Upaya Pencegahan Stunting: Sosialisasi dan Pemberian Tablet Tambah Darah bagi Remaja Putri di Desa Ngombakan
DOI:
https://doi.org/10.23917/abdimas.5220Abstract
Stunting merupakan masalah kesehatan yang signifikan di Negara Indonesia, terutama di komunitas pedesaan seperti Desa Ngombakan. Kekurangan gizi pada masa remaja mempengaruhi perkembangan janin dan kesehatan reproduksi di masa depan, sehingga menjadi salah satu penyebab utama stunting. Oleh karena itu, intervensi dini diperlukan untuk mencegah stunting, termasuk memantau asupan gizi remaja perempuan. Artikel ini membahas inisiatif untuk mengurangi stunting pada remaja putri di Desa Ngombakan dengan memberikan Tablet Tambah Darah (TTD) dan mendorong kemampuan bersosialisasi. Kegiatan ini memanfaatkan pemeriksaan kesehatan, konseling gizi, dan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin kepada remaja putri. Hasil dari sosialisasi dan intervensi ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan gizi dan pemahaman akan pentingnya mengkonsumsi Tablet Tambah Darah secara rutin. Selain itu, pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) kepada remaja putri dapat membantu meningkatkan kadar hemoglobin dan menghindari anemia, yang merupakan salah satu faktor risiko stunting pada anak di masa depan. Diharapkan desa-desa lain akan mengadopsi inisiatif ini sebagai model yang sukses dan tahan lama untuk mencegah stunting.
Downloads
References
[1] A. I. Wulandari et al., “Sosialisasi Mengenai Anemia dan Pemberian Tablet Tambah Darah Bagi Remaja Perempuan dalam Upaya Pencegahan Stunting di Desa Tembelang, Candimulyo, Magelang,” Bangun Desa J. Pengabdi. Masy., vol. 1, no. 2, pp. 55–59, 2022.
[2] S. Sab’ngatun and D. Riawati, “Hubungan Pengetahuan Dengan Konsumsi Tablet Tambah Darah Pada Remaja Putri,” Avicenna J. Heal. Res., vol. 4, no. 2, pp. 83–90, 2021, doi: 10.36419/avicenna.v4i2.533.
[3] F. Muchtar, S. Rejeki, I. Elvira, and H. Hastian, “Edukasi Pengenalan Stunting Pada Remaja Putri,” Lamahu J. Pengabdi. Masy. Terintegrasi, vol. 2, no. 2, pp. 138–144, 2023, doi: 10.34312/ljpmt.v2i2.21400.
[4] Normina, “Masyarakat dan Sosialisasi,” Ittihad J. Kopertais Wil. XI Kalimantan, vol. 12, no. 22, pp. 107–115, 2014, [Online]. Available: http://sharenexchange.blogspot.com/2010/02/sosialisasi-masyarakat_8061.
[5] Herlina Hanum Harahap, “Pencegahan Dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang,” Amaliah J. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 4, no. 2, pp. 186–190, 2020, doi: 10.32696/ajpkm.v4i2.551.
[6] Ngombakan-sukoharjo.desa.id, “Desa Ngombakan.” [Online]. Available: https://ngombakan-sukoharjo.desa.id
[7] Azizah, Siti Nur, et al. “SUPPPORT HEALTH QUALITY THROUGH STUNTING SOCIALIZATION AND PREVENTION IN THE TOURISM VILLAGE, BELITUNG REGENCY: Dukung Kualitas Kesehatan Melalui Sosialisasi Dan Pencegahan Stunting Di Desa Wisata Kabupaten Belitung.” Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika, Sept. 2023, pp. 116–24. journals2.ums.ac.id, https://doi.org/10.23917/jpmmedika.v3i2.2091.
[8] Widhidewi, Ni Wayan, et al. “PENDAMPINGAN KELUARGA BALITA UNTUK MENCEGAH STUNTING DI DESA BAYUNG GEDE, KECAMATAN KINTAMANI, BALI.” Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika, Oct. 2024, pp. 88–93. journals2.ums.ac.id, https://journals2.ums.ac.id/jpmmedika/article/view/5297.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Alfia Magfirona, Denti Feby Fahlevi , Elisia Feronika Kemur, Fetrika Yuni Alinsya, Ilham Rasyidan Muhammad, Luthfika Hielda Safitri, Salsabila Sharfina, Shita Novi Ramadhanni, Zulfikal Fauzil Akbar9

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.