Proceeding Seminar on Food and Dietetic https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet <p>Proceeding Title: <strong>Proceeding Seminar on Food and Dietetic<br /></strong>Organizer: Program Pendidikan Profesi Dietisien, Universitas Muhammadiyah Surakarta<br />ISSN (Online): <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20251124351126055" target="_blank" rel="noopener">3123-2825</a></p> <p><a href="https://conferences.ums.ac.id/fooddiet" target="_blank" rel="noopener">Seminar Nasional dan Call for Papers Seminar on Food and Dietetics</a> merupakan sebuah acara yang bertujuan untuk mengumpulkan dan mempublikasikan artikel-artikel penelitian dalam bidang gizi dan dietetik. Tema utama yang diangkat meliputi pengembangan makanan enteral, gizi klinik, dan gizi masyarakat. Karya ilmiah yang tersaji ini tidak hanya menjadi media diseminasi ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan praktik gizi dan dietetik, serta menjadi referensi berharga bagi peneliti, mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat luas.</p> en-US [email protected] (Dyah Intan Puspitasari, S.Gz., M.Nutr., RD) [email protected] (Dyah Intan Puspitasari, S.Gz., M.Nutr., RD) Fri, 29 Aug 2025 08:59:35 +0700 OJS 3.3.0.20 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Pengembangan Makanan Enteral Tinggi Branched-Chain Amino Acids berbasis Pangan Lokal Labu Kuning dan Ikan Lele untuk Pasien Sirosis Hati https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6047 <p>Pendahuluan: Malnutrisi sering terjadi pada 20-50% pasien sirosis hati akibat gangguan fungsi hati, penurunan absorpsi nutrisi, dan meningkatnya kebutuhan energi. Pasien juga mengalami penurunan kadar BCAA, yang penting untuk sintesis protein dan fungsi otot, sehingga asupan BCAA melalui makanan enteral sangat diperlukan. Formula enteral kaya BCAA dapat memperbaiki status gizi, mendukung regenerasi hati, dan mencegah komplikasi seperti ensefalopati hepatik. Formula berbahan pangan lokal labu kuning dan ikan lele yang tinggi BCAA dapat menjadi alternatif enteral tinggi BCAA untuk pasien sirosis hati.</p> <p>Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan dua perlakuan, kemudian dibandingkan dengan formula enteral komersial (FEK). Parameter yang diuji meliputi daya terima, viskositas, nilai gizi, osmolalitas, daya alir, dan harga. Data daya terima dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis (p&lt;0,05) dan uji Mann-Whitney bila signifikan. Perbedaan viskositas dianalisis dengan uji T-Test (p&lt;0,05), sedangkan osmolalitas, daya alir, dan harga dianalisis secara deskriptif.</p> <p>Hasil: Formula F1 memiliki kandungan energi, protein, karbohidrat, dan densitas lebih tinggi. Formula F2 menunjukkan viskositas berbeda signifikan (p=0,00), aspek gizi tidak berbeda signifikan (p=0,317) dan laju daya alir (0,25 cc/detik pada selang 12 dan 0,4 cc/detik pada selang 14). Osmolalitas F2 sebesar 485 mOsm/kg memenuhi standar formula enteral. Daya terima F1 dan F2 berbeda signifikan dibanding formula komersial (p=0,001). F2 lebih disukai karena proporsi labu kuning dan ikan lele 50% lebih sedikit dibanding F1, serta lebih ekonomis dengan biaya Rp31.219 per sajian.</p> <p>Simpulan: Formula enteral blenderized F2 direkomendasikan untuk pasien sirosis hati karena kandungan gizinya setara formula komersial, dengan viskositas dan osmolalitas sesuai standar formula enteral blenderized. Kombinasi nilai gizi, kualitas fisik, biaya, dan daya terima membuat F2 layak sebagai alternatif formula enteral.</p> Dhea Sadilla Anggraheni, Fitriana Mustikaningrum, Isna Rizqi Nurhikmah, Siti Rahmatun Hasanah, Siti Zulaikhah, Melya Ummunnisa Copyright (c) 2025 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6047 Fri, 29 Aug 2025 00:00:00 +0700 Formulasi Makanan Enteral dengan Sumber Bahan Pangan Lokal Tinggi Branched Chain Amino Acids (BCAA) dari Labu Kuning dan Kecipir untuk Penderita Sirosis Hati https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6048 <p>Pendahuluan: Penderita sirosis hati sulit memenuhi kebutuhan gizi secara oral, sehingga berisiko mengalami malnutrisi, kehilangan massa otot rangka, penurunan kekuatan fisik, dan status gizi. Dibutuhkan makanan enteral yang diformulasikan khusus, seperti labu kuning dan kecipir yang kaya asam amino esensial untuk mempertahankan massa otot dan β-karoten sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kandungan gizi, viskositas, osmolalitas, daya alir, endapan, daya terima, dan biaya dari formula enteral berbasis labu kuning dan kecipir.