Tatalaksana Fraktur Dentoalveolar pada Pasien Pediatri dengan ORIF: Laporan Kasus

Authors

  • M. Yusuf Diansyah Universitas Sriwijaya
    Indonesia
  • Annisa Anindya Universitas Sriwijaya
    Indonesia
  • Roberto A. Hutapea RS Umum Pusat dr. J. Leimena Ambon
    Indonesia

Abstract

Latar belakang: Fraktur dentoalveolar merupakan kerusakan pada tulang alveolar yang melibatkan struktur gigi akibat trauma. ORIF (Open Reduction Internal Fixation) merupakan salah satu pilihan tatalaksana fraktur dentoalveolar. Fraktur dentoalveolar pada pasien pediatri memerlukan pertimbangan khusus karena potensi komplikasi yang berhubungan dengan pertumbuhan alveolar, erupsi, posisi, dan oklusi gigi.

Tujuan: Laporan kasus ini menjelaskan mengenai tatalaksana fraktur dentoalveolar pada pasien pediatri dengan metode ORIF dilanjutkan dengan fiksasi eyelet.

Laporan kasus: Seorang anak laki- laki berusia 8 tahun datang ke Poli Bedah Mulut RSUP Dr. Johannes Leimena Ambon dengan riwayat nyeri dan bengkak akibat kecelakaan sepeda empat hari lalu. Pemeriksaan klinis ekstraoral ditemukan asimetri wajah, hiperemi, dan oedema. Pemeriksaan intraoral ditemukan trismus dan step deformitas alveolar regio distal 53 sampai distal tuberositas maksila dextra menyebabkan ketidakseimbangan oklusi. Pemeriksaan CT scan dilakukan untuk mengonfirmasi posisi fraktur. Pasien didiagnosis dengan fraktur dentoalveolar posterior maksila dextra, dengan tatalaksana refrakturing, ORIF, dan fiksasi intermaksila menggunakan eyelet pada regio anterior.

Diskusi: Prinsip penanganan trauma dentoalveolar pada pasien pediatri perlu mempertimbangkan berbagai faktor dengan memberikan perhatian khusus terhadap pertumbuhan psikologis, fisiologis, dan anatominya. Kerjasama yang baik antara tim kegawatdaruratan dental dan bedah mulut harus diberikan kepada pasien sesegera mungkin.

Kesimpulan: Perawatan fraktur dentoalveolar untuk pasien pediatri dalam periode gigi bercampur pada kasus ini menggunakan metode ORIF dipilih untuk mencegah komplikasi pertumbuhan tulang alveolar dan gigi. Tindak lanjut klinis dan radiografi jangka panjang pasca perawatan fraktur dentoalveolar pada pasien pediatri penting untuk dilakukan.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-07-03