Preservasi Benih Gigi Permanen pada Fraktur Simfisis Mandibula pada Anak Umur 2,5 Tahun
Abstract
Latar belakang: Penanganan fraktur mandibula pada pasien pediatrik berbeda dari pasien dewasa karena adanya kekhawatiran terkait gangguan pada pertumbuhan mandibula dan perkembangan benih gigi permanen. Tatalaksana fraktur mandibula pediatrik diharapkan dapat mereduksi fragmen fraktur sesuai anatomi semula, immobilisasi fragmen fraktur, dan mengembalikan fungsi dengan meminimalkan morbiditas pada perkembangan tulang dan benih gigi permanen.
Tujuan: Laporan ini menyajikan penggunaan thermoformed splint yang dibuat pada saat intraoperatif dan difiksasi dengan circummandibular wiring tanpa fiksasi maksilomandibular sebagai perawatan konservatif dan minimal invasif pada pasien pediatrik.
Laporan kasus: Seorang anak laki-laki berusia 2,5 tahun mengeluhkan perdarahan pada rahang bawah dan dagu kanan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Tampak deformitas wajah, laserasi di regio mentum kanan dan di regio mesial gigi 71-81, avulsi gigi 81, maloklusi, terdapat diskontinuitas mandibula dengan segmen mandibula kanan bergeser ke lingual dan superior, dan tampak hematom sublingual. CT scan kepala praoperatif mengkonfirmasi adanya fraktur di regio simfisis mandibula dengan perpindahan segmen fraktur yang signifikan. Perawatan dilakukan dengan menggunakan thermoformed splint yang dibuat pada saat intraoperatif dan difiksasi dengan circummandibular wiring tanpa fiksasi maksilomandibular dengan anestesi umum. Oklusi pasien membaik setelah operasi.
Diskusi: Thermoformed splint memberikan immobilisasi yang memadai untuk fragmen fraktur. Ketebalan splint yang merata membantu menjaga oklusi dalam hubungan yang normal dan memungkinkan pembukaan mulut yang aktif yang penting untuk menghindari ankilosis pada sendi temporomandibular.
Kesimpulan: Perawatan fraktur mandibula pediatrik dengan thermoformed splint yang difiksasi dengan circummandibular wiring memberikan hasil yang baik, efektif, minimal invasif untuk mencegah cedera iatrogenik pada struktur anatomi di sekitar garis fraktur.