</p> <p>Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksperimental dengan 2 variasi perlakuan perbandingan persentase berat labu kuning dan kecipir yaitu LANCIP 1 (11:12) dan LANCIP 2 (12:11) yang kemudian dibandingkan dengan formula enteral komersial. Kandungan gizi dianalisis secara empiris. Viskositas diukur dengan viskometer, osmolalitas dengan osmometer, daya alir menggunakan NGT ukuran 14 fr, endapan diamati selama 3 jam, dan uji daya terima dilakukan oleh 15 panelis semi-terlatih dan dianalisis dengan uji kruskal-wallis.</p> <p>Hasil: Kandungan BCAA LANCIP 1 dan 2 lebih rendah 35,3% dari formula komersil. Nilai viskositas formula LANCIP 1 dan 2 berkisar 133,8-283,8 cP. Nilai osmolalitas formula LANCIP 1 dan 2 berkisar 398-450 mOsm/kg (formula komersil 415 mOsm/kg). Hasil daya alir pada formula LANCIP 1 dan 2 berkisar 0,81-2,33 cc/detik (formula komersil 1,78 cc/detik). Hasil uji endapan formula LANCIP 1 dan 2 yaitu setinggi 0,2 cm (formula komersil 0,3 cm). Hasil daya terima formula LANCIP 2 lebih disukai dibandingkan LANCIP 1, namun formula komersil masih unggul dalam semua aspek.</p> <p>Simpulan: Formula LANCIP 2 lebih direkomendasikan dibandingkan LANCIP 1 karena hasil uji mutu, daya terima, serta nilai gizi mendekati komersil.</p> Alya Aulia Rahma, Septilia Anggi Rahmawati, Lili Hernasari, Ferinda Rahma Mawadda, Faizah Zahrani, Farida Nur Isnaeni Copyright (c) 2025 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6048 Fri, 29 Aug 2025 00:00:00 +0700 Formula Enteral Blenderized untuk Diet Diabetes Melitus dengan Sumber Bahan Pangan Lokal Kacang Merah dan Labu Kuning (LAMERA) https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6050 <p>Pendahuluan: Pada pasien diabetes melitus (DM) terjadi resistensi insulin. Pangan dengan indeks glikemik (IG) rendah dapat mencegah lonjakan gula darah pada penderita DM. Salah satu bahan makanan rendah IG yaitu kacang merah. Selain rendah IG juga mengandung serat yang dapat menurunkan respon insulin. Labu kuning mempunyai efek hipoglikemik dengan meningkatkan level serum insulin. Tujuan dari penelitian ini menganalisis kandungan gizi, food cost, viskositas, osmolalitas, daya alir, endapan dan daya terima formula enteral blenderized LAMERA.</p> <p>Metode: Metode penelitian ini eksperimental dengan menggunakan 2 formula dengan perbedaan komposisi pada bahan utama yang digunakan.</p> <p>Hasil: Hasil uji osmolalitas pada LAMERA 1 dan 2 yaitu 452 mOsmol/l dan 455 mOsmol/l. Viskositas pada LAMERA 1 dan 2 yaitu 85,6 cP dan 54,5 cP. Uji daya alir pada LAMERA 1 ukuran selang 12 french (fr) 0,24 cc/detik dan ukuran 14fr 0,84 cc/detik. pada LAMERA 2 selang 12fr 0,57 cc/detik dan ukuran 14fr 1,14 cc/detik. Hasil uji endapan pada LAMERA 1 selama 6 jam dihasilkan sebanyak 0,4 cm dan LAMERA 2 0,3 cm. Hasil organoleptik parameter warna, aroma, rasa, tekstur dan secara keseluruhan tidak terdapat perbedaan antara formula LAMERA 1 dan LAMERA 2.</p> <p>Kesimpulan: Hasil penelitian nilai gizi, uji viskositas, uji endapan dan daya alir LAMERA 2 lebih baik dari LAMERA 1. Sedangkan berdasarkan uji organoleptik LAMERA 1 dan LAMERA 2 tidak terdapat perbedaan. LAMERA 1 dan 2 sudah memenuhi syarat untuk formula enteral.</p> Lili Hernasari, Septilia Anggi Rahmawati, Ferinda Rahma Mawadda, Alya Aulia Rahma, Faizah Zahrani, Dyah Intan Puspitasari, Dwi Sarbini Copyright (c) 2025 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6050 Fri, 29 Aug 2025 00:00:00 +0700 Pengembangan Makanan Enteral Rendah Indeks Glikemik berbasis Daun Kelor, Labu Kuning, dan Buah Naga https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6051 <p>Pendahuluan: Diabetes mellitus (DM) adalah kondisi metabolik kronis yang ditandai oleh kadar gula darah tinggi dan dapat menyebabkan timbulnya penyakit yang komplikasi. Makanan berindeks glikemik rendah dan tinggi serat dapat membantu mengontrol kadar glukosa darah setelah makan. Formula enteral untuk DM sering kali mahal, sehingga bahan pangan lokal bisa menjadi alternatif pengganti makanan enteral komersil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan nutrisi, viskositas, osmolalitas, daya alir, endapan, dan sifat organoleptik dari formula enteral rendah indeks glikemik berbasis buah naga, daun kelor, dan ubi ungu. Penelitian ini juga membandingkan biaya formula ini dengan formula komersial untuk memastikan keterjangkauan bagi masyarakat.</p> <p>Metode: Desain eksperimental yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan F1 (100 gram labu kuning, 80 gram ubi jalar ungu, 150 gram daun kelor dan 100 gram buah naga), dan F2 (100 gram labu kuning, 105 gram ubi jalar ungu, 150 gram daun kelor dan 100 gram buah naga).