Kelainan Pertumbuhan dan Perkembangan Gigi pada Anak di RSGM Soelastri: Rangkaian Kasus
Abstract
Latar Belakang: Pertumbuhan dan perkembangan gigi adalah proses biologis yang rumit, dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Gigi mulai terbentuk sejak tahap embrio dan melewati beberapa fase penting, termasuk inisiasi, proliferasi, histodiferensiasi, morfodiferensiasi, serta kalsifikasi. Jika terjadi gangguan dalam salah satu tahapan ini, dapat muncul kelainan tumbuh kembang gigi yang berdampak pada fungsi oral, estetika, serta kesehatan anak secara keseluruhan.
Tujuan: Untuk melaporkan kelainan pertumbuhan dan perkembangan gigi pada anak di RSGM Soelastri.
Laporan kasus: Kasus 1: anak 8 tahun datang dengan keluhan gigi kesundulan. Hasil pemeriksaan intraoral, gigi 81 dan 82 persistensi dengan kondisi geminasi. Hasil rontgen panoramik gigi 81 dan 82 menyatu bagian akar dan mahkota. Penatalaksanaan dilakukan ekstraksi. Kasus 2: anak 7 tahun datang dengan keluhan gigi permanen belum tumbuh. Hasil pemeriksaan intraoral, gigi 72 dan 82 missing. Hasil rontgen panoramik tidak ada benih gigi 31 dan 41. Kasus 3: anak 9 tahun datang dengan keluhan gigi berlubang. Hasil pemeriksaan intraoral terdapat karies pada gigi 55, 54, 52, 62, 64, 74, 84, dan 85. Hasil rontgen panoramik tidak ada benih gigi 15 dan 25. Penatalaksanaan pada kasus 2 dan kasus 3 dengan penggunaan space maintainer sebelum dilakukan perawatan ortodontik. Kasus 4: anak 10 tahun datang dengan keluhan giginya berwarna kecoklatan. Hasil pemeriksaan intraoral, gigi 14,24,34,44 mengalami hipoplasia enamel. Penatalaksanaan kasus ini dapat dilakukan penggunaan fluoride.
Diskusi: Dari keempat kasus di atas bahwa kelainan tumbuh kembang gigi pada anak, seperti geminasi, hipodonsia, dan hipoplasia enamel, memerlukan deteksi dini dan penatalaksanaan yang tepat agar dapat mencegah dampak negatif terhadap fungsi pengunyahan, estetika, dan kesehatan mulut secara keseluruhan.
Kesimpulan: Geminasi pada gigi decidui dapat dilakukan perawatan ekstraksi gigi. Pada kasus hipodonsia dapat dilakukan perawatan penggunaan space maintainer untuk tetap menjaga ruang. Perawatan pada hipoplasia enamel dapat menggunakan fluoride untuk memperkuat enamel.
