduli Stunting Dengan Pelatihan Pengolahan Makanan Dari Daun Kelor Bagi Kader Kesehatan Di Desa Tonasa Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar,” vol. 4, no. 3, pp. 471–477, 2024.
[4] B. Prabowo, A. L. Qomariyah, F. D. P. I. Santoso, K. W. Palupi, L. S. Margareta, and S. M. Odelia, “Sosialisasi Gizi dan Penyuluhan Keluarga Berencana Sebagai Upaya Menurunkan Angka Stunting di Desa Kemiri,” Pandawa Pus. Publ. Has. Pengabdi. Masy., vol. 2, no. 4, pp. 10–19, 2024.
[5] O. Martony, “Stunting di Indonesia: Tantangan dan solusi di era modern,” J. Telenursing, vol. 5, no. 2, pp. 1734–1745, 2023.
[6] V. Virgia and R. Widiyawati, “Fortification of Moringa Leaves to Fulfill the 2022Nutritional Needs of Stunting Toddler,” Val. Int. J. Digit. Libr., pp. 87–96, 2023.
[7] M. Hasanah, E. R. Fitriana, N. Indriati, S. Masruroh, S. Sulastri, and C. Novia, “Pemberdayaan masyarakat melalui diversifikasi olahan daun kelor,” Teknol. Pangan Media Inf. dan Komun. Ilm. Teknol. Pertan., vol. 10, no. 1, pp. 41–45, 2019.
[8] C. Angelina, Y. R. Swasti, and F. S. Pranata, “Peningkatan nilai gizi produk pangan dengan penambahan bubuk daun kelor (Moringa oleifera),” J. Agroteknologi, vol. 15, no. 01, pp. 79–93, 2021.
[9] T. Warningsih et al., “Pengolahan kue bolu Daun Kelor (Moringa oleifera) dan sate lilit ikan Patin (Pangasius djambal) di Desa Kuok Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar,” in Unri Conference Series: Community Engagement, 2022, pp. 36–42.
[10] V. H. Nadimin, S. As’ad, A. Buchari, I. Haruna, and R. Hartono, “Increasing of nutrition status of pregnant women after supplementation of Moringa leaf extract (Moringa oliefera) in the Coastal Area of Makassar, Indonesia,” Exec. Ed., vol. 10, no. 1, p. 521, 2019.
[11] Z. Islam, S. M. R. Islam, F. Hossen, K. Mahtab-ul-Islam, M. R. Hasan, and R. Karim, “Moringa oleifera is a prominent source of nutrients with potential health benefits,” Int. J. Food Sci., vol. 2021, no. 1, p. 6627265, 2021.
[12] L. Masan, “Penyuluhan pencegahan stunting pada balita,” J. Altifani Penelit. Dan Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 1, no. 1, pp. 58–62, 2021.
[13] H. Nuroddin, K. H. Rosanto, D. W. Wicaksono, A. Saeroji, and N. Setiyadi, “Inovasi Pembuatan Makanan Tambahan dari Daun Kelor Guna Mencegah Stunting,” J. Bina Desa, vol. 4, no. 3, pp. 369–374, 2022.
[14] W. R. Pratiwi and A. Asnuddin, “Cegah Balita Dari Stunting Melalui Edukasi Isi Piringku Di Posyandu Cempaka Kabupatten Barru,” J. Altifani Penelit. Dan Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 3, no. 3, pp. 450–456, 2023.
[15] U. Sidiq, M. Choiri, and A. Mujahidin, “Metode penelitian kualitatif di bidang pendidikan,” J. Chem. Inf. Model., vol. 53, no. 9, pp. 1–228, 2019.
[16] R. Irma, P. E. P. Ariati, A. Wiraningtyas, E. Cahyaningsih, O. Olahairullah, and A. A. P. G. B. A. Susandya, “Pemberdayaan UMKM dan Posyandu Dalam Pembuatan Olahan Makanan Berbasis Kelor Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Kelurahan Kandai II Kabupaten Dompu NTB,” JASINTEK J. Apl. dan Inov. IPTEK, vol. 5, no. 1, pp. 46–53, 2023.
[17] Aras, Dara Ugi, et al. “MONITORING DAN EDUKASI STATUS GIZI DAN IMUNISASI DENGAN METODE FACE-TO-FACE UNTUK MEWUJUDKAN GENERASI BEBAS STUNTING: Monitoring And Education on Nutritional Status and Immunization Using Face-To-Face Method To Accomplish Stunting-Free Generation.” Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika, Sept. 2023, pp. 89–95. journals2.ums.ac.id, https://doi.org/10.23917/jpmmedika.v3i2.2019.
[18] Lestari, Nining, and Aulia Hanif. “PENYULUHAN MAKANAN SEHAT UNTUK PENCEGAHAN STUNTING BALITA.” Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika, Jan. 2021, pp. 1–7. journals2.ums.ac.id, https://doi.org/10.23917/jpmmedika.v1i1.264.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ma’un Thohari, Dewi Clara Ladiku, Alifah Karen Afralia, Saidatus Solikha, Afifah Novita Ramadhani, Aqilla Haurah, Khairi Fatha Azizah, Fani Alan Nugroho, Artifah Tomi Rahmawati, Kun Harismah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.