Tantangan dalam Perawatan Endodontik pada Mesotaurodontism Gigi Premolar Kedua Maksila: Laporan Kasus

Authors

  • Julia Dharmawan Universitas Indonesia
    Indonesia
  • Anggraini Margono Universitas Indonesia
    Indonesia

Abstract

Latar Belakang: Mesotaurodonsia pada gigi premolar ditandai dengan ruang pulpa yang memanjang secara vertikal serta perubahan konfigurasi saluran akar, sehingga menimbulkan tantangan tersendiri dalam melakukan perawatan endodontik, terutama dalam navigasi instrumen endodontik, irigasi serta adaptasi material obturasi. Penggunaan sistem magnifikasi, instrumentasi dan obturasi yang tepat penting untuk keberhasilan perawatan.

Tujuan: Mendeskripsikan secara komprehensif penatalaksaan endodontik pada gigi premolar kedua maksila dengan mesotaurodonsia.

Laporan Kasus: Pria berusia 25 tahun datang untuk melanjutkan perawatan saluran akar ulang pada gigi premolar kedua kiri atas dengan keluhan nyeri saat menggigit. Pemeriksaan klinis menunjukkan tambalan sementara pada oklusal. Uji vitalitas negatif, perkusi positif, dan palpasi negatif. Radiograf menunjukkan ruang pulpa yang memanjang secara vertikal dengan perbandingan korona-pulpa lebih besar dari normal, dua saluran akar dengan titik konvergensi lebih apikal dari normal Taurodontic Index (TI) = 39.57 (mesotautodonsia) dan adanya gambaran radiopasitas pada dinding saluran akar.

Diskusi: Diagnosis berdasarkan AAE (2013) adalah previously treated; symptomatic apical periodontitis. Rencana perawatan berupa perawatan saluran akar ulang non-bedah, pemasangan pasak anatomis, dan restorasi adhesif indirek teknik preparasi berbasis morfologi. Preparasi saluran akar menggunakan ProTaper Gold files dengan aktivasi irigasi ultrasonik. Obturasi dilakukan dengan teknik single-cone menggunakan bioceramic sealer dibawah magnifikasi dental operating microscope. Pasak anatomis kemudian dibentuk, diikuti pembentukan core dan restorasi indirek adesif lithium disilicate.

Kesimpulan: Mesotaurodonsia menimbulkan tantangan besar terutrama dalam negosiasi saluran akar dilanjutkan instrumentasi, dan obturasi selama perawatan endodontik. Keberhasilan perawatan bergantung pada penggunaan magnifikasi, teknik instrumentasi, obturasi dan restorasi pasca-endodontik yang optimal untuk memastikan penutupan hermetis saluran akar dan mencegah komplikasi jangka panjang.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-07-03