Pemanfaatan Kunyit Putih sebagai Terapi Pendukung Pengobatan Diabetes di Desa Laban

Authors

  • Ahmad Daffa Akhmalull Aziz Universitas Muhammadiyah Malang
    Indonesia
  • Alfina Damayanti Universitas Muhammadiyah Gombong
    Indonesia
  • Azida Ahya Fatiha Universitas Ahmad Dahlan
    Indonesia
  • Dina Hera Herlina Universitas Muhammadiyah Magelang
    Indonesia
  • Fawnia Clarissa Wardana Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
    Indonesia
  • Mohammad Ikhsanuddin Nafi Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Noorhana Itsnaini Sjahid Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
    Indonesia
  • Novia Nurafni Krisyanti Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Nur Safa’atun Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
    Indonesia
  • Yulianto Bambang Setyadi Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23917/abdimas.5291

Abstract

Curcuma zedoaria rosc, atau kunyit putih, merupakan tanaman herbal obat yang secara tradisional dimanfaatkan untuk mengobati berbagai macam penyakit, termasuk diabetes. Tujuan dari riset ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan kunyit putih sebagai terapi tambahan dalam pengobatan diabetes di Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Metode yang diaplikasikan dalam kegiatan ini meliputi edukasi, pelatihan, dan demonstrasi kepada 20 orang peserta yang sebagian besar merupakan penderita diabetes dan tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT). Pelatihan tersebut meliputi penjelasan tentang kandungan bahan aktif dalam kunyit putih, yaitu; Kurkuminoid, yang dapat bertindak sebagai antioksidan dan agen anti - inflamasi, dan juga memiliki mekanisme kerja untuk mengembangkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar glukosa darah. Pelatihannya meliputi persiapan bubuk kunyit putih dari rimpang segar dan mencampurnya dengan jeruk nipis dan madu. Kombinasi ini membuat kunyit putih lebih enak dan meningkatkan efek terapeutiknya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peran serta aktif masyarakat, dengan semua peserta memahami materi yang disampaikan dan beberapa menyatakan minat untuk mencoba sediaan tersebut sebagai pengobatan pendukung. Kesimpulannya, program ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat kunyit putih sebagai pengobatan alternatif diabetes. Namun, pengobatan dengan kunyit putih harus dipantau oleh profesional kesehatan karena kemungkinan interaksi dengan obat antidiabetik yang dikonsumsi. Diharapkan kombinasi pengobatan herbal dan pengobatan medis konvensional akan membuahkan hasil yang lebih baik dalam pengobatan diabetes.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Al Fadhilah, S., Wulan, N., Zulfajri, Z., Fahriza, M., Marli, N., Nuraina, N., Syaputri,

R., Ramadhani, A. I., Sari, S., Susanti, E., & Octavia, R. (2024). Edukasi Kesehatan

Dalam Pemanfaatan Tanaman Kunyit (Curcuma domestica Val) Sebagai Pencegah dan

Pengobatan Penyakit Hati di Kelurahan Air Putih Kecamatan Tuah Madani Kota

Pekanbaru. Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat, 5(1), 46–48.

https://doi.org/10.35311/jmpm.v5i1.394

[2] Cintya, H., Chan, M. A., Purba, A., Kokita, T., Destinyie, F., & Bernardi, W. (2021).

Isolasi Kurkumin dari Kunyit Putih dengan Menggunakan Metode Maserasi dan

Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Jurnal Pro-Life, 8(3), 205–217.

[3] Chaudhury, A., Duvoor, C., Reddy Dendi, V. S., Kraleti, S., Chada, A., Ravilla, R., Marco,

A., Shekhawat, N. S., Montales, M. T., & Kuriakose, K. (2017). Clinical review of

antidiabetic drugs: implications for type 2 diabetes mellitus management. Frontiers in

Endocrinology, 8, 6.

[4] Chuengsamarn, S., Rattanamongkolgul, S., Phonrat, B., Tungtrongchitr, R., &

Jirawatnotai, S. (2014). Reduction of atherogenic risk in patients with type 2 diabetes

by curcuminoid extract: a randomized controlled trial. The Journal of Nutritional

Biochemistry, 25(2), 144–150.

[5] El-Azab, M. F., Attia, F. M., & El-Mowafy, A. M. (2011). Novel role of curcumin combined

with bone marrow transplantation in reversing experimental diabetes: Effects on

pancreatic islet regeneration, oxidative stress, and inflammatory cytokines. European

Journal of Pharmacology, 658(1), 41–48.

[6] Erny, T., Fiska, W. M., & Rico, S. A. (2022). Acute Toxicity of Extract of White Turmeric

Rhizome (Curcuma Zedoaria) Review of Ld50 and Blood Cell Components. Jambura

Journal of Health Sciences and Research, 4(3), 648–655.

[7] Gothai, S., Ganesan, P., Park, S.-Y., Fakurazi, S., Choi, D.-K., & Arulselvan, P. (2016).

Natural phyto-bioactive compounds for the treatment of type 2 diabetes: inflammation

as a target. Nutrients, 8(8), 461

[8] Kumari, M., Purohit, M. P., Patnaik, S., Shukla, Y., Kumar, P., & Gupta, K. C. (2018).

Curcumin loaded selenium nanoparticles synergize the anticancer potential of

doxorubicin contained in self-assembled, cell receptor targeted nanoparticles. European

Journal of Pharmaceutics and Biopharmaceutics, 130, 185–199.

[9] Pujimulyani, D., Yulianto, W. A., Setyowati, A., Prastyo, P., Windrayahya, S., & Maruf,

A. (2022). White saffron (Curcuma mangga Val.) attenuates diabetes and improves

pancreatic β-cell regeneration in streptozotocin-induced diabetic rats. Toxicology

Reports, 9, 1213–1221. https://doi.org/10.1016/j.toxrep.2022.05.014[10] Suena, N. M. D. S., Suradnyana, I. G. M., & Juanita, R. A. (2021). Formulasi dan uji

aktivitas antioksidan granul effervescent dari kombinasi ekstrak kunyit putih (curcuma

zedoaria) dan kunyit kuning (curcuma longa l.). Jurnal Ilmiah Medicamento, 7(1).

[11] Susanti, A., Farida, N., & Siswantoro, R. (2021). Optimalisasi Pemanfaatan Hasil

Komoditi Unggulan Melalui Pelatihan Olahan Jeruk Nipis di Wilayah Desa Banjarsari

Jombang. Community Empowerment, 6(3), 418–425.

[12] Susilawati, N. L. P. A., Cahyaningrum, P. L., & Wiryanatha, I. B. (2021). Pemanfaatan

Tanaman Obat untuk Mengatasi Penyakit Diabetes Melitus di Kota Denpasar. Widya

Kesehatan, 3(2), 1–6.

Downloads

Published

2024-12-16