PEMANFAATAN LAHAN KELOMPOK WANITA TANI (KWT) SEBAGAI UPAYA AWAL BUDIDAYA TANAMAN REMPAH OBAT (TRO) SECARA KONVENSIONAL (Desa Mayang, Kecamatan Gatak, Kab Sukoharjo, Jawa Tengah)

Authors

  • Ahsin Al Abrar Universitas Muhammadiyah Jakarta
    Indonesia
  • Dwi Tiara Anjani Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Hanan Kurnia Al Hafiz Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan
    Indonesia
  • Elsa Anggraini Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta
    Indonesia
  • N Nurmayati Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung
    Indonesia
  • P Pirda Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung
    Indonesia
  • Nayaka Kawiswara Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung
    Indonesia
  • Melani Agnesia Universitas Muhammadiyah Palembang
    Indonesia
  • Fadia Aurilly Tsalsabila Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23917/abdimas.5273

Abstract

Desa Mayang merupakan desa yang memiliki banyak sumber air dan pepohonan serta lahan kelompok wanita tani yang cukup luas. Akan tetapi lahan kelompok wanita tani tersebut belum dapat dimaksimalkan kembali sehingga menjadi lahan terbengkalai. Oleh karena itu dilakukan kegiatan pemanfaatan kembali lahan kelompok wanita tani sebagai lahan tanaman rempah dan obat. Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai upaya dalam pemanfaatan lahan kelompok wanita tani yang memiliki nilai guna sebagai tanaman rempah dan obat. Kegiatan ini menggunakan  metode observasi langsung kepada kelompok tani di Desa Mayang untuk mengetahui permasalahan yang ada guna memberikan solusi atas permasalahan yang ada. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan kelompok wanita tani sebagai tanaman rempah obat nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat desa Mayang baik sebagai pengobatan alternatif maupun sebagai bumbu dapur atau olahan makanan. Kegiatan ini memiliki kekurangan yaitu hanya terfokus pada penanaman rempah dan obat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] C. Angelina et al., “PENINGKATAN NILAI GIZI PRODUK PANGAN DENGAN PENAMBAHAN BUBUK DAUN KELOR ( Moringa oleifera ): REVIEW Increased Nutritional Value of Food Products with the Addition of Moringa Leaf Powder: A Review,” vol. 15, no. 01, 2021.

[2] I. Suaib, I. Lakani, and J. Panggeso, “Efektifitas Ekstrak Rimpang Lengkuas Dalam Menghambat Aktifitas Cendawan Oncobasidium theobremae secara In-vitro Effectiveness of Ginger Rhizome Extract in Suppressing the Activity of Growing Fungus Oncobasidium theobremae in In Vitro,” J. Agrotekbis, vol. 4, no. 5, pp. 506–511, 2016.

[3] E. R. Syaputri, G. H. Selaras, and S. A. Farma, “Manfaat Tanaman Jahe (Zingiber officinale) Sebagai Obat obatan Tradisional (Traditional Medicine),” Pros. SEMNAS BIO 2021, vol. 1, pp. 579–586, 2021.

[4] G. . Muliana, R. Magfirah, and U. Hasanah, “Potensi Herba dan Rempah Sebagai Tanaman Obat Keluarga,” Bioma, vol. 5, no. 2, pp. 1–11, 2023.

[5] I. Batubara and M. E. Prastya, “Potensi Tanaman Rempah dan Obat Tradisional Indonesia Sebagai Sumber Bahan Pangan Fungsional,” Semin. Nas. Lahan Suboptimal ke-8 Tahun 2020, no. October, pp. 24–38, 2020, [Online]. Available: file:///C:/Users/user/Downloads/1943-3925-1-PB.pdf.

Downloads

Published

2024-12-16