Perawatan Pulpotomi pada Gigi Desidui Posterior Mandibula: Laporan Kasus
Abstract
Latar belakang: Menjaga kesehatan mulut anak dapat mencegah masalah yang lebih kompleks seperti karies gigi yang dapat mengganggu perkembangan gigi. Dengan prevalensi global sebesar 80-95% dan 94,3% di Indonesia untuk Karies Anak, kebiasaan buruk dalam menjaga kesehatan gigi dan kesadaran yang rendah memperburuk masalah tersebut. Karies lanjut yang menyebabkan keterlibatan pulpa dapat diobati dengan pulpotomi, yaitu prosedur membuang pulpa koronal yang meradang dan mempertahankan vitalitas pulpa radikular menggunakan formocresol. Perawatan ini mencegah kehilangan gigi prematur, maloklusi, dan memastikan fungsi dan perkembangan gigi yang baik.
Tujuan: Laporan kasus ini membahas tentang perawatan pulpotomi pada gigi sulung yang mengalami pulpitis reversible.
Laporan kasus: Anak perempuan berusia 8 tahun datang ke RSGM Soelastri dengan keluhan gigi berlubang pada gigi molar bawah kiri terasa sensitif terhadap dingin. Diagnosis pulpitis reversibel dipastikan melalui pemeriksaan klinis dan radiografi. Anak tersebut menjalani pulpotomi, meliputi anestesi, pembuangan karies, dan fiksasi ruang pulpa dengan formocresol dan zinc oxide eugenol. Setelah pulpotomi berhasil, gigi direstorasi dengan stainless steel crown.
Diskusi: Kondisi pulpitis reversible ini bisa ditangani dengan perawatan pulpotomi sebagai salah satu cara untuk mempertahankan vitalitas gigi sulung yang sudah mengenai tanduk pulpa.
Kesimpulan: Memberikan gambaran mengenai keberhasilan perawatan pulpotomi pada gigi sulung dengan diagnosis pulpitis reversible
