Wujudkan Kesadaran Bahaya Anemia Melalui Sosialisasi dan Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada Remaja Putri Dusun Rejosari

Authors

  • Siti Sofiah Shoimah Universitas Muhammadiyah Bandung
    Indonesia
  • Ahmad Mustofa Universitas Muhammadiyah Pringsewu
    Indonesia
  • Dhea Aura Cindyana Universitas Muhammadiyah Muara Bungo
    Indonesia
  • Muhammad Zainul Fuad Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Mozza Tri Aulia Aprianto Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta
    Indonesia
  • Nylasari Kusuma Prihatiningtyas Universitas Muhammadiyah Gombong
    Indonesia
  • Saiful Bahri Universitas Ahmad Dahlan
    Indonesia
  • Silvana Tazkiyatun Nisa Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
    Indonesia
  • Winne Arlana Universitas Muhammadiyah Magelang
    Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23917/abdimas.5234

Abstract

Anemia merupakan permasalahan umum yang dihadapi masyarakat global. Pada aspek kesehatan, anemia menjadi salah satu indikator pada permasalahan gizi. Baik negara maju maupun berkembang seperti Indonesia, berjuang melawan anemia. Diperkirakan sekitar 1/4 populasi dunia menderita anemia. Penyebab anemia bisa terjadi karena beberapa faktor, sehingga diperlukan langkah pencegahan untuk mengatasinya, salah satunya dengan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD). Metode yang dilakukan adalah tahap persiapan, pelaksanaan sosialisasi dan pemberian tablet tambah darah serta pelaksanaan pre-test dan post-test. Hasil yang diperoleh dari kegiatan sosialisasi pada remaja putri Dusun Rejosari tersebut adalah terjadi peningkatan pengetahuan setelah pemaparan materi mengenai bahaya anemia, dampak anemia, penyebab anemia, pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Diperoleh hasil gain score sebesar 0,8325, dimana hasil tersebut termasuk dalam kategori tinggi. Sedangkan untuk persentase gain score sebesar 83,25 termasuk dalam kategori efektif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Astuti, E. R. (2023). Literature Review: Faktor-Faktor Penyebab Anemia pada Remaja Putri. Jambura Journal of Health Sciences and Research, 5(2), 550-561.

[2] Aulya, Y., Siauta, J. A., & Nizmadilla, Y. (2022). Analisis Anemia pada Remaja Putri. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 4(4), 1377- 1386.

[3] DINKES. (2024). PROFIL KESEHATAN TAHUN 2023 KABUPATEN KARANGANYAR. DINKES, Karanganyar

[4] Dzahabiyah, T. F., Basori, B., & Maryono, D. (2021). Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran PBL Dan Tutor Sebaya Terhadap Pemahaman Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Dasar Desain Grafis Kelas X Jurusan Multimedia SMK Batik 2 Surakarta. JIPTEK: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan, 14 (2), 127-131.

[5] Elflein, J. (2024). Topic: Anemia. Retrieved from https://www.statista.com/topics/9636/anemia/#topicOverview

[6] Fathony, Z., Amalia, R., & Lestari, P. P. (2022). Edukasi Pencegahan Anemia Pada Remaja Disertai Cara Benar Konsumsi Tablet Tambah Darah (Ttd). Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan, 4(2), 49-53.

[7] Fatimatasari, F., Indrianasari, S., Choirunnisa, L. F., Putri, A. F., & Aldila, I. (2024). Sosialisasi pencegahan anemia pada remaja putri di Desa Banyurojo sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini di Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama (JPMJ), 3(1), 34-41.

[8] Kemenkes RI. (2018). Buku Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Anemia pada Remaja Putri dan Wanita Usia Subur (WUS). Direktorat Jendral Kesehatan Masyarakat, Jakarta.

[9] Julaecha, J. (2020). Upaya pencegahan anemia pada remaja putri. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 2(2), 109-112.

[10] Koka, E. M., Nasution, E., Ardiani, F., & Rasmita, D. (2022). Upaya pencegahan anemia dengan membentuk kelompok remaja “PATEN” di SMA Negeri 1 Binjai Kabupaten Langkat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 3(2.1 Desember), 905-912.

[11] Kusnadi, F. N. (2021). Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Anemia dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri. Jurnal Medika Hutama, 3(01 Oktober), 1293-1298.

[12] Nikmawati, E. E. Edukasi Gizi dan Pemberdayaan Perempuan sebagai Upaya Pencegahan Anemia dan Stunting di Desa Giri Mekar, Kabupaten Bandung. Lentera Karya Edukasi, 1(2), 117-124.

[13] Rasdianah, N., Yusuf, M. N. S., & Tandiabang, P. A. (2023). Edukasi Anemia bagi Remaja Putri sebagai upaya Pencegahan Dini Stunting. Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi: Pharmacare Society, 2(2), 97-102.

[14] Sitawati, S., & Amanda, F. (2023). Pencegahan Anemia dengan Edukasi Konsumsi Tablet Tambah Darah dan Infused Water. Jurnal Abdimas ITEKES Bali, 2(2), 147-152.

[15] The Lancet: New study reveals global anemia cases remain persistently high among women and children. Anemia rates decline for men. (n.d.). Retrieved from https://www.healthdata.org/news-events/newsroom/news-releases/lancet-new-study-reveals-global-anemia-cases-remain-persistently

[16] Firda, Fathiyyatu Assa’diy, et al. “PENYULUHAN BAHAYA MEROKOK DAN PENTINGNYA TABLET TAMBAH DARAH PADA SISWA SMA MUHAMMADIYAH 3 SURAKARTA.” Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika, Oct. 2024, pp. 100–06. journals2.ums.ac.id, https://journals2.ums.ac.id/jpmmedika/article/view/5907

[17] Rustiawan, Asep, and Asty Pratiwi. “Evaluasi Program Pemberian Tablet Tambah Darah Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Gedongtengen.” Abdi Geomedisains, Jan. 2022, pp. 61–71. journals2.ums.ac.id, https://doi.org/10.23917/abdigeomedisains.v2i2.313.

Downloads

Published

2024-12-16