Pemanfaatan Inovasi Olahan Puding Labu Kuning guna mengatasi Stunting pada Anak

Authors

  • Tri Nur Wahyudi Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Alfani Bagastifani Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung
    Indonesia
  • Alfani Bagastifani Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung
    Indonesia
  • Alfiatul Husna Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung
    Indonesia
  • Alifia Rana Azzahra Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
    Indonesia
  • Ahmad Riziq Al-farizi Universitas Muhammdiyah Bangka Belitung
    Indonesia
  • Dias Arif Budiani Universitas Muhammadiyah Pekajen Pekalongan
    Indonesia
  • Muhammad Ryaas Akbar Universitas Muhammadiyah Palembang
    Indonesia
  • Regina Olivia Fitri Ardana Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan
    Indonesia
  • Salma Alvianingsih Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Wulandary A. Ngabalin Universitas Muhammadiyah Jakarta
    Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23917/abdimas.5243

Abstract

Stunting menjadi ancaman bagi kualitas sumber daya manusia dan daya saing bangsa, karena dapat memengaruhi potensi anak dalam pendidikan dan karier, di masa depan. Salah satu upaya pencegahan yang dilakukan untuk mengatasi stunting adalah melalui pemberian sosialisasi kesehatan dan pengolahan makanan bergizi. Program ini melibatkan partisipasi ibu-ibu yang memiliki balita dan anak kecil serta remaja, untuk memberikan sosialisasi mengenai manfaat labu kuning sebagai sumber vitamin A yang kaya untuk mencegah stunting. Selain itu, dilakukan pula demonstrasi pengolahan makanan menggunakan labu untuk meningkatkan nilai tambah pangan lokal. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi dan partisipasi aktif dalam program ini. Program ini berpotensi untuk dilanjutkan secara mandiri oleh masyarakat setempat sebagai upaya berkelanjutan dalam pencegahan stunting di Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Bappenas. (n.d.). Agenda 2030 untuk pembangunan berkelanjutan (Bappenas (ed.)).

SDGS Bappenas. https://sdgs.bappenas.go.id/

[2] Kementerian Kesehatan RI. (2022). Cegah Stunting itu Penting.

[3] Notoatmodjo, S. (2014). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan.

[4] Saroinsong, R. M., Mandey, L., Lalujan, L., Program, M., Ilmu, S., Teknologi, D.,

Fakultas, P., Unsrat, P., & Program, D. (2015). Pengaruh Penambahan Labu Kuning

(Cucurbita Moschata ) terhadap Kualitas Fisikokimia Dodol Effect of Addition Yellow

Pumpkin (Cucurbita Moschata) of the Quality Physicochemical Dodol. EJournal

Unsrat, 6(15), 1–11.

[5] Taufiqurokhman, T. (2023). Equality Strategy for Reducing Stunting Prevalence Rate:

Case Study of DKI Jakarta Province. Jurnal Bina Praja, 15(3), 495–506.

https://doi.org/10.21787/jbp.15.2023.495-506

[6] Rahayuwati, L., Ibrahim, K., Hendrawati, S., Sari, C. W. M., Yani, D. I., Pertiwi, A. S.

P., & Fauziyyah, R. N. P. (2022). ‘Pencegahan stunting melalui air bersih, sanitasi,

dan nutrisi’, Warta LPM, 25(3), 356–365. https://doi.org/10.23917/warta.v25i3.1031

(gizi)

[7] Patimah, S., Sharief, S. A., Muhsanah, F., Nukman, N., & Rachmat, M. (2024).

‘Pendampingan pencegahan risiko anak stunting pada masyarakat, kader kesehatan,

dan guru paud/tk’, Warta LPM, 27(2), 259–268.https://doi.org/10.23917/warta.v27i2.3760

Downloads

Published

2024-12-16