Pemanfaatan Pangan Lokal Melalui Olahan Puding Jagung dalam Upaya Pencegahan Stunting di Desa Rejosari, Sukoharjo
DOI:
https://doi.org/10.23917/abdimas.5277Abstract
Realita stunting di Indonesia saat ini masih menjadi masalah kesehatan yang krusial, terutama pada daerah kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Pada tahun 2023, tercatat sebanyak 24,3% balita yang menderita stunting di kabupaten Sukoharjo. Salah satu indikator pemicu hal ini adalah kekurangan asupan gizi yang diperoleh oleh balita sejak awal masa emas kehidupan pertama, dimulai dari dalam kandungan hingga usia dua tahun. Merujuk pada salah satu desa di kabupaten Sukoharjo, yakni desa Rejosari, tercatat sejumlah 2 balita yang terindikasi menderita stunting. Meskipun demikian, tetap esensial dilakukannya upaya pencegahan, salah satunya dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dimana bahan utamanya berdasarkan komoditas terbesar dari desa ini, yakni Jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan pangan lokal, khususnya jagung, dalam bentuk olahan puding jagung sebagai upaya pencegahan stunting. Adapun jagung dipilih karena dalam 100 gram jagung kuning mengandung energi 154 kkal; karbohidrat 28,4 g; protein 3,8 g; lemak 3,5 g; serat 0,7 g; kalsium 7 mg; kalium: 56,4 mg; dan zinc 0,5 mg, yang penting untuk pertumbuhan balita. Orientasi lainnya, yakni menciptakan pengetahuan lebih dalam lagi pada orang tua terkait kebutuhan gizi balita. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan sosialisasi dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa puding jagung untuk seluruh balita yang ada di Desa Rejosari, serta diterapkan evaluasi hasil kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian makanan tambahan puding jagung berkontribusi positif terhadap peningkatan status gizi balita dan berdampak signifikan bagi orang tua sebagai perwujudan tercapainya pengetahuan mengenai pentingnya pemenuhan gizi bagi balita. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan lebih lanjut terkait variasi olahan pangan lokal dan edukasi gizi untuk masyarakat setempat.
Downloads
References
[1] F. Fitriani and D. Darmawi, “Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Desa Arongan Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya,” J. Biol. Educ., vol. 10, no. 1, pp. 23–32, 2022, doi: 10.32672/jbe.v10i1.4114.
[2] Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, “Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023,” pp. 1–68, 2018.
[3] D. N. Astutik, S. Sugito, and T. Taufikurrahman, “Program Pemberian Makanan Tambahan Puding Jagung Terhadap Balita Gizi Kurang Di Desa Kalirejo,” PENA ABDIMAS J. Pengabdi. Masy., vol. 4, no. 2, p. 87, 2023, doi: 10.31941/abdms.v4i2.3232.
[4] T. Rusmiati et al., “Pemanfaatan Inovasi Olahan Puding Jalatesu ( Jagung, Labu, Telur, Susu) Dalam Upaya Meningkatkan Berat Badan Pada Balita Dengan Gizi Kurang Di Desa Dawuan Barat Kecamatan Cikampek Kabupaten Karawang,” vol. 5,
pp. 1335–1340, 2023, [Online]. Available: http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPM
[5] K. E. Werdani, R. Asyfiradayati, D. T. Aorta, T. Al’tsani, M. Rochan, and B. C. Rudisty, “Pendampingan Kewirausahaan Pembuatan Pmt Bagi Kader Posyandu Dalam Mendukung Program Stunting,” J. Masy. Mandiri, vol. 8, no. 3, pp. 2679–2689, 2024, [Online]. Available: http://journal.ummat.ac.id/index.php/jmm
[6] A. F. D. Lestari et al., “DEMONSTRASI PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN ‘ PUDDING JAGUNG ’ SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA,” vol. 1, no. 6, pp. 169–172, 2024.
[7] Fahruddin et al., “Pencegahan Stunting Melalui Pemanfaatan Hasil Pertaninan Berupa Pengolahan Susu Jagung di Desa Korleko Kecamatan Labuhan Haji,” J. Pengabdi. Magister Pendidik. IPA, vol. 5, no. 4, pp. 12–15, 2022, doi: 10.29303/jpmpi.v5i4.2162.
[8] Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, TABEL KOMPOSISI PANGAN INDONESIA 2017. Jakarta, 2018.
[9] L. E. Lalujan et al., “Komposisi Kimia Dan Gizi Jagung Lokal Varietas ‘Manado Kuning’ Sebagai Bahan Pangan Pengganti Beras,” J. Teknol. Pertan., vol. 8, no. 1, pp. 47–54, 2017, [Online]. Available: https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/teta/article/view/16351
[10] I. N. H. Maulana, Q. Sholihah, and W. Wike, “Implementasi Kebijakan Intervensi Gizi Spesifik sebagai Upaya Penanganan Stunting di Kabupaten Malang,” J. Ilm. Adm. Publik, vol. 8, no. 2, pp. 136–144, 2022, doi: 10.21776/ub.jiap.2022.008.02.1.
[11] S. Tuhuteru et al., “Jatisari Eliminasi Tengkes (Jeliteng):Pelatihan Pembuatan PMTBerbasis Jagung Sebagai Upaya Komprehensif dan Terintegrasi Pencegahan Stunting di Desa Jatisari,” Abdimas Indones., vol. 1, no. 2, pp. 26–32, 2021, [Online]. Available: https://dmi-journals.org/jai/article/view/226
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Hananingtyas Nurul Arifah, Azra latifah Listi, Anindya Safa Lalita, Dwi Apriyati, Risti Fannia, Nurul Hidayah, Ihza amrulloh, Wahyu Dwi Kurniawan, Bagas Gilang Wicaksono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.