Pentingnya Morstunt sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Gantiwarno

Authors

  • Rezania Asyfiradayati Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Aulia Nur Rahma Sari Institut Teknologi Sains dan Kesehatan PKU Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Ayu Chori Hidayah Oktafiani Universitas Muhammadiyah Sukabumi
    Indonesia
  • Fahrul Erwin Syaputra Universitas Ahmad Dahlan
    Indonesia
  • Muh Rivaldi Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polman
    Indonesia
  • Muh Sibawaihi Universitas Muhammadiyah Bone
    Indonesia
  • Muhammad Ilham Al-Farizi Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Nabila Nurwulan Universitas Muhammadiyah Bandung
    Indonesia
  • Rezkiana Shafaria Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
    Indonesia
  • Viki Rizkiyatussolihah Universitas Muhammadiyah Cirebon
    Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23917/abdimas.5245

Abstract

Stunting merupakan masalah serius di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah, yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi selama masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Dampak stunting meliputi pertumbuhan fisik yang terhambat, perkembangan kognitif yang buruk, dan penurunan produktivitas di masa depan. Penelitian ini menyoroti pentingnya pemanfaatan sumber pangan lokal, seperti daun kelor (Moringa oleifera) dan ikan lele, sebagai solusi untuk mencegah stunting. Daun kelor kaya akan protein dan kalsium, sedangkan ikan lele menyediakan protein dan asam lemak omega yang esensial untuk pertumbuhan anak. Integrasi kedua bahan pangan ini dalam diet anak-anak terbukti efektif dalam mencegah stunting. Melalui metode penyuluhan dan demo masak, program ini berhasil meningkatkan kesadaran ibu dan anak mengenai pentingnya nutrisi. Penulis juga memberikan saran untuk meningkatkan program penyuluhan stunting, yang dibagi menjadi dua kategori: untuk pembaca dan penulis. Saran tersebut mencakup kolaborasi antara pemerintah, lembaga kesehatan, dan masyarakat, serta pemantauan berkala terhadap anak-anak. Program pemerintah seperti GERMAS berperan penting dalam mendukung upaya penanganan stunting di Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya pencegahan stunting melalui pemanfaatan sumber pangan lokal yang bergizi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] T. S. S. Muda, A. C. Adi, D. A. Oktaviani, and H. Tsaqifah,

“PENGARUH PEMANFAATAN DAUN KELOR DALAM

FORMULASI MAKANAN UNTUK PENCEGAHAN STUNTING:

STUDI LITERATUR,” J. Kesehat. Tambusai, vol. 5, no. 1, pp. 341– 349,

2024.

[2] H. Khoiriyah and I. Ismarwati, “Faktor kejadian stunting pada balita:

Systematic review,” J. Ilmu Kesehat. Masy., vol. 12, no. 01, pp. 28–40, 2023.

[3] D. Muliawati and N. Sulistyawati, “Pemberian Ekstrak Moringa

Oleifera Sebagai Upaya Preventif Kejadian Stunting Pada Balita,” J.

Kesehat. Madani Med., vol. 10, no. 2, pp. 123–131, 2019.

[4] A. Kraay, “Methodology for a World Bank human capital index,”

World Bank Policy Res. Work. Pap., no. 8593, 2018.

[5] E. Oktavia, Y. V. Editia, and M. Primadani, “Faktor-Faktor Yang

Mempengaruhi Kejadian Stunting Pada Balita Di Indonesia Tahun

2024,” J. Vent., vol. 2, no. 1, pp. 158–168, 2024.

[6] K. L. Larasati and B. B. Raharjo, “Implementasi Kebijakan

Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Jawa Tengah

(Pelaksanaan Perpres Nomor 72 Tahun 2021),” Detect. J. Inov. Ris. Ilmu

Kesehat., vol. 2, no. 3, pp. 212–219, 2024.

[7] A. Andini, I. D. Kartika, B. E. Hasbi, M. A. Jafar, and Z. Zulfamidah,

“Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Pemanfaatan Daun Kelor

Terhadap Upaya Pencegahan Stunting Pada Anak Usia 6 Bulan–2 Tahun

di Puskesmas Mandai Tahun 2022–2023,” Innov. J. Soc. Sci. Res., vol. 4,

no. 1, pp. 5005–5016, 2024.

[8] E. Ciptawati, I. B. Rachman, H. O. Rusdi, and M. Alvionita, “Analisis

perbandingan proses pengolahan ikan lele terhadap kadar nutrisinya,”

Indones. J. Chem. Anal., vol. 4, no. 1, pp. 40–46, 2021.

[9] A. Widiyanto, J. T. Atmojo, A. S. Fajriah, S. I. Putri, and P. S. Akbar,

“Pendidikan Kesehatan Pencegahan Hipertensi,” J. Empathy Pengabdi.

Kpd. Masy., vol. 1, no. 2, pp. 172–181, 2020.

[10] B. Hamzah, “Menginisiasi Perilaku Positif Masyarakat Tentang

Penyakit ISPA di Desa Muntoi Timur Kabupaten Bolaang

Mongondow,” J. Pengabdi. Masy. Al-Irsyad, vol. 2, no. 1, pp. 33–42,

2020.

[11] Rahayuwati, L., Ibrahim, K., Hendrawati, S., Sari, C. W. M., Yani, D. I.,

Pertiwi, A. S. P., & Fauziyyah, R. N. P., “Pencegahan Stunting Melalui Air

Bersih, Sanitasi, Dan Nutrisi,” Warta LPM., vol. 25, no. 3, pp. 356–65, 2022,

doi: 10.23917/warta.v25i3.1031.

[12] S. Patimah, S. A. Sharief, F. Muhsanah, N. Nukman, and M. Rachmat,

“Pendampingan Pencegahan Risiko Anak Stunting pada Masyarakat, Kader

Kesehatan, dan Guru PAUD/TK,” Warta LPM., vol. 27, no. 2, pp. 259–268,

2024, doi: 10.23917/warta.v27i2.3760

Downloads

Published

2024-12-16