Strategi Pemberdayaan Masyarakat untuk Pengaktifan Posyandu Remaja di Desa Nglegok: Studi Kasus Kualitatif

Authors

  • Tri Nur Wahyudi Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Fadhlan Dabith Fathoni Universitas Ahmad Dahlan
    Indonesia
  • Yulia Isnaini Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Tizzy Fitriah Alwi Universitas Muhammadiyah Jakarta
    Indonesia
  • Sabilla Ratu Cetrin Universitas Aisyiyah Yogyakarta
    Indonesia
  • Ari Putra Pratama ITS PKU Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Tsabita Haya Dita Universitas Ahmad Dahlan
    Indonesia
  • Adrian Sugihartanto Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Nurmelidia Larasati Universitas Muhammadiyah Pontianak
    Indonesia
  • Kurnia Duwi Anggi Meilasari Universitas Aisyiyah Yogyakarta
    Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23917/abdimas.5233

Abstract

Masa remaja adalah fase peralihan dari anak-anak menuju dewasa, di mana tubuh mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat . Dalam fase ini, terjadi perubahan fisik yang signifikan seperti pertumbuhan tinggi badan dan perkembangan otot. Proses ini didorong oleh perubahan hormonal, yang mempengaruhi fungsi tubuh secara keseluruhan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi strategi pemberdayaan masyarakat dalam mengaktifkan Posyandu Remaja di Desa Nglegok. Posyandu remaja di desa ini belum terlaksana, meskipun organisasi pemuda Desa Nglegok sangat aktif dan didominasi oleh remaja usia produktif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk memahami dan mendeskripsikan strategi pemberdayaan masyarakat. Sampel penelitian inni terdiri dari kepala desa, kader posyandu, remaja, dan masyarakat umum. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dan melibatkan berbagai pihak, seperti pemerintah desa, kader posyandu, dan masyarakat, sangat efektif dalam mengaktifkan Posyandu Remaja. Partisipasi aktif remaja dan dukungan masyarakat juga berkontribusi signifikan terhadap keberhasilan pengaktifan posyandu. Revitalisasi posyandu remaja memerlukan keterlibatan dan pemberdayaan berbagai pihak terkait untuk memastikan keberlanjutan pelaksanaannya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] L. Wahid, R. Indraswari, Z. Shaluhiyah, and B. Widjanarko, “Gambaran Pelaksanaan

Posyandu Remaja di Kelurahan Panggung Kidul Kecamatan Semarang Utara,” J.

Kesehat. Masy., vol. 8, no. 4, pp. 557–563, 2020, [Online]. Available:

http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm

[2] N. Yanti Andriani, Y. Sari, S. Nanar Aryanti, S. Fitriya Zaenal, Y. Yustiani, and D.

Sopiawati, “Implementasi Program Posyandu Remaja Pada Kalangan Remaja Di

Kelurahan Sudajaya Hilir,” J. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 1, no. 2, pp. 82–89, 2023, doi:

10.59820/pengmas.v1i2.52.

[3] N. Nurliah and U. W. Sagena, “Kesehatan Masyarakat Terintegrasi Melalui Posyandu

Remaja Di Desa Kabubu,” Disem. J. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 4, no. 1A, pp. 56–62, 2022,

doi: 10.33830/diseminasiabdimas.v4i1a.2974.

[4] S. Soeroso, “Masalah Kesehatan Remaja,” Sari Pediatr., vol. 3, no. 3, p. 189, 2016, doi:

10.14238/sp3.3.2001.189-97.

[5] N. Aisyaroh, H. Rosyidah, S. D. Apriliana, and T. S. Fadhilah, “Pemberdayaan Kader

Posyandu Remaja Dalam Mendukung 8000 Hpk Dan Mencegah Stunting,” J. Pengabdi.

Masy. Kebidanan, vol. 5, no. 2, pp. 18–24, 2023.

[6] A. F. Zian, N. S. Nurus, and Ummu Qonitun, “Pemberdayaan Posyandu Remaja Di Dusun

Winong, Tuban,” ABDIMASNU J. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 3, no. 3, pp. 1–4, 2023, doi:

Permatasari, A., & Walinegoro, B. G. (2023). Pembentukan Posyandu Remaja Sebagai

Upaya Memperkuat Penanggulangan Stunting. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 7(3),

2553-256610.47710/abdimasnu.v3i3.241.

[7] Hanum, “JURNAL CEMERLANG : Pengabdian pada Masyarakat JURNAL

CEMERLANG : Pengabdian pada Masyarakat,” J. CEMERLANG Pengabdi. pada Masy.,

vol. 1, no. 1, pp. 12–25, 2016.

[8] D. Ertiana, A. SEotyvia, A. Utami, E. Ernawati, and Y. Yualiarti, “Program Peningkatan

Kesehatan Remaja Melalui Posyandu Remaja,” J. Community Engagem. Employ., vol. 03,

no. 01, pp. 30–39, 2021, [Online]. Available:

http://ojs.iik.ac.id/index.php/JCEE/article/view/362/191

[9] I. Khairina, S. Susmiati, N. Nelwati, and D. Rahman, “Literasi Kesehatan Sebagai Upaya

Peningkatan Perilaku Kesehatan Remaja,” JAPI (Jurnal Akses Pengabdi. Indones., vol. 7,

no. 1, pp. 1–8, 2022, doi: 10.33366/japi.v7i1.2949.

[10] P. Siswantara, O. Soedirham, and M. Muthmainnah, “Remaja Sebagai Penggerak Utama

dalam Implementasi Program Kesehatan Remaja,” J. Manaj. Kesehat. Indones., vol. 7, no.

1, pp. 55–66, 2019, doi: 10.14710/jmki.7.1.2019.55-66.[11] M. Arini, I. Ranti, and H. Iring Primastuti, “Revitalisasi Posyandu Remaja Untuk

Membangun Generasi Sehat Di Padukuhan Puluhan Lor, Trimurti, Srandakan, Bantul,”

MARTABE J. Pengabdi. Masy., vol. 6, no. 1, pp. 12–27, 2023.

[12] C. Alkalah, “済無No Title No Title No Title,” vol. 19, no. 5, pp. 1–23, 2016.

[13] A. U. Q, L. Hartati, and A. Sulistyanti, “Pelatihan Pembentukan Posyandu Remaja Dan

Kader Kesehatan Di Dukuh Mardirejo Desa Kalikebo,” J. Pengabdi. Masy. Kebidanan,

vol. 2, no. 2, p. 6, 2020, doi: 10.26714/jpmk.v2i2.5944.

[14] D. Sendangmulyo and T. Semarang, “Pembentukan Kader Dalam Rangka Peningkatan

Program Posyandu Remaja di Dadapan Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang

Kota Semarang Cadre Formation to increase Youth Integrated Healthcare Centre

Program at Dadapan Sendangmulyo Tembalang Semarang,” pp. 2222–2230, 2022.

[15] M. Suwarjono, “Pembentukan Posyandu Remaja Sebagai Upaya Peningkatan

Pengetahuan dan Kualitas Kesehatan Remaja di Dusun Dingkikan, Sedayu, Bantul,” J.

Atma Inovasia, vol. 2, no. 4, pp. 419–423, 2022, doi: 10.24002/jai.v2i4.5836.

[16] R. Rusmini, D. Emilyani, and T. A. Kurnia, “Penguatan kader posyandu remaja sebagai

upaya peningkatan kapasitas kader,” Indones. Berdaya, vol. 5, no. 1, pp. 215–222, 2023,

doi: 10.47679/ib.2024672.

[17] N. Wayan Deviani et al., “Program Posyandu Terintegrasi: Strategi Penguatan Posyandu

Remaja di Denpasar,” J. Ilm. Ilmu Kesehat., vol. 9, no. 3, pp. 490–501, 2021.

[18] A. Permatasari and B. G. Walinegoro, “Pembentukan Posyandu Remaja Sebagai Upaya

Memperkuat Penanggulangan Stunting,” JMM (Jurnal Masy. Mandiri), vol. 7, no. 3, p.

2553, 2023, doi: 10.31764/jmm.v7i3.14840.

[19] Rahayuwati, L., Ibrahim, K., Hendrawati, S., Sari, C. W. M., Yani, D. I., Pertiwi, A. S. P.,

& Fauziyyah, R. N. P., “Pencegahan Stunting Melalui Air Bersih, Sanitasi, Dan Nutrisi,”

Warta LPM., vol. 25, no. 3, pp. 356–65, 2022, doi: 10.23917/warta.v25i3.1031.

[20] S. Patimah, S. A. Sharief, F. Muhsanah, N. Nukman, and M. Rachmat, “Pendampingan

Pencegahan Risiko Anak Stunting pada Masyarakat, Kader Kesehatan, dan Guru

PAUD/TK,” Warta LPM., vol. 27, no. 2, pp. 259–268, 2024, doi:

10.23917/warta.v27i2.3760.

Downloads

Published

2024-12-16