Tantangan Diagnosis pada Pseudoepitheliomatous Hyperplasia Oral (Kasus Langka): Laporan Kasus
Abstract
Latar Belakang: Pseudoepitheliomatous Hyperplasia (PEH) adalah proliferasi reaktif sel epitel yang dipicu oleh infeksi, neoplasia, peradangan, atau trauma, di dalam rongga mulut memiliki kemiripan dengan karsinoma sel skuamosa oral (OSCC) sehingga menyulitkan dalam mendiagnosis.
Tujuan: Mendeskripsikan tantangan diagnostik, identifikasi berbagai faktor lokal dan sistemik, serta pendekatan komprehensif dalam bidang penyakit mulut pada kasus Pseudoepitheliomatous Hyperplasia (PEH) oral.
Laporan Kasus: Pasien rawat inap perempuan usia 60 tahun dikonsul dari penyakit dalam untuk evaluasi dan tatalaksana tumor lidah curiga karsinoma yang timbul sejak 6 bulan yang lalu. Diagnosis sistemik yaitu general weakness, diabetes melitus dan sepsis. Biopsi lidah sudah dilakukan di RS sebelumnya dengan hasil Pseudoepitheliomatous Hyperplasia (PEH). Tampak lesi berupa multipel nodul warna merah muda, konsistensi kenyal, disertai ulserasi multipel pada lidah, mukosa bukal, dan bibir disertai oral hygiene yang buruk. Nodul multiple warna coklat kehitaman pada tangan dan kaki. Tatalaksana oral dengan aplikasi chlorhexidine gluconate 0,2% dan visit rutin berkala setiap 2 hari. Saat pasien diperbolehkan rawat jalan, keluhan mulut dan oral hygiene membaik disertai ulserasi mukosa bukal yang sudah sembuh. Dua bulan kemudian, pasien kembali dikonsulkan dari instalasi rawat inap oleh dokter penyakit dalam. Pemeriksaan intra oral tampak ulserasi dan nodul pada lidah sebagian mengecil, nodul baru berwarna pink pucat pada mukosa bukal dan multiple pada bibir, disertai ulserasi dengan krusta kekuningan. Terapi masih dengan aplikasi chlorhexidine gluconate 0,2% dan visit rutin berkala.
Diskusi: PEH oral memiliki tantangan diagnostik karena kemiripannya dengan OSCC dan lesi lainnya. Meskipun telah dikonfirmasi secara histopatologis, etiologinya masih belum jelas. Diagnosis banding mencakup iritasi kronis, peradangan sistemik, dan penyakit autoimun. Pendekatan multidisiplin sangat penting untuk diagnosis yang akurat dan penatalaksanaan yang optimal.
Kesimpulan: Tantangan utama diagnostik pada kasus PEH disebabkan karena perubahan pada sebagian besar tampilan klinis yang diduga terkait dengan kondisi sistemik. Prevalensi terjadinya PEH oral sangat jarang, berkontribusi pada sulitnya penanganan yang komprehensif pada kasus seperti ini.
