Pendekatan Multidisiplin dalam Diagnosis dan Tatalaksana Lesi Endo-Perio: Laporan Kasus
Abstract
Latar belakang: Lesi endo-perio merupakan kondisi kompleks yang melibatkan interaksi antara sistem endodontik dan periodonsium. Sekitar 50% kasus kehilangan gigi disebabkan oleh infeksi endodontik, periodontal, atau kombinasi keduanya. Diagnosis yang akurat dan penatalaksanaan yang tepat merupakan faktor kunci perawatan lesi endo-perio karena kesalahan mengidentifikasi sumber infeksi menentukan keberhasilan perawatan.
Tujuan: Laporan ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membahas pendekatan multidisiplin dalam diagnosis dan penatalaksanaan lesi endo-perio. Dengan menekankan pentingnya diagnosis yang akurat dan perencanaan terapi yang tepat, kedua faktor ini menjadi aspek krusial dalam memastikan keberhasilan penanganan kasus lesi endo-perio.
Laporan kasus: Seorang pasien wanita berusia 27 tahun datang dengan keluhan sensitivitas pada gigi molar pertama mandibula. Pemeriksaan klinis dan radiografi menunjukkan adanya lesi endodontik primer dengan keterlibatan periodontal sekunder, termasuk keterlibatan bifurkasi. Penatalaksanaan dilakukan melalui kombinasi perawatan saluran akar, dilanjutkan dengan restorasi endocrown lithium disilicate, serta perawatan periodontal berupa free gingival graft.
Diskusi: Evaluasi pasca-perawatan menunjukkan perbaikan yang signifikan, ditandai dengan tidak adanya keluhan dari pasien serta regenerasi tulang dan jaringan periapikal. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa diagnosis yang akurat dan pendekatan multidisiplin yang mengintegrasikan perawatan endodontik dan periodontal secara efektif dapat mengatasi lesi endo-perio dan meningkatkan keberhasilan perawatan.
Kesimpulan: Penatalaksanaan lesi endo-perio memerlukan pemahaman mendalam tentang hubungan antara pulpa dan jaringan periodontal. Keberhasilan perawatan pada kasus ini dipengaruhi oleh penerapan protokol diagnostik yang komprehensif serta strategi terapi endodontik dan periodontal yang terintegrasi secara tepat. Hasil kasus ini menunjukan bahwa pendekatan multidisiplin efektif dalam menentukan keberhasilan perawatan.