</p> <p>Hasil: Densitas energi formula enteral F1 dan F2 didapatkan densitas energi sebesar 1 kkal/cc dan beban indeks glikemik F1:F2 yaitu 6.8 gram : 7 gram. Hasil viskositas formula enteral pada F1 di suhu 24.3°C berkisar 383.1 cP dan pada F2 berkisar 307.05 cP. Uji osmolalitas formula enteral F1:F2 didapatkan hasil osmolalitas 402 mOsm/kg : 378 mOsm/Kg. Hasil uji endapan F1 dan F2 selama 6 jam didapatkan tidak ada endapan. Hasil keseluruhan uji daya terima pada enteral rendah indeks glikemik pada F1 dan F2 panelis menyatakan netral sedangkan pada FEK panelis menyatakan suka.</p> <p>Simpulan: Formula enteral terbaik yang direkomendasikan yaitu formula enteral F1 karena memiliki daya terima yang lebih tinggi.</p> Frida Nur Fitriani Hasanah, Endang Nur Widiyaningsih, Dwi Sarbini Copyright (c) 2025 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6051 Fri, 29 Aug 2025 00:00:00 +0700 Pengembangan Formula Enteral Blenderized Tinggi Branched Chain Amino Acids (BCAA) Berbahan Labu Kuning, Daging Ayam, Putih Telur https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6052 <p>Pendahuluan: Penyakit sirosis hati berisiko tinggi menyebabkan malnutrisi pada pasien yang dapat meningkatkan kejadian komplikasi dan kematian. Makanan enteral blenderized dapat menjadi alternatif terapi diet penderita sirosis hati karena mudah dicerna dan kandungan gizinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kandungan gizi, viskositas, osmolalitas, daya alir, endapan, dan organoleptik pada formulasi enteral komersil dengan dua formulasi enteral tinggi BCAA dengan perbandingan komposisi daging ayam, putih telur, roti tawar, dan maltodextrin yang berbeda.</p> <p>Metode: Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental yang melibatkan penyusunan komposisi dua formulasi enteral tinggi BCAA dengan perbandingan masing-masing komposisi pada formula 1 dan formula 2 yaitu, putih telur (6:9), daging ayam (5:4), roti tawar (4:3), dan maltodextrin (5:6). Penilaian kandungan gizi dilakukan dengan secara empiris, uji viskositas diukur menggunakan viskometer, osmolalitas diukur menggunakan osmometer, daya alir diukur menggunakan NGT ukuran 12 fr, uji endapan dilakukan selama 6 jam, dan uji organoleptik dengan 15 panelis. Analisis data hasil organoleptik diuji menggunakan uji Kruskal Wallis lalu dilanjutkan uji Post Hoc.</p> <p>Hasil: Kandungan energi formula enteral BUDALUR 1 dan 2 berkisar antara 553,6-567,8 kkal. Nilai osmolalitas formula enteral BUDALUR 1 dan 2 berkisar antara 494-543 mOSm/Kg. Nilai viskositas formula enteral BUDALUR 1 dan 2 berkisar antara 146,15-264,8 cp. Hasil uji daya alir formula enteral BUDALUR 1 dan 2 berkisar antara 0,22-1,335 cc/detik. Tidak ada endapan di kedua formulasi enteral BUDALUR. Hasil uji organoleptik didapatkan formula enteral BUDALUR 1 lebih disukai dibandingkan dengan formula enteral BUDALUR 2.</p> <p>Simpulan: Formula enteral BUDALUR 2 lebih direkomendasikan karena kandungan BCAA lebih tinggi, hasil osmolalitas dan viskositas lebih rendah serta hasil uji daya alir lebih cepat dibandingkan dengan formula enteral BUDALUR 1.</p> Kharisma Diva Arrahmah Casta Dienningrum, Ida Rohmawati, Puput Fitria Erli Ningtyas, Alfi Mifthahul Nikmah, Putri Puspita Ulya, Farida Nur Isnaeni, Fitriana Mustikaningrum Copyright (c) 2025 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6052 Fri, 29 Aug 2025 00:00:00 +0700 Pengembangan Makanan Enteral Rendah Indeks Glikemik Berbasis Pangan Lokal ENSIDABUCANG (Enteral Subtitusi Daging Ayam, Labu Kuning, dan Kacang Merah) https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6053 <p>Latar Belakang: Salah satu intervensi gizi bagi pasien yang tidak dapat mencukupi asupan melalui oral adalah pemberian dalam bentuk formula enteral. Formula enteral berbahan pangan lokal, seperti labu kuning, kacang merah, dan daging ayam merupakan alternatif yang bernilai gizi tinggi, terjangkau, mudah didapat, serta mendukung pengendalian glukosa darah. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengembangan dan evaluasi terhadap mutu serta daya terima formula enteral untuk mendukung terapi nutrisi pasien diabetes mellitus secara optimal.</p> <p>Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan penyusunan komposisi bahan dan pembuatan formula yang kemudian diuji viskositas, osmolalitas, daya alir, endapan, dan zat gizi, serta biaya yang diperlukan, dan dibandingkan dengan formula enteral komersial (FEK).