Pemanfaatan Ekstrak Daun Kelor pada Olahan Nugget Ayam sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Jatirejo

Authors

  • Lidwina Pandhita Febriyani Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
    Indonesia
  • Kholifah Jinan Universitas Muhammadiyah Pontianak
    Indonesia
  • Ummi Khairi Putri Universitas Muhammadiyah Makassar
    Indonesia
  • Amy Arbaatun Nisa Astuti Universitas Muhammadiyah Kudus
    Indonesia
  • Tsaqif Nafi’urrahman Universitas Ahmad Dahlan
    Indonesia
  • Mukhammad Lecha Faroq Hidayatullah Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • S Sufilawati Universitas Muhammadiyah Buton
    Indonesia
  • Suci Rahmadhani Universitas Ahmad Dahlan
    Indonesia
  • Sayyid Fahmi Zain Universitas Muhammadiyah Jakarta
    Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23917/abdimas.5294

Abstract

Stunting menurut kerangka konsep WHO dapat disebabkan karena kurangnya asupan zat gizi atau meningkatnya kebutuhan gizi. Kurangnya asupan gizi dapat disebabkan karena beberapa faktor yaitu kemiskinan, kurangnya pengetahuan mengenai pemberian makan pada bayi dan balita (pemberian ASI), tersedianya protein hewani yang cukup pada makanan pendamping ASI (MPASI), dan ketersediaan bahan makanan di lingkungan sekitar tempat tinggal. Prevalensi stunting di Indonesia berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 adalah 12,9%, sedangkan Kabupaten Karanganyar memiliki prevalensi stunting sebesar 22,2% menurut data SKI tahun 2023. Tujuan dari program kerja ini adalah untuk menambah pengetahuan terkait manfaat daun kelor dan inovasi dalam pengolahan daun kelor. Daun Kelor merupakan tanaman perdu dengan ketinggian 7–11 meter dan tumbuh subur mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 700 meter diatas permukaan laut. WHO menetapkan Daun Kelor sebagai bahan makanan super food, karena nilai gizi yang sangat tinggi. Hasil : Mahasiswa KKN Kelompok 119 Desa Jatirejo mendemonstrasikan pembuatan nugget ayam dengan fortifikasi ekstrak daun kelor. Setiap 100 g ekstrak daun kelor mengandung energi sebesar 358 kkal, protein sebesar 27,10 g; Zn 2,32 g; lemak 2,30 g, karbohidrat 38,20g; zat besi 28,20 g; dan serat 19,20 g. Satu resep mendapatkan 20 buah nugget yang mengandung energi sebesar 1674 kkal; karbohidrat 178,3 g; protein 128g; dan lemak 50,7g.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Keputusan Menteri Kesehatan RI Tahun 2022 Tentang Pedoman Nasional

Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Stunting.

[2] Nirmalasari N.O, “Stunting Pada Anak : Penyebab dan Faktor Risiko Stunting di

Indonesia,” Qawwam J. Gend. Mainstreming, vol. 14, no. 1, pp. 19–28, 2020, doi:

10.20414/Qawwam.v14i1.2372.

[3] Winarno F., Tanaman Kelor (Moringa oleifera): Nilai Gizi, Manfaat, dan Potensi

Usaha. 2018.

[4] Irwan Z., “Kandungan Zat Gizi Daun Kelor (Moringa Oleifera) Berdasarkan Metode

Pengeringan,” J. Kesehat. Manarang, vol. 6, no. 1, pp. 66–77, 2020, [Online]. Available:

http://jurnal.poltekkesmamuju.ac.id/index.php/m

[5] Wadu J., Linda A. M., Retang E. U. K., dan Saragih E. C., “Pemanfaatan Daun Kelor

Sebagai Bahan Dasar Produk Olahan Makanan Di Kelurahan Kambaniru,” SELAPARANG

J. Pengabdi. Masy. Berkemajuan, vol. 4, no. 2, p. 87, 2021, doi: 10.31764/jpmb.v4i2.4270.

[6] Dyah Pikanthi Diwanti dan Mutiara Dien Safitri, “PEMANFAATAN TANAMAN

KELOR SEBAGAI UPAYA PENURUNAN ANGKA KEJADIAN STUNTING DAN

PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA TALAGENING, JAWA

TENGAH,” vol. 7, no. 5, pp. 3–10, 2023.

[7] Trisnawati R. E., Kurnia L., dan Kawu M. F., “Pelatihan Pembuatan Nugget Kelor

sebagai Alternatif Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Anak Balita,” Abdimas Univers.,

vol. 5, no. 1, pp. 92–96, 2023, doi: 10.36277/abdimasuniversal.v5i1.287.

[8] Viani T. O., “FORMULASI TEPUNG DAUN KELOR ( Moringa oleifera L.) DAN

TEPUNG TERIGU TERHADAP MUTU SENSORI, FISIK, DAN KIMIA CUPCAKE,” 2022.

[9] Matondang S. N. dan Asmaq N., “Pemanfaatan daun kelor (Moringa Leifra) dalam

fortifikasi pembuatan nugget,” J. Pharm. Sci., vol. 09, no. 30, pp. 123–129, 2024, doi:

10.36490/journal-jps.com.v7i1.433.

[10] Widyawatiningrum E., Nur S., dan Ida N. C., “Kadar protein dan organoleptik nugget

ayam fortifikasi daun kelor (Moringa oleifera Lamk),” Semin. Nas. Has. Penelit. dan

Pengabdi. Masy., no. 1998, pp. 200–205, 2018.

Downloads

Published

2024-12-16