Inovasi UMKM melalui Potensi Lokal Wisata Desa Waduk Mulur untuk Pemberdayaan dan Pencegahan Stunting di Kecamatan Bendosari Sukoharjo

Authors

  • Kuswaji Dwi Priyono Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Wisnu Setiawan Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Dwi Linna Suswardany Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23917/abdimas.5266

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) berbasis masyarakat dengan ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun 2024 ini bermitra dengan Karangtaruna ANBASS Desa Mulur. Kegiatannya berupa inovasi desa yang berbasis pada potensi Waduk Mulur sebagai kegiatan Wisata Desa dan potensi hasil ikan tawar dari waduk yang dibuat beranekaragam makanan yang bernilai gizi tinggi sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini. Pendampingan yang dilakukan melalui pemberdayaan warga menuju kegiatan ekonomi produktif dan berkelanjutan. Karangtaruna ANBASS Desa Mulur, Kecamatan Bendosari sebagai Mitra pasca kegiatan PkM akan melaksanakan implementasi pengembangan ekonomi melalui kewirausahaan berbasis Desa Wisata melalui capacity building dalam upaya pencegahan dan pengurangan angka stunting yang berkelanjutan mulai dari level bawah yaitu keluarga, Rukun Tetangga, Rukun Warga, Desa, hingga level Kecamatan. Pemahaman Mitra terkait inovasi berbasis potensi Waduk Mulur untuk Pengembangan Wisata Desa sudah dipahami, karena selama ini waduk sekedar untuk tempat pemancingan dan budidaya ikan telah dijadikan Desa Wisata yang dikelola oleh BUMDes Mulur. Demikian pula Mitra telah memahami dan mempunyai ketrampilan dalam memanfaatkan potensi lokal ikan waduk menjadi berbagai makanan olahan dengan kandungan gizi tinggi sebagai bahan baku untuk pencegahan dan pengurangan angka stunting serta pemasarannya yang dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Mulur. Waduk Mulur saat ini dimanfaatkan sebagai Destinasi Wisata Desa yang sekaligus untuk memasarkan produk yang berbasis UMKM Desa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Ini Strategi Pemkab Sukoharjo Lakukan Percepatan Penurunan Stunting. (2024). https://www. liputan6.com/regional/5279566. Diunduh pada 12 Maret 2024, jam 12.15.

[2] DPPKBP3A Sukoharjo: 594 Kasus Stunting, Terbanyak di Polokarto. (2024).

https://www.gatra. com/news-536045-Regional. Diunduh pada 10 Februari 2024, jam 09.15.

[3] Upaya Tekan Kasus Stunting, Bupati Sukoharjo Kukuhkan Bunda Generasi Berencana dan Duta Penurunan Stunting. (2023). https://portal.sukoharjokab.go.id/2022/02/16/ . Diunduh pada 10 Maret 2024, jam 10.10.

[4] Langsung Bergerak, 300 Partisipan hadir mengikuti Promosi Percepatan Penurunan Stunting oleh Perwakilan BKKBN Jawa Tengah. (2024). https://jateng.bkkbn.go.id/posts. Diunduh pada 10 Februari 2024, jam 19.15.

[5] Waduk ini juga kerap dijadikan tempat latihan panahan maupun outbond. (2023).

https://www.rumah123.com/explore/kab-sukoharjo/waduk-mulur/. Diunduh pada 10 Maret 2024, jam 11.15.

[6] Ada Makam Keramat di Tengah Waduk Mulur Sukoharjo. (2024).

https://solo.tribunnews.com/2024/01/26/cerita. Diunduh pada 15 Maret 2024, jam 11.15.

[7] Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Indonesia 2023. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

[8] Badan Pusat Statistik Kabupaten Sukoharjo. (2023). Kabupaten Sukoharjo Dalam Angka 2023. Sukoharjo: Badan Pusat Statistik Kabupaten Sukoharjo.

[9] Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Pengembangan Persyarikatan. (2022). Rencana Strategis Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022-2027. Surakarta: LPMPP- UMS.

[10] Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi. (2021). Panduan Panduan Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi. Jakarta: Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi.

[11] Linda Mayoux. (2018). Participatory action learning system (PALS): Impact assessment for civil society development and grassroots‐based advocacy in Anandi, India - Mayoux - 2005 - Journal of International Development - Wiley Online Library.

[12] Kuntjara, A., & Nugroho, R. (2021). Peran pemerintah dalam pengembangan desa wisata. Jurnal Pembangunan Wilayah, 16(1), 87-104.

[13] Murniati, D. (2016). Pemberdayaan masyarakat melalui desa wisata: Studi kasus Desa Wisata Nglanggeran, Yogyakarta. Jurnal Pengembangan Masyarakat, 10(2), 150-165.

[14] Prananto, Y. (2017). Dampak sosial pariwisata di desa wisata. Jurnal Sosial dan Budaya, 14(1), 23-35.

[15] Prayag, G., & Ryan, C. (2012). The relationship between tourist experiences and behavioral intentions in a cultural heritage setting. Tourism Management, 33(1), 32-43.

[16] Rahmawati, F. (2020). Penerapan prinsip keberlanjutan dalam desa wisata. Jurnal Ekonomi dan Pariwisata, 5(2), 77-89.

[17] Setiawan, T., & Sugiarto, A. (2020). Peningkatan kapasitas SDM dalam pengelolaan desa wisata. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 8(3), 95-110.

[18] Suwignyo, H. (2019). Strategi pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal. Jurnal Pariwisata Berkelanjutan, 4(2), 72-85.

[19] Wibowo, A. (2020). Infrastruktur dan pariwisata di desa wisata. Jurnal Infrastruktur dan Ekonomi, 9(1), 22-34.

Downloads

Published

2024-12-16