Academic Physiotherapy Conference Proceeding
https://proceedings.ums.ac.id/apc
<p>Proceeding Title: <strong>Academic Physiotherapy Conference Proceeding<br /></strong>Organizer: Department of Physiotherapy, Universitas Muhammadiyah Surakarta<br />ISSN (Online): <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20220105001128159" target="_blank" rel="noopener">2809-7475</a><br />INDEXED: <a href="https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/journal/view/27049" target="_blank" rel="noopener">Garuda</a></p> <p><a href="http://apc.ums.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">Academic Physiotherapy Conferences</a> are a series of activities that include international seminars and call papers. This activity aims to improve literacy and scientific publications of physiotherapy which specifically discuss cases related to problems of function and movement of the human body.</p>Universitas Muhammadiyah Surakartaen-USAcademic Physiotherapy Conference Proceeding2809-7475Penatalaksanaan Fisioterapi pada Pasien pasca Operasi Double Valve Replacement di RSUP Dr. Kariadi Semarang: Case Report
https://proceedings.ums.ac.id/apc/article/view/7589
<p>Latar Belakang: Prosedur Double Valve Replacement (DVR) dengan sternotomi sering kali memicu komplikasi respirasi dan penurunan kapasitas fungsional yang memerlukan penanganan rehabilitasi dini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efek fisioterapi Fase I terhadap fungsi respirasi dan kapasitas fisik pasien pasca-DVR. Metode: Studi kasus ini meneliti satu pasien laki-laki berusia 20 tahun di ICCU menggunakan intervensi breathing exercise, myofascial release, dan mobilisasi bertahap berbasis FITT, dengan alat ukur ekspansi toraks dan ICU Mobility Scale (IMS). Hasil:Terapi selama tiga sesi meningkatkan ekspansi toraks dan meningkatkan skor IMS secara signifikan dari skala 2 menjadi 9 tanpa mengganggu stabilitas hemodinamik. Kesimpulan: Intervensi fisioterapi dini secara aman mengakselerasi kemandirian fungsional serta mengoptimalkan ventilasi paru pasien pasca-DVR.</p>Gita Shofwa LahatiWahyu Tri SudaryantoPurnomo GaniDiani Qomaradewi Indah Sari
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-08-112026-08-11112Efektivitas Balance Training terhadap Pencegahan Cedera Ankle pada Atlet: A Systematic Literature Review
https://proceedings.ums.ac.id/apc/article/view/7590
<p>Latar Belakang: Cedera ankle sprain merupakan cedera muskuloskeletal yang paling sering terjadi pada atlet dengan tingkat rekurensi tinggi. Balance training telah diajukan sebagai strategi preventif yang efektif, namun bukti ilmiahnya masih beragam. Tujuan: Mengevaluasi efektivitas program balance training dalam mencegah cedera ankle pada atlet melalui pendekatan systematic literature review. Metode: Pencarian sistematis dilakukan pada empat basis data (PubMed, Google Scholar, ScienceDirect, Cochrane Library). Sebanyak 8 studi RCT/CCT yang melibatkan 2.603 atlet diinklusi berdasarkan PRISMA guidelines dan dinilai menggunakan PEDro Scale. Hasil: Delapan studi menunjukkan perbaikan signifikan pada keseimbangan dinamis, propriosepsi, dan stabilitas ankle setelah program balance training 4-12 minggu. Enam studi melaporkan penurunan insiden ankle sprain secara bermakna. Skor PEDro berkisar 7-9/10 (baik hingga sangat baik). Kesimpulan: Balance training efektif mengurangi risiko ankle sprain pada atlet, khususnya program ≥6 minggu yang mengintegrasikan komponen proprioseptif, perturbasi, dan multi-arah secara progresif.</p>Viona Susan AnggraeniShilah Kalimatun SawaNadya Maulita PutriArif Pristiano
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-08-112026-08-111326Efektivitas Nordic Hamstring Exercise terhadap Knee Stability pada Atlet Sepak Bola pasca Cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL): Literature Review
https://proceedings.ums.ac.id/apc/article/view/7591
<p>Latar Belakang: Cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) merupakan salah satu cedera lutut yang paling sering terjadi pada atlet sepak bola dan berkaitan dengan penurunan stabilitas lutut, performa fisik, serta peningkatan risiko cedera berulang. Nordic Hamstring Exercise (NHE) banyak diterapkan dalam program rehabilitasi pasca cedera ACL karena mampu meningkatkan kekuatan eksentrik otot hamstring dan stabilitas dinamis lutut. Tujuan: Menganalisis efektivitas Nordic Hamstring Exercise dalam meningkatkan stabilitas lutut pada atlet sepak bola pasca cedera ACL. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menelaah secara sistematis artikel ilmiah mengenai pengaruh NHE terhadap kekuatan otot hamstring, kontrol neuromuskular, keseimbangan, dan stabilitas lutut. Artikel diperoleh melalui Google Scholar menggunakan kata kunci yang relevan. Setelah menerapkan kriteria inklusi dan eksklusi, sembilan artikel yang memenuhi syarat dianalisis secara deskriptif. Hasil: Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa NHE efektif meningkatkan kekuatan eksentrik otot hamstring, kontrol neuromuskular, propriosepsi, keseimbangan fungsional, dan stabilitas lutut. Peningkatan tersebut juga berkaitan dengan penurunan risiko cedera berulang pada atlet pasca cedera ACL. Kesimpulan: Nordic Hamstring Exercise merupakan strategi rehabilitasi yang efektif untuk meningkatkan stabilitas lutut, kekuatan otot hamstring, kontrol neuromuskular, propriosepsi, dan keseimbangan fungsional sehingga berkontribusi terhadap penurunan risiko cedera berulang pada atlet sepak bola pasca cedera ACL.</p>Alya Dewi KhalisaFebiola IrawatiArif Pristianto
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-08-112026-08-112747Efektifitas Latihan Penguatan Otot untuk Pencegahan Sprain Ankle: Literature Review
https://proceedings.ums.ac.id/apc/article/view/7592
<p>Latar Belakang: Ankle Sprain merupakan salah satu cedera muskuloskeletal yang paling umum terjadi secara global, dengan angka kekambuhan mencapai 70%-73% yang berisiko berkembang menjadi Chronic Ankle Instability (CAI). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas latihan penguatan otot, baik pada area proksimal (panggul) dan distal (pergelangan kaki), dalam mencegah sprain ankle dan rehabilitasi CAI. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review terhadap 8 studi Randomized Control Trial (RCT) yang dipublikasikan antara tahun 2016-2026 melalui data base PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect. Kualitas metodologi dinilai menggunakan Skala PEDro. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa latihan penguatan otot panggul khususnya abduktor panggul dan otot pergelangan kaki seperti peroneus longus dan tibialis anterior secara signifikan meningkatkan keseimbangan statis dan dinamis, kekuatan otot, serta kapasitas fungsional yang diukur melalui skor FAAM dan Y-Balance Test. Kesimpulan: Latihan penguatan otot efektif dalam mencegah cedera berulang dan meningkatkan stabilitas sendi pada penderita sprain ankle. Pendekatan latihan yang komprehensif dan berkelanjutan sangat disarankan untuk memastikan pemulihan kontrol motorik yang mendalam.</p>Rosyidatul LuthfiyahNaulifa Ramadhani DarmawanN NihayatuzzainIsra Rahma Nur AfifahZahraura Catur KriswantoArif Pristianto
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-08-112026-08-114866Efektivitas Proprioceptive Exercise terhadap Pemulihan Fungsional Ankle Pasca Cedera Sprain: Literature Review
https://proceedings.ums.ac.id/apc/article/view/7593
<p>Latar Belakang: Cedera ankle sprain merupakan cedera muskuloskeletal yang paling sering terjadi dalam aktivitas olahraga, mencakup 80-90% dari seluruh kasus cedera ankle. Kondisi ini menyebabkan gangguan propriosepsi, penurunan keseimbangan, dan instabilitas sendi, di mana 20-75% kasus dapat berkembang menjadi Chronic Ankle Instability (CAI). Tujuan: Mengetahui efektivitas proprioceptive exercise terhadap pemulihan fungsional ankle pasca cedera sprain. Metode: Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan PRISMA dari PubMed, Google Scholar, Scopus, dan ScienceDirect (2018-2026). Dari 4.979 artikel yang tersaring, 12 studi Randomized Controlled Trial (RCT) memenuhi kriteria inklusi dengan skor PEDro Scale 6-9. Hasil: Seluruh 12 studi menunjukkan bahwa proprioceptive exercise secara signifikan meningkatkan propriosepsi, keseimbangan, stabilitas, dan fungsi ankle (p<0,05). Latihan pada permukaan tidak stabil, balance device training, dan plyometric terbukti lebih efektif dibandingkan latihan konvensional, dengan durasi optimal 6-8 minggu frekuensi minimal 3 kali per minggu. Simpulan: Proprioceptive exercise efektif meningkatkan stabilitas dan fungsi ankle pasca cedera sprain serta mencegah perkembangan menuju CAI.</p>Sri Sulistiani T. LadjidjiSania Nada ShofiaJabran Ilham SariMuhammad Akmal AmirulhaqNaufal Hady KusumaArif Pristianto
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-08-112026-08-116783Nilai Prediktif Kebugaran Kardiovaskular untuk Deteksi Dini Risiko Kesehatan pada Remaja: Cross-Sectional Study
https://proceedings.ums.ac.id/apc/article/view/7594
<p>Latar belakang: Kebugaran kardiovaskular pada remaja merupakan indikator penting kesehatan jangka panjang, tetapi data skrining awal pada remaja Indonesia masih terbatas. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kebugaran kardiovaskular (VO₂max) dengan parameter hemodinamik sederhana, yaitu tekanan darah sistolik (SBP), tekanan darah diastolik (DBP), dan denyut jantung (HR) pada remaja. Metode: Studi cross-sectional dilakukan pada 78 remaja di Surakarta. VO₂max diestimasi menggunakan Cooper 12-Minute Run Test. HR dan tekanan darah diukur dengan pulse oximeter dan sphygmomanometer digital yang telah dikalibrasi. Analisis deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan korelasi Pearson/Spearman digunakan sesuai distribusi data dengan batas signifikansi p<0,05. Hasil: Sebagian besar responden berada pada kategori VO₂max sangat buruk atau buruk (91,0%). Tekanan darah diastolik menunjukkan proporsi kategori hipertensi yang lebih besar dibandingkan tekanan darah sistolik. VO₂max berhubungan bermakna dengan SBP dan DBP (r=0,619; p<0,001) serta HR (r=0,310; p=0,009). Kesimpulan: Kebugaran kardiovaskular yang diukur melalui VO₂max berhubungan signifikan dengan tekanan darah dan denyut jantung pada remaja, menunjukkan bahwa kapasitas aerobik dapat menjadi indikator penting dalam pemantauan kesehatan kardiovaskular sejak dini.</p>Rinna Ainul MaghfirohArif Pristianto
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-08-112026-08-118495