Faktor Kegagalan dalam Melakukan Restorasi pada Pasien Klas II: Laporan Kasus
Abstract
Latar belakang: Restorasi GV. Black klas II merupakan salah satu teknik restorasi yang sulit dilakukan karena terletak pada proksimal gigi yang dapat menghalangi jarak pandang operator dalam melakukan inspeksi. Aplikasi resin komposit pada kavitas restorasi klas II dapat mengalami kegagalan yang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu overfilling, karies yang belum bersih, pembentukan bevel pada proksimal gigi yang tidak disertai oleh dove tail pada oklusal, tidak menggunakan matrix sectional yang bertujuan untuk membentuk area proksimal dan memungkinkan kondensasi yang optimal, isolasi area kerja untuk meminimalisasikan terkena saliva dan kondensasi. Dalam restorasi GV. Black klas II harus memperhatikan teknik dan langkah-langkah, seperti preparasi kavitas, pembersihan karies, pembuatan bevel beserta dovetail, isolasi daerah kerja, pemasangan matrix sectional, teknik restorasi dan aplikasi bahan resin komposit.
Tujuan: Melaporkan penanganan restorasi klas II yang mengalami kegagalan dan faktor-faktor yang perlu diperhatikan.
Kasus: Seorang pasien laki-laki berusia 41 tahun datang ke RSGM dengan keluhan gigi kiri belakang rahang bawah terasa ngilu dan tambalan lepas belum ada satu minggu. Pemeriksaan intraoral terdapat kavitas kedalaman dentin. Perkusi (-), palpasi (-), sondasi (+) dan vitalitas (+), EPT 2.
Diskusi: Perawatan karies dentin pada proksimal gigi dilakukan dengan restorasi klas II. Teknik restorasi klas II terdapat penyulit yaitu jarak pandang opator sehingga sulit untuk mencapai hasil yang ideal. Faktor kegagalan lainnya yang sering terjadi adalah isolasi area kerja, kondensasi, penggunaan matrix yang kurang tepat. Kondensasi kurang bagus dikarenakan interface antara gigi juga kurang bagus sehingga perlekatannya tidak sempurna.
Kesimpulan: karies dentin yang terdapat pada proksimal dilakukan dapat dengan restorasi klas II dengan beberapa faktor kegagalan yang mungkin terjadi karena tambalan lepas yaitu isolasi area kerja, kondensasi,penggunaan matrix.
