Pencegahan Stunting melalui Sosialisasi Dagusibu Obat serta Suplementasi TTD sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan di Desa Wukirsawit
DOI:
https://doi.org/10.23917/abdimas.5236Abstract
Stunting menjadi sumber permasalahan kesehatan yang serius di Indonesia dan harus dicegah atau ditangani dengan bijak agar tidak merusak masa depan anak-anak maupun masa depan bangsa Indonesia, termasuk di Kabupaten Karanganyar yang prevalensinya terbilang cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penyuluhan Dagusibu (dapatkan, gunakan, simpan dan buang) dan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) dalam meningkatkan pengetahuan stunting di Desa Wukirsawit. Metode yang digunakan adalah single group eksperimental design dengan pretest dan post-test. Penyuluhan dilakukan kepada ibu-ibu PKK dan remaja putri di desa tersebut. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan peserta mengenai DAGUSIBU meningkat signifikan dari 74,56% menjadi 84,92% setelah penyuluhan (p < 0,05). Selain itu, pengetahuan remaja putri tentang pentingnya TTD dan pola makan seimbang meningkat dari 91,82% menjadi 98,18% (p <0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan DAGUSIBU dan pelaksanaan TTD dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat secara efektif dan diintegrasikan sebagai program berkelanjutan untuk mengatasi stunting di Desa Wukirsawit.
Downloads
References
[1] A. I. Wulandari et al., “Sosialisasi Mengenai Anemia dan Pemberian Tablet Tambah Darah Bagi Remaja Perempuan dalam Upaya Pencegahan Stunting di Desa Tembelang, Candimulyo, Magelang,” Bangun Desa J. Pengabdi. Masy., vol. 1, no. 2, pp. 55–59, 2022.
[2] I. S. Sukamto, S. Juwita, and N. B. Argaheni, “Upaya pencegahan dan penanganan stunting dengan pengenalan program stunting melalui kader di Kota Surakarta,” JMC J. Midwifery Community, vol. 1, no. 2, pp. 11–23, 2023.
[3] A. A. Rahmah, D. I. Yani, T. Eriyani, and L. Rahayuwati, “Correlation Mother’s Eduaction and Received Stunting Information with Mother’s Stunting Knowledge,” J. Nurs. Care, vol. 6, no. 1, pp. 1–10, 2023, doi: 10.24198/jnc.v6i1.44395.
[4] H. Rahman, M. Rahmah, and N. Saribulan, “Upaya Penanganan Stunting Di Indonesia,” J. Ilmu Pemerintah. Suara Khatulistiwa, vol. VIII, no. 01, pp. 44–59, 2023.
[5] J. Fauziah, K. D. Trisnawati, K. P. S. Rini, and S. U. Putri, “Stunting: Penyebab, Gejala, dan Pencegahan,” J. Parent. dan Anak, vol. 1, no. 2, p. 11, 2023, doi: 10.47134/jpa.v1i2.220.
[6] M. Indrisari et al., “Penyuluhan DAGUSIBU Obat Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat di Desa Aeng Batu - Batu,” J. Pengabdi. Masy. Almarisah, vol. 1, no. 1, pp. 12–15, 2022.
[7] A. I. Wulandari, “Sosialisasi Mengenai Anemia dan Pemberian Tablet Tambah Darah Bagi Remaja Perempuan dalam Upaya Pencegahan Stunting,” no. 1, pp. 55–59, 2022.
[8] C. Alkalah, “済無No Title No Title No Title,” vol. 19, no. 5, pp. 1–23, 2016.
[9] Palupi, Fitria Hayu, et al. “Optimalisasi GERMAS Dalam Pencegahan Stunting Di Desa Rejosari Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo.” Abdi Geomedisains, Jan. 2021, pp. 79–86. journals2.ums.ac.id, https://doi.org/10.23917/abdigeomedisains.v1i2.203.
[10] Puspitasari, Dyah Intan, et al. “Webinar: Pencegahan Stunting Pada Remaja Di MAN 2 Surakarta.” Abdi Geomedisains, Sept. 2024, pp. 45–52. journals2.ums.ac.id, https://doi.org/10.23917/abdigeomedisains.v4i1.581.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Tiara Fatmarizka, Surya Fathurrahman, Risqina Maulida, Anisa Nurul Baiti, Siti Dzahra, Yantsa Kahfi Latifah, Raka Hendrik Firmansyah, Hajir Ahmad, Adinda Ayu Puspita Rani, Puspa Dwi Destiana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.