</p> <p>Hasil: Kandungan zat gizi formula ENSIDABUCANG per sajian yaitu formula 1 (energi 266,12 kkal; protein 13,24 g; lemak 2,92 g; karbohidrat 37,04 g), formula 2 (energi 266,26 kkal; protein 13,22 g; lemak 8,25 g; karbohidrat 36,74 g), formula 3 (energi 267,5 kkal; protein 13,22 g; lemak 8,96 g; karbohidrat 36,86 g) dan FEK (energi 250 kkal; protein 10 g; lemak 7 g; karbohidrat 39 g). Uji daya alir F1 0,06 cc/detik; F2 0,03 cc/detik; F3 0,093 cc/detik; FEK 1,2 cc/detik selang ukuran 12Fr; F1 0,09 cc/detik; F2 0,07 cc/detik, F3 0,154 cc/detik; FEK 2,4 cc/detik selang ukuran 14Fr. Uji viskositas F1 665,7 cP; F2 640,2 cp; F3 492,9 Cp. Osmolalitas F1 544 mOsm/Kg; F2 483 mOsm/kg; F3 498 mOsm/kg; FEK 314 mOsm/kg. Berdasarkan uji daya terima dari F1, F2, F3, dan FEK dari segi warna, rasa, tekstur, dan keseluruhan paling tinggi diperoleh oleh F3, sedangkan dari segi aroma paling tinggi diperoleh F2. Dari segi biaya dalam satu porsi formula enteral ENSIDABUCANG lebih hemat 70% dibanding FEK.</p> <p>Kesimpulan: Formula ENSIDABUCANG memiliki kandungan zat gizi yang sama dengan FEK dengan harga yang lebih hemat 70% dibanding dengan FEK, tetapi dengan osmolalitas yang lebih besar.</p> Siti Rahmatun Hasanah, Dyah Intan Puspitasari, Isna Rizqi Nurhikmah, Dhea Sadilla Anggraheni, Siti Zulaikhah, Melya Ummunnisa Copyright (c) 2025 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6053 Fri, 29 Aug 2025 00:00:00 +0700 Pengembangan Makanan Enteral Tinggi Energi Tinggi Protein (TETP) berbasis Pangan Lokal Sulabayatika (Susu, Labu Kuning, Pepaya Muda Tinggi Kalsium dan Laktogogum) https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6054 <p>Pendahuluan: Nutrisi yang adekuat selama masa menyusui sangat penting untuk menunjang kesehatan ibu dan bayi serta mendukung produksi ASI, sehingga pengembangan formula enteral tinggi energi dan protein (TETP) berbasis pangan lokal seperti susu, pepaya muda, labu kuning, dan telur menjadi alternatif yang potensial. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan menganalisis mutu formula enteral melalui uji daya alir, viskositas, osmolalitas, dan uji organoleptik.</p> <p>Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, penilaian kandungan zat gizi secara empiris, viskositas diukur dengan viskometer, osmolalitas dengan osmometer, uji daya alir menggunakan selang NGT, uji organoleptik dengan 20 panelis, dan perhitungan food cost untuk pembuatan formula.</p> <p>Hasil: Formula ini mengandung energi 1088 kkal, protein 45,7 g, lemak 31,4 g, karbohidrat 156,8 g, kalsium 676,9 g. Uji daya alir pada selang NGT 12 Fr (0,42 cc/detik) dan 14 Fr (0,56 cc/detik). Viskositas sebesar 158,6 cP. Omolalitas 547 mOsm/kg, Food cost untuk 1 resep Rp. 6.664,00. Uji Organoleptik menunjukkan sebagian besar suka untuk aroma (80%), dan suka pada rasa (55%), warna (70%), tekstur (70%), dan keseleruhan (70%).</p> <p>Simpulan: Formula sulabayatika memiliki nilai zat gizi yang sesuai syarat dan prinsip enteral tinggi energi tinggi protein untuk ibu menyusui. Perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk memodifikasi bahan atau teknik pengolahan untuk mencapai osmolalitas yang lebih sesuai. Hal ini dapat dilakukan dengan substitusi gula dengan maltodekstrin dapat dilakukan, karena maltodekstrin memiliki tekanan osmotik yang lebih rendah dibandingkan gula.</p> Umi Kurniawati, Dyah Intan Puspitasari Copyright (c) 2025 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6054 Fri, 29 Aug 2025 00:00:00 +0700 Pengembangan Formula Enteral Blenderized Rendah Indeks Glikemik berbahan Dasar Labu Kuning, Putih Telur Ayam, dan Kacang Hijau (BUTEJO) https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6049 <p>Pendahuluan: Salah satu cara untuk mencegah malnutrisi dan hiperkatabolisme pada pasien diabetes mellitus adalah dengan pemberian formula enteral blenderized rendah indeks glikemik. Pembuatan formula enteral blenderized rendah indeks glikemik dapat menggunakan bahan lokal yaitu labu kuning, putih telur ayam, dan kacang hijau. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan formulasi enteral rendah indeks glikemik berbasis labu kuning, putih telur ayam, dan kacang hijau (BUTEJO) serta melakukan pengujian mutu fisik dan daya terima.</p> <p>Metode: Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental dengan 2 formula dengan variasi perbandingan putih telur ayam dan kacang hijau 1:1 (F1) dan 2:1 (F2). Selanjutnya akan dilakukan pengujian mutu dan daya terima. Uji mutu yang dilakukan yaitu uji viskositas menggunakan viskometer, osmolalitas menggunakan osmometer, uji daya alir menggunakan selang NGT, uji endapan dilakukan dengan membiarkan formula selama 6 jam dalam suhu ruang. Uji daya terima menggunakan uji hedonik. Kandungan gizi dihitung secara empiris menggunakan microsoft excel dengan data dari TKPI 2019, hasil dari uji mutu diolah secara deskriptif, uji daya terima diolah menggunakan uji ANOVA dengan uji lanjut Man Whitney.</p> <p>Hasil: Hasil uji mutu menunjukkan formula 1 memiliki viskositas 42,37cP dan osmolalitas 296 mOsm/kg, sementara formula 2 memiliki viskositas 117,2cP dan osmolalitas 329 mOsm/kg. Hasil uji daya alir pada selang 12 Fr menunjukkan 1,725 cc/detik untuk formula 1 dan 0,695 cc/detik untuk formula 2, sedangkan pada selang 14 Fr, masing masing 2,245 cc/detik dan 0,96 cc/detik. Tidak terdapat endapan setelah 6 jam pengujian, dan berdasarkan parameter keseluruhan pada uji organoleptik didapatkan rata-rata panelis netral terhadap formula 1 dan formula 2.</p> <p>Simpulan: Berdasarkan uji mutu dan daya terima, formula terbaik yaitu formula BUTEJO Formula 1 (1:1) karena memiliki viskositas, osmolalitas, dan daya terima yang lebih baik dibandingkan F2.</p> Regita Shalsabillah Dhita Alam, Alifia Divana Ayu Swastikaningrum, Misykat Huda Kesumo Rohmat Putri Gondosari, Rewinta Putri Denaru Kelimari, Tsania Izza Alfadila, Farida Nur Isnaeni, Dwi Sarbini Copyright (c) 2025 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6049 Fri, 29 Aug 2025 00:00:00 +0700 Formula Enteral berbasis Kedelai, Labu Kuning, Putih Telur Ayam (KELAPI) sebagai Diet Tinggi Energi Tinggi Protein https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6055 <p>Pendahuluan: Status gizi yang optimal merupakan aspek krusial dalam mempercepat proses penyembuhan pasien, khususnya pasien dengan kebutuhan khusus seperti pasien dengan malnutrisi, luka kronis, atau dalam fase pemulihan pascaoperasi karena peningkatan katabolisme. Oleh itu untuk memenuhi kebutuhan maka bisa ditambahkan suplementasi gizi seperti formula enteral berupa diet tinggi energi dan tinggi protein berbasis pangan lokal (kacang kedelai, labu kuning, dan putih telur ayam) untuk memenuhi kebutuhan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pembuatan dan pengujian formula enteral tinggi energi dan tinggi protein berbasis kacang kedelai, labu kuning, dan putih telur ayam.</p> <p>Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksperimental yang diawali dengan formulasi produk enteral KELAPI. Perhitungan kandungan zat gizi dilakukan secara empiris menggunakan aplikasi Nutrisurvey 2007. Formula yang telah disusun kemudian diuji melalui serangkaian pengujian mutu fisik, meliputi: viskositas menggunakan viskometer, osmolalitas menggunakan osmometer, serta daya alir menggunakan Nasogastric Tube (NGT) ukuran 12 Fr dan 14 Fr. Uji endapan dilakukan selama 6 jam. Selain itu, dilakukan uji organoleptik oleh 15 panelis untuk menilai karakteristik sensorik formula. Data hasil uji organoleptik kemudian dianalisis menggunakan uji beda non-parametrik Mann-Whitney.</p> <p>Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan rata-rata viskositas formula enteral berbasis kacang kedelai, labu kuning, dan putih telur ayam adalah 12,22 cP, osmolalitas 420 mOsm/kg, daya alir pada selang 12 Fr adalah 1,67 cc/detik dan selang 14 Fr adalah 2,73 cc/detik, tidak terdapat endapan setelah 6 jam pengujian, dan berdasarkan parameter organoleptik memperoleh nilai rata-rata sebesar 3,8±0,68, yang menunjukkan bahwa responden cenderung menyukai formula tersebut.</p> <p>Kesimpulan: Secara keseluruhan pengujian formula enteral berbasis kacang kedelai, labu kuning, dan putih telur ayam sesuai dengan standar persyaratan formula enteral tinggi energi dan tinggi protein yang dapat mendukung manajemen gizi pada pasien dengan malnutrisi.</p> Alifia Divana Ayu Swastikaningrum, Misykat Huda Kesumo Rohmat Putri Gondosari, Rewinta Putri Denaru Kelimari, Tsania Izza Alfadila, Regita Shalsabillah Dhita Alam, Farida Nur Isnaeni Copyright (c) 2025 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6055 Fri, 29 Aug 2025 00:00:00 +0700 Laporan Kasus: Proses Asuhan Gizi Terstandar pada Anak dengan Malignant Neoplasm of Testis Stadium IV Obs Penurunan Kesadaran dd Metastasis Otak, Anemia terkait Keganasan, Obstruksi Saluran Cerna, Trombositopenia, dan Hiponatremia https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6056 <p>Kanker testis pada anak merupakan kasus langka, dengan insiden 0,5-2 kasus per 100.000 anak per tahun. Penyakit ini disebabkan oleh testis tidak turun, disgenesis gonad, dan kelaurga yang menderita kanker memiliki risiko terkena kanker 10x lipat. Stadium IV menandakan penyebaran luas ke organ jauh, termasuk otak, yang dapat menyebabkan komplikasi berat seperti obstruksi saluran cerna, anemia, trombositopenia, dan hiponatremia. Pemberian asuhan gizi diharapkan mampu meningkatkan status gizi, mempercepat proses penyembuhan, serta menunjang keberhasilan terapi dan kualitas hidup pasien baik selama maupun setelah menjalani perawatan ongkologi. Penelitian ini dilakukan di RS M Purwokerto pada April 2025 dengan desain deskriptif kualitatif dengan nomor Ethical Clearance : 1.189 / VI / HREC / 2025. Asuhan gizi dilakukan selama empat hari, mencakup pemantauan asupan, parameter biokimia, serta kondisi fisik dan klinis pasien. Pasien menerima diet Tinggi Energi Tinggi Protein (TETP), dengan evaluasi sisa makanan menggunakan metode visual Comstock. Selama pemantuan terjadi peningkatan bertahap asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat, serta vitamin dan mineral utama, meskipun belum memenuhi kebutuhan gizi harian. Asuhan gizi terstruktur berkontribusi secara positif terhadap pemulihan klinis pasien, menekankan pentingnya intervensi gizi individual dalam mendukung penyembuhan dan keberhasilan terapi.</p> Isna Rizqi Nurhikmah, Dwi Sarbini, Agus Prastowo Copyright (c) 2025 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6056 Fri, 29 Aug 2025 00:00:00 +0700 Proses Asuhan Gizi Terstandar pada Pasien Post Op Ca Ovarium, Ascites, Anemia, Hipoalbuminemia, dan Gizi Kurang di RS X Surakarta https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6511 <p>Pendahuluan: Kanker ovarium merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas kanker pada perempuan di Indonesia, dengan beban komplikasi yang mencakup ascites, anemia, hipoalbuminemia, serta status gizi yang buruk. Proses asuhan gizi terstandar dilakukan dengan pemberian diet Tinggi Energi Tinggi Protein yang bertujuan untuk mempercepat pemulihan jaringan, serta mencegah terjadinya malnutrisi pada pasien pascaoperasi kanker.<br>Metode: Studi kasus dilaksanakan saat bulan Februari 2025 pada pasien rawat inap di RS X Surakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi selama dua hari yang meliputi domain asupan makan, fisik/klinis, biokimia, dan antropometri.<br>Hasil: Intervensi gizi dilakukan melalui pemberian diet tinggi energi dan tinggi protein dengan pembatasan garam, yang disesuaikan secara bertahap sesuai kondisi klinis pasien. Setelah dilakukan intervensi selama beberapa hari, asupan makan pasien meningkat hingga lebih dari 80% dari kebutuhan energi. Monitoring lanjutan menunjukkan perbaikan gejala klinis berupa penurunan nyeri, mual, dan sesak napas.<br>Simpulan: Penerapan asuhan gizi terstandar pada pasien ini menunjukkan efektivitas dalam memperbaiki asupan makan, mengurangi keluhan klinis, dan mempertahankan status gizi pasien selama perawatan. Intervensi diet tinggi energi dan protein rendah garam yang disesuaikan dengan kondisi klinis terbukti mendukung proses pemulihan secara menyeluruh.</p> Devina Navabil Ikhmawati, Dwi Sarbini, Irma Ristiani Copyright (c) 2025 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6511 Fri, 29 Aug 2025 00:00:00 +0700 Proses Asuhan Gizi Terstandar pada Pasien Karsinoma Serviks Residif post Debulking https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6512 <p>Kanker serviks merupakan kanker kedua terbanyak pada perempuan di Indonesia dengan prevalensi 17,2%. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi HPV risiko tinggi yang memicu perubahan abnormal pada epitel serviks. Pasien stadium lanjut sering mengalami komplikasi serius seperti metastasis, obstruksi usus, dan adhesi organ pelvis. Terapi kemoterapi dan radioterapi menimbulkan efek samping yang memperburuk status gizi. Pada kasus karsinoma residif dengan komplikasi berat, operasi debulking meningkatkan stres metabolik dan risiko komplikasi pascaoperasi serta malnutrisi, yang berhubungan dengan morbiditas dan mortalitas lebih tinggi. Pemberian asuhan gizi ini diharapkan mampu meningkatkan status gizi, mempercepat proses penyembuhan, serta menunjang keberhasilan terapi dan kualitas hidup pasien baik selama maupun setelah menjalani perawatan onkologi. Penelitian ini dilaksanakan di RS M Purwokerto pada April 2025 dengan desain deskriptif kualitatif. Asuhan gizi dilakukan selama lima hari, mencakup pemantauan asupan, parameter biokimia, serta kondisi fisik dan klinis pasien. Hasil menunjukkan perbaikan kondisi pasien secara bertahap, ditunjukkan oleh hasil pemeriksaan darah lengkap, tanda vital, fungsi sistem pencernaan, dan penurunan keluhan. Pasien menerima diet Tinggi Energi Tinggi Protein (TETP), dengan evaluasi sisa makanan menggunakan metode visual Comstock. Selama pemantauan pascaoperasi, terjadi peningkatan bertahap pada asupan energi, protein, lemak, karbohidrat, serta vitamin dan mineral utama, meskipun belum memenuhi kebutuhan gizi harian. Dalam konteks ini, asuhan gizi terstruktur pascaoperasi berkontribusi positif terhadap pemulihan klinis pasien, menekankan pentingnya intervensi gizi individual dalam mendukung penyembuhan dan keberhasilan terapi.</p> Melya Ummunnisa, Agus Prastowo, Dwi Sarbini Copyright (c) 2025 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6512 Fri, 29 Aug 2025 00:00:00 +0700 Asuhan Gizi pada Pasien Gagal Napas disertai Ketoasidosis Diabetik, Asidosis Metabolik, dan Pneumonia Sepsis di RS Soeradji Tirtonegoro Klaten https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6513 <p>Pendahuluan: Ketoasidosis Diabetik (KAD) merupakan komplikasi serius dari Diabetes Mellitus (DM). KAD merupakan keadaan darurat yang mengancam jiwa dan dapat terjadi pada pasien DM tipe 1 dan tipe 2. Proses Asuhan Gizi dilakukan dengan pemberian diet rendah karbohidrat untuk mengurangi beban pernafasan. Pasien dengan gagal napas membutuhkan asuhan gizi khusus untuk mempercepat penyembuhan. Proses asuhan gizi terstandar dilakukan dengan pemberian diet rendah karbohidrat untuk mendukung pemenuhan asupan yang sesuai dengan kebutuhan pasien.<br>Tujuan: Untuk menggambarkan tata laksana asuhan gizi terstandar pada pasien gagal napas, ketoasidosis diabetik, asidosis metabolik, pneumonia dengan sepsis di RS Soeradji Tirtonegoro Klaten.<br>Metode: Studi kasus dilaksanakan pada pasien rawat inap di RS Soeradji Tirtonegoro. Pengambilan data dilakukan dengan observasi selama 8 hari pada domain asupan makan, fisik/klinis, biokimia dan antropometri.<br>Hasil: Intervensi gizi yang diberikan berupa diet rendah karbohidrat dengan bentuk makanan cair penuh diberikan melalui Nasogastric Tube (NGT) dengan frekuensi 5x200cc. Hasil intervensi menunjukkan fisik klinis mulai membaik, hasil laboratorium biokimia kadar gula darah mulai menurun, asupan pasien meningkat dari hari ke hari namun terdapat beberapa pemenuhan zat gizi makro yang belum mencapai target (&lt;80%). Gejala sesak napas yang dirasakan pasien telah teratasi dan tidak terjadi perubahan status gizi pada pasien.<br>Kesimpulan: Pemulihan pasien pada kasus ini tergolong cukup cepat, hasil pemantauan fisik klinis mulai membaik, tidak terjadi perubahan status gizi, dan asupan makanan meningkat menuju target yang ditetapkan sehingga secara keseluruhan intervensi yang diberikan tercapai.</p> M Muslikhatunnisa, Dwi Sarbini, Mawar Lestari Copyright (c) 2025 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6513 Fri, 29 Aug 2025 00:00:00 +0700 Pemberian Bubur Tempe Tinggi BCAA pada Pasien Sirosis Hepatis: Laporan Kasus https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6514 <p>Sirosis hepatis merupakan penyakit hati kronis yang menyebabkan gangguan fungsi hati dan penurunan kadar asam amino rantai cabang (BCAA), yang berkontribusi pada malnutrisi. Asupan tinggi BCAA dikaitkan dengan perbaikan status gizi, pencegahan ensefalopati hepatikum, dan peningkatan kualitas hidup. Tempe, sebagai sumber BCAA nabati, berpotensi digunakan dalam intervensi nutrisi pasien sirosis. Laporan kasus ini membahas seorang wanita berusia 68 tahun dengan sirosis hepatis, ascites permagna, varises esofagus, dan riwayat ensefalopati hepatikum. Penilaian gizi menunjukkan status gizi kurang, penurunan nafsu makan, serta asupan protein sangat rendah (47,11%). Intervensi diet gizi seimbang diberikan dengan tambahan bubur tempe sebanyak 150 ml pada setiap makan utama selama empat hari rawat inap. Bubur tempe dibuat dari campuran tempe pasar 20 gram dan bubur nasi 30 gram, diblender halus, dan disesuaikan teksturnya agar mudah diterima pasien. Monitoring harian menunjukkan adanya perbaikan keluhan mual dan peningkatan asupan energi sebesar 41,89%, protein 67,77%, serta BCAA 50,25%. Hasil ini menunjukkan bahwa tempe sebagai sumber BCAA nabati dapat diterima dengan baik dan berpotensi meningkatkan asupan nutrisi pasien sirosis hepatis.</p> Rewinta Putri Denaru Kelimari, Dwi Sarbini, Agus Prastowo Copyright (c) 2025 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6514 Fri, 29 Aug 2025 00:00:00 +0700 Hubungan antara Berat Badan Lahir dan Frekuensi Makan dengan Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Gilingan, Kota Surakarta, Jawa Tengah https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6515 <p>Pendahuluan: Masalah gizi pada balita merupakan isu krusial dalam kesehatan masyarakat karena masa balita merupakan periode emas bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Masalah gizi seperti stunting, underweight, dan wasting dapat berdampak jangka panjang terhadap kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas anak di masa depan. Salah satu faktor masalah gizi adalah Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan asupan makan. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara berat badan lahir dan frekuensi makan dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Gilingan.<br>Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian survei analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian ini yaitu balita usia 6-59 bulan berjumlah 40 balita yang dipilih menggunakan metode random sampling. Analisis statistik menggunakan uji normalitas dan uji rank spearman.<br>Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara berat badan lahir dengan status gizi menurut BB/U (p=0,046) dan BB/TB (p=0,002). Tidak terdapat hubungan signifikan antara berat badan lahir dengan status gizi menurut TB/U (p=0,912). Tidak terdapat hubungan signifikan antara frekuensi makan dengan status gizi menurut BB/U (p=0,185), TB/U (p=0,248) dan BB/TB (p=0,544).<br>Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara berat badan lahir dengan status gizi berdasarkan indikator BB/U (berat badan menurut umur) dan BB/TB (berat badan menurut tinggi badan), namun tidak terdapat hubungan signifikan antara berat badan lahir dengan status gizi berdasarkan indikator TB/U (tinggi badan menurut umur). Selain itu, frekuensi makan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan status gizi.</p> Febbi Nuzula Rosmasita, Luluk Ria Rakhma, Diah Ekowati Copyright (c) 2025 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6515 Fri, 29 Aug 2025 00:00:00 +0700 Hubungan Riwayat Berat Badan Lahir dan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Underweight pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Gondangrejo, Karanganyar https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6516 <p>Pendahuluan: Kekurangan gizi pada balita terutama underweight, merupakan masalah kesehatan yang masih banyak ditemukan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara riwayat berat badan lahir rendah (BBLR) dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian underweight pada balita di wilayah kerja Puskesmas Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.<br>Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 30 balita berusia 12-59 bulan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data yang digunakan adalah data sekunder e-PPGBM dari Puskesmas Gondangrejo mengenai data antropometri, riwayat berat badan lahir, dan riwayat pemberian ASI eksklusif. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Pearson Product Moment untuk menguji hubungan antara riwayat berat badan lahir dengan kejadian underweight dan uji Fisher Exact untuk menguji hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian underweight.<br>Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara riwayat BBLR dengan kejadian underweight (p=0,024)(p&lt;0,05), sementara pemberian ASI eksklusif tidak berhubungan dengan kejadian underweight (p=0,290)(p&gt;0,05).<br>Simpulan: Terdapat hubungan antara riwayat berat badan lahir rendah dengan kejadian underweight pada balita, dan tidak terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif terhadap underweight pada balita di wilayah kerja Puskesmas Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.</p> Galih Cinantya Handini, Luluk Ria Rakhma, Tri Susanti Copyright (c) 2025 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6516 Fri, 29 Aug 2025 00:00:00 +0700 Pengaruh Pemberian PMT Enteral berbasis Pangan Lokal terhadap Berat Badan dan Tinggi Badan Balita Wasting di Kecamatan Kaliwungu dan Bringin Semarang https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6517 <p>Pendahuluan: Pemberian makanan tambahan enteral berbasis pangan lokal merupakan salah satu intervensi yang dirancang sebagai upaya mengatasi gizi kurang pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian PMT enteral berbasis pangan lokal terhadap berat badan dan tinggi badan anak balita dibandingkan dengan PMT lokal standar.<br>Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest-posttest control group. Sebanyak 20 balita dipilih berdasarkan kriteria wasting yang ditetapkan Dinas Kesehatan Semarang bekerja sama dengan Puskesmas Kaliwungu dan Puskesmas Bringin dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu intervensi dan kontrol. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test, Paired t-test, Mann-Whitney dan Independent Sample T-Test.<br>Hasil: Hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol terhadap berat badan dan tinggi badan anak (p&gt;0,05). Namun, terdapat peningkatan yang signifikan pada berat badan setelah 21 hari intervensi (p=0,009) dan tinggi badan (p=0,031) dalam kelompok intervensi setelah pemberian enteral berbasis pangan lokal. Kelompok intervensi menunjukkan kenaikan berat badan intra-kelompok yang signifikan sebesar 0,49 kg sedangkan kenaikan tinggi badan relatif kecil sebesar 0,26 cm. Durasi intervensi yang pendek menjadi keterbatasan dalam mengamati pertumbuhan linier pada balita.<br>Simpulan: Pemberian enteral berbasis pangan lokal selama 21 hari belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap berat badan dan tinggi badan balita wasting jika dibandingkan dengan kelompok yang mendapatkan PMT lokal standar.</p> Sri Fathimatuz Zahra, Siti Zulaekah, Sari Kusumawati, