Pemanfaatan Ekstrak Daun Kelor pada Olahan Nugget Ayam sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Jatirejo
DOI:
https://doi.org/10.23917/abdimas.5294Abstract
Stunting menurut kerangka konsep WHO dapat disebabkan karena kurangnya asupan zat gizi atau meningkatnya kebutuhan gizi. Kurangnya asupan gizi dapat disebabkan karena beberapa faktor yaitu kemiskinan, kurangnya pengetahuan mengenai pemberian makan pada bayi dan balita (pemberian ASI), tersedianya protein hewani yang cukup pada makanan pendamping ASI (MPASI), dan ketersediaan bahan makanan di lingkungan sekitar tempat tinggal. Prevalensi stunting di Indonesia berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 adalah 12,9%, sedangkan Kabupaten Karanganyar memiliki prevalensi stunting sebesar 22,2% menurut data SKI tahun 2023. Tujuan dari program kerja ini adalah untuk menambah pengetahuan terkait manfaat daun kelor dan inovasi dalam pengolahan daun kelor. Daun Kelor merupakan tanaman perdu dengan ketinggian 7–11 meter dan tumbuh subur mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 700 meter diatas permukaan laut. WHO menetapkan Daun Kelor sebagai bahan makanan super food, karena nilai gizi yang sangat tinggi. Hasil : Mahasiswa KKN Kelompok 119 Desa Jatirejo mendemonstrasikan pembuatan nugget ayam dengan fortifikasi ekstrak daun kelor. Setiap 100 g ekstrak daun kelor mengandung energi sebesar 358 kkal, protein sebesar 27,10 g; Zn 2,32 g; lemak 2,30 g, karbohidrat 38,20g; zat besi 28,20 g; dan serat 19,20 g. Satu resep mendapatkan 20 buah nugget yang mengandung energi sebesar 1674 kkal; karbohidrat 178,3 g; protein 128g; dan lemak 50,7g.
Downloads
References
[1] Keputusan Menteri Kesehatan RI Tahun 2022 Tentang Pedoman Nasional
Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Stunting.
[2] Nirmalasari N.O, “Stunting Pada Anak : Penyebab dan Faktor Risiko Stunting di
Indonesia,” Qawwam J. Gend. Mainstreming, vol. 14, no. 1, pp. 19–28, 2020, doi:
10.20414/Qawwam.v14i1.2372.
[3] Winarno F., Tanaman Kelor (Moringa oleifera): Nilai Gizi, Manfaat, dan Potensi
Usaha. 2018.
[4] Irwan Z., “Kandungan Zat Gizi Daun Kelor (Moringa Oleifera) Berdasarkan Metode
Pengeringan,” J. Kesehat. Manarang, vol. 6, no. 1, pp. 66–77, 2020, [Online]. Available:
http://jurnal.poltekkesmamuju.ac.id/index.php/m
[5] Wadu J., Linda A. M., Retang E. U. K., dan Saragih E. C., “Pemanfaatan Daun Kelor
Sebagai Bahan Dasar Produk Olahan Makanan Di Kelurahan Kambaniru,” SELAPARANG
J. Pengabdi. Masy. Berkemajuan, vol. 4, no. 2, p. 87, 2021, doi: 10.31764/jpmb.v4i2.4270.
[6] Dyah Pikanthi Diwanti dan Mutiara Dien Safitri, “PEMANFAATAN TANAMAN
KELOR SEBAGAI UPAYA PENURUNAN ANGKA KEJADIAN STUNTING DAN
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA TALAGENING, JAWA
TENGAH,” vol. 7, no. 5, pp. 3–10, 2023.
[7] Trisnawati R. E., Kurnia L., dan Kawu M. F., “Pelatihan Pembuatan Nugget Kelor
sebagai Alternatif Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Anak Balita,” Abdimas Univers.,
vol. 5, no. 1, pp. 92–96, 2023, doi: 10.36277/abdimasuniversal.v5i1.287.
[8] Viani T. O., “FORMULASI TEPUNG DAUN KELOR ( Moringa oleifera L.) DAN
TEPUNG TERIGU TERHADAP MUTU SENSORI, FISIK, DAN KIMIA CUPCAKE,” 2022.
[9] Matondang S. N. dan Asmaq N., “Pemanfaatan daun kelor (Moringa Leifra) dalam
fortifikasi pembuatan nugget,” J. Pharm. Sci., vol. 09, no. 30, pp. 123–129, 2024, doi:
10.36490/journal-jps.com.v7i1.433.
[10] Widyawatiningrum E., Nur S., dan Ida N. C., “Kadar protein dan organoleptik nugget
ayam fortifikasi daun kelor (Moringa oleifera Lamk),” Semin. Nas. Has. Penelit. dan
Pengabdi. Masy., no. 1998, pp. 200–205, 2018.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Lidwina Pandhita Febriyani, Kholifah Jinan, Ummi Khairi Putri, Amy Arbaatun Nisa Astuti, Tsaqif Nafi’urrahman, Mukhammad Lecha Faroq Hidayatullah, S Sufilawati, Suci Rahmadhani, Sayyid Fahmi Zain

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.