Pemanfaatan Kunyit Putih sebagai Terapi Pendukung Pengobatan Diabetes di Desa Laban
DOI:
https://doi.org/10.23917/abdimas.5291Abstract
Curcuma zedoaria rosc, atau kunyit putih, merupakan tanaman herbal obat yang secara tradisional dimanfaatkan untuk mengobati berbagai macam penyakit, termasuk diabetes. Tujuan dari riset ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan kunyit putih sebagai terapi tambahan dalam pengobatan diabetes di Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Metode yang diaplikasikan dalam kegiatan ini meliputi edukasi, pelatihan, dan demonstrasi kepada 20 orang peserta yang sebagian besar merupakan penderita diabetes dan tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT). Pelatihan tersebut meliputi penjelasan tentang kandungan bahan aktif dalam kunyit putih, yaitu; Kurkuminoid, yang dapat bertindak sebagai antioksidan dan agen anti - inflamasi, dan juga memiliki mekanisme kerja untuk mengembangkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar glukosa darah. Pelatihannya meliputi persiapan bubuk kunyit putih dari rimpang segar dan mencampurnya dengan jeruk nipis dan madu. Kombinasi ini membuat kunyit putih lebih enak dan meningkatkan efek terapeutiknya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peran serta aktif masyarakat, dengan semua peserta memahami materi yang disampaikan dan beberapa menyatakan minat untuk mencoba sediaan tersebut sebagai pengobatan pendukung. Kesimpulannya, program ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat kunyit putih sebagai pengobatan alternatif diabetes. Namun, pengobatan dengan kunyit putih harus dipantau oleh profesional kesehatan karena kemungkinan interaksi dengan obat antidiabetik yang dikonsumsi. Diharapkan kombinasi pengobatan herbal dan pengobatan medis konvensional akan membuahkan hasil yang lebih baik dalam pengobatan diabetes.
Downloads
References
[1] Al Fadhilah, S., Wulan, N., Zulfajri, Z., Fahriza, M., Marli, N., Nuraina, N., Syaputri,
R., Ramadhani, A. I., Sari, S., Susanti, E., & Octavia, R. (2024). Edukasi Kesehatan
Dalam Pemanfaatan Tanaman Kunyit (Curcuma domestica Val) Sebagai Pencegah dan
Pengobatan Penyakit Hati di Kelurahan Air Putih Kecamatan Tuah Madani Kota
Pekanbaru. Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat, 5(1), 46–48.
https://doi.org/10.35311/jmpm.v5i1.394
[2] Cintya, H., Chan, M. A., Purba, A., Kokita, T., Destinyie, F., & Bernardi, W. (2021).
Isolasi Kurkumin dari Kunyit Putih dengan Menggunakan Metode Maserasi dan
Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Jurnal Pro-Life, 8(3), 205–217.
[3] Chaudhury, A., Duvoor, C., Reddy Dendi, V. S., Kraleti, S., Chada, A., Ravilla, R., Marco,
A., Shekhawat, N. S., Montales, M. T., & Kuriakose, K. (2017). Clinical review of
antidiabetic drugs: implications for type 2 diabetes mellitus management. Frontiers in
Endocrinology, 8, 6.
[4] Chuengsamarn, S., Rattanamongkolgul, S., Phonrat, B., Tungtrongchitr, R., &
Jirawatnotai, S. (2014). Reduction of atherogenic risk in patients with type 2 diabetes
by curcuminoid extract: a randomized controlled trial. The Journal of Nutritional
Biochemistry, 25(2), 144–150.
[5] El-Azab, M. F., Attia, F. M., & El-Mowafy, A. M. (2011). Novel role of curcumin combined
with bone marrow transplantation in reversing experimental diabetes: Effects on
pancreatic islet regeneration, oxidative stress, and inflammatory cytokines. European
Journal of Pharmacology, 658(1), 41–48.
[6] Erny, T., Fiska, W. M., & Rico, S. A. (2022). Acute Toxicity of Extract of White Turmeric
Rhizome (Curcuma Zedoaria) Review of Ld50 and Blood Cell Components. Jambura
Journal of Health Sciences and Research, 4(3), 648–655.
[7] Gothai, S., Ganesan, P., Park, S.-Y., Fakurazi, S., Choi, D.-K., & Arulselvan, P. (2016).
Natural phyto-bioactive compounds for the treatment of type 2 diabetes: inflammation
as a target. Nutrients, 8(8), 461
[8] Kumari, M., Purohit, M. P., Patnaik, S., Shukla, Y., Kumar, P., & Gupta, K. C. (2018).
Curcumin loaded selenium nanoparticles synergize the anticancer potential of
doxorubicin contained in self-assembled, cell receptor targeted nanoparticles. European
Journal of Pharmaceutics and Biopharmaceutics, 130, 185–199.
[9] Pujimulyani, D., Yulianto, W. A., Setyowati, A., Prastyo, P., Windrayahya, S., & Maruf,
A. (2022). White saffron (Curcuma mangga Val.) attenuates diabetes and improves
pancreatic β-cell regeneration in streptozotocin-induced diabetic rats. Toxicology
Reports, 9, 1213–1221. https://doi.org/10.1016/j.toxrep.2022.05.014[10] Suena, N. M. D. S., Suradnyana, I. G. M., & Juanita, R. A. (2021). Formulasi dan uji
aktivitas antioksidan granul effervescent dari kombinasi ekstrak kunyit putih (curcuma
zedoaria) dan kunyit kuning (curcuma longa l.). Jurnal Ilmiah Medicamento, 7(1).
[11] Susanti, A., Farida, N., & Siswantoro, R. (2021). Optimalisasi Pemanfaatan Hasil
Komoditi Unggulan Melalui Pelatihan Olahan Jeruk Nipis di Wilayah Desa Banjarsari
Jombang. Community Empowerment, 6(3), 418–425.
[12] Susilawati, N. L. P. A., Cahyaningrum, P. L., & Wiryanatha, I. B. (2021). Pemanfaatan
Tanaman Obat untuk Mengatasi Penyakit Diabetes Melitus di Kota Denpasar. Widya
Kesehatan, 3(2), 1–6.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ahmad Daffa Akhmalull Aziz, Alfina Damayanti, Azida Ahya Fatiha, Dina Hera Herlina, Fawnia Clarissa Wardana, Mohammad Ikhsanuddin Nafi, Noorhana Itsnaini Sjahid, Novia Nurafni Krisyanti, Nur Safa’atun, Yulianto Bambang Setyadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.