Efektivitas Proprioceptive Exercise terhadap Pemulihan Fungsional Ankle Pasca Cedera Sprain: Literature Review
Abstract
Latar Belakang: Cedera ankle sprain merupakan cedera muskuloskeletal yang paling sering terjadi dalam aktivitas olahraga, mencakup 80-90% dari seluruh kasus cedera ankle. Kondisi ini menyebabkan gangguan propriosepsi, penurunan keseimbangan, dan instabilitas sendi, di mana 20-75% kasus dapat berkembang menjadi Chronic Ankle Instability (CAI). Tujuan: Mengetahui efektivitas proprioceptive exercise terhadap pemulihan fungsional ankle pasca cedera sprain. Metode: Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan PRISMA dari PubMed, Google Scholar, Scopus, dan ScienceDirect (2018-2026). Dari 4.979 artikel yang tersaring, 12 studi Randomized Controlled Trial (RCT) memenuhi kriteria inklusi dengan skor PEDro Scale 6-9. Hasil: Seluruh 12 studi menunjukkan bahwa proprioceptive exercise secara signifikan meningkatkan propriosepsi, keseimbangan, stabilitas, dan fungsi ankle (p<0,05). Latihan pada permukaan tidak stabil, balance device training, dan plyometric terbukti lebih efektif dibandingkan latihan konvensional, dengan durasi optimal 6-8 minggu frekuensi minimal 3 kali per minggu. Simpulan: Proprioceptive exercise efektif meningkatkan stabilitas dan fungsi ankle pasca cedera sprain serta mencegah perkembangan menuju CAI.
