Suspek Fibroma pada Gigi Impaksi: Laporan Kasus
Abstract
Latar belakang: Fibroma merupakan tumor jinak rongga mulut yang paling sering terjadi sebagai respon terhadap iritasi atau trauma lokal. Ukuran fibroma dapat bervariasi dari milimeter hingga beberapa sentimeter yang berkembang secara bertahap selama beberapa bulan atau tahun. Fibroma memiliki karakteristik berupa lesi nodul dengan batas jelas, konsistensi kenyal, bertangkai, lebih pucat dari jaringan sekitar, dan asimptomatik. Perawatan multidisiplin antara penyakit mulut, bedah mulut, radiologi, dan patologi anatomi dibutuhkan dalam penegakan diagnosis dan penatalaksanaannya.
Tujuan: Laporan kasus ini bertujuan untuk mempresentasikan gambaran klinis dan perawatan fibroma di regio molar ketiga mandibula yang impaksi.
Laporan kasus: Pasien perempuan 45 tahun datang dengan keluhan adanya pembengkakan pada gusi daerah gigi belakang kiri bawah tanpa rasa sakit selama satu tahun terakhir. Pemeriksaan klinis menunjukkan lesi nodula pada distolingual gingiva gigi 38 yang impaksi, berbatas tegas, konsistensi kenyal, berukuran 6 x 12 mm, dan memiliki warna yang lebih pucat dibandingkan dengan jaringan sekitar. Berdasarkan anamnesis dan evaluasi klinis, didapatkan diagnosis sementara yaitu fibroma. Tatalaksana yang dilakukan yaitu odontektomi untuk menghilangkan faktor etiologi. Ukuran lesi mengecil menjadi 3 x 5 mm pada dua bulan pasca odontektomi. Hal ini menunjukkan bahwa odontektomi sangat efektif untuk menghilangkan faktor etiologi fibroma.
Diskusi: Fibroma umumnya ditatalaksana dengan menghilangkan faktor etiologi diikuti dengan eksisi total. Rekurensi dapat terjadi jika regio yang sama mengalami trauma berulang.
Kesimpulan: Menghilangkan faktor etiologi merupakan pilihan perawatan yang tepat untuk eliminasi fibroma dan kontrol jangka panjang diperlukan untuk evaluasi.
