Tantangan dalam Manajemen Infeksi HSV-1 pada Pasien Geriatri: Laporan Kasus
Abstract
Latar Belakang: Rekurensi infeksi herpes simpleks tipe 1 (HSV-1) pada populasi geriatri disebabkan oleh penurunan fungsi imun (imunosenesens), anemia, stres psikologis, paparan sinar ultraviolet, serta kondisi imunokompromis. Manifestasi klinis yang berat dan penyebaran lesi ke luar rongga mulut menuntut penanganan khusus.
Tujuan: Laporan kasus ini bertujuan untuk membahas tantangan dalam manajemen HSV-1 rekuren pada pasien geriatri dengan berbagai faktor predisposisi, serta menekankan pentingnya pendekatan multidisipliner.
Laporan Kasus: Seorang perempuan berusia 63 tahun datang ke RSKGM FKG UI dengan keluhan ulserasi multipel di rongga mulut, vesikel, dan krusta pada bibir serta cuping hidung, yang berulang hampir setiap dua bulan selama dua tahun terakhir. Pemeriksaan serologi menunjukkan IgG HSV-1 positif (rasio 5,07). Pasien memiliki riwayat anemia, gangguan kecemasan, hipertensi, dan gastroesophageal reflux disease (GERD). Terapi yang diberikan mencakup asiklovir oral 800 mg lima kali sehari, krim asiklovir 5%, kumur benzydamine HCl, dan kompres NaCl 0,9%, serta rujukan ke spesialis dermatologi. Evaluasi satu minggu kemudian menunjukkan perbaikan klinis.
Diskusi: Rekurensi HSV-1 pada lansia dipengaruhi oleh imunosenesens, anemia, dan stres psikologis yang melemahkan sistem imun dan memicu reaktivasi virus. Terapi antivirus sistemik dan topikal efektif untuk fase akut, namun manajemen jangka panjang memerlukan penatalaksanaan komorbiditas dan dukungan psikososial.
Kesimpulan: Manajemen HSV-1 rekuren pada pasien geriatri membutuhkan pendekatan multidisipliner yang mencakup terapi antivirus, kontrol komorbiditas, serta intervensi psikososial guna mencegah kekambuhan dan meningkatkan kualitas hidup.
