Edukasi Pemanfaatan Bahan Lokal Melawan Stunting dengan Olahan Puding Daun Kelor yang Penuh Nutrisi
DOI:
https://doi.org/10.23917/abdimas.5274Abstract
Salah satu penyebab gizi buruk adalah pertumbuhan yang lambat. Stunting merupakan suatu kondisi dimana perkembangan anak berjalan lambat sehingga menyebabkan tinggi badannya kurang dari standar usia. Kondisi ini terjadi ketika seseorang tidak mendapatkan nutrisi yang cukup dalam jangka waktu yang lama. Sehubungan, dengan permasalahan stunting di Indonesia, program kerja ini fokus pada edukasi berbagai manfaat pada tanaman kelor bagi balita dan ibu menyusui. Kegiatan pemanfaatan daun kelor dalam pembuatan puding dilakukan dengan dua cara: pertama menggunakan metode edukasi tentang berbagai manfaat dan daun kelor disiapkan dengan post test kepada responden. Cara kedua adalah dengan mendemonstrasikan cara pembauatan puding daun kelor. Hasil kegiatan ini, menunjukkan bahwa pengetahuan bertambah setelah dilaksanakannya penyuluhan gizi pada kudapan daun kelor untuk pencegahan stunting.
Downloads
References
Ariani, M. (2020). Determinan Penyebab Kejadian Stunting Pada Balita: Tinjauan Literatur. Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan, 11(1), 172-186.
Ekayanthi,N.W.D.,& Suryani,P.(2019). Edukasi Gizi pada Ibu Hamil Mencegah Stunting pada Kelas Ibu Hamil.Jurnal Kesehatan,10(3),312–319.
El Fajri, N., Ghatri, D., Marbun, P. M., Nasution, K. R., Lestari, P. A., Resaldy, A., & Ramadhani, A. (2023). EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PEMBERIAN MAKANAN BERGIZI PROGRAM MAHASISWA KKN
UNIVERSITAS RIAU. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(4), 7307-7311.
Hamzah, H. dan Y. N.. (2019). Analisis Kandungan Zat Besi (Fe) Pada Daun Kelor (Moringa Oleifera Lam.), yang Tumbuh dengan Ketinggian Berbeda di Daerah Kota Baubau. Indonesia Journal of Chemistry Research, 6(2), 88–93.
Hasanuddin, I., AL, J. P., S, S., Rodin, M. A., Laela, N., Nurbaya, S., & Suparta, S. (2022). Edukasi Tentang Pemanfaatan Daun Kelor (Moringa Oleifera) Guna Pencegahan Stunting di Desa Cenrana Kec Panca Lautang. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (Pkm), 5(8), 2458–2466.
Irwan, Z. (2020). Kandungan Zat Gizi Daun Kelor (Moringa Oleifera) Berdasarkan Metode Pengeringan. Jurnal Kesehatan Manarang, 6(1).
J. E. Elisabeth A. (2021). Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pandan Kabupaten Sintang. Visikes, 20(1). Kresnawati, W., Ambarika, R., & Saifulah, D. (2022). Pengetahuan dan sikap ibu balita sadar gizi terhadap kejadian stunting. Journal of Health Science Community, 3(1), 26-33. Paulina, N., & Maryani, T. (2019). Hubungan Panjang Badan Lahir dengan Kejadian Stunting pada Balita di Puskesmas Sentolo I Kulon Progo. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Letlora, J. A. S., Sineke, J., & Purba, B. (2020). Bubuk Daun Kelor Sebagai Formula Makanan Balita Stunting. Jurnal GIZIDO, 12(2), 105–112.
Nuraina, N., C. A.-J. P., & 2021, undefined. (2019). Edukasi Pemanfaatan Daun Kelor (Moringa Oleifera) untuk Pemenuhan Nutrisi pada Balita Stunting. Jurnal.Globalhealthsciencegroup, 10(2), 123–131.
Paulina, N., & Maryani, T. (2019). Hubungan Panjang Badan Lahir dengan Kejadian Stunting pada Balita di Puskesmas Sentolo I Kulon Progo. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Pratiwi, I. and Srimiati, M. (2020) Pengaruh Pemberian Puding Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Produksi Air Susu Ibu (ASI) pada Ibu Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Cawang‘, journal.stikeshb.ac.id, 11(1), pp. 53–57.
Proverawati, A., & Nuriya, N. (2021). Seduhan Daun Kelor ( Moringa Oliefera ) Untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh : Mini Review. Jurnal of Bionursing, 3(3), 207– 213.
Purba, E. C., (2020). Kelor (Moringa oleifera Lam.): Panfaatan Dan Bioaktivitas. Prolife, 7(1), 1–12.
Putra, A. I. Y. D., Setiawan, N. B. W., Sanjiwani, M. I. D., Wahyuniari, I. A. I., & Indrayani, A. W. (2021). Nutrigenomic and biomolecular aspect of moringa oleifera leaf powder as supplementation for stunting children. Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology, 6(1), 1–15.
Resia, E., (2022). Daun Kelor, Segudang Manfaat Untuk Kesehatan Dan Perekonomian.
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas)., (2018). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2018. Diakses 28 Agustus 2023.
Septamarini, R. G., Widyastuti, N., & Purwanti, R. (2019). Hubungan pengetahuan dan sikap responsive feeding dengan kejadian stunting pada baduta usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo, Semarang. Journal of Nutrition College, 8(1), 9-20.
Widowati, L., Isnawati, A., Alegantina, S., & Retiaty, F. (2019). Potensi Ramuan Ekstrak Biji Klabet dan Daun Kelor sebagai Laktagogum dengan Nilai Gizi Tinggi. Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 29(2), 143–152.
Winarno, F., (2018). Tanaman Kelor (Moringa oleifera): Nilai Gizi, Manfaat, dan Potensi Usaha. Gramedia Pustaka Utama.
Zakaris. (2012). Penambahan tepung daun kelor pada menu makanan sehari-hari dalam upaya penanggulangan gizi kurang pada anak balita. Media Gizi Pangan, 13(1).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Santrika Lutvianti, Najma Thaula Sari Dewi, Lulu Faridatun Amaliyah, Angelica Alma Serra, Anggi Restian Zahra, Dwi Fitri Yaningsih, Muhammad Setyo Widodo, Puja Hartuti, W Wahyudi, Yeni Indriyani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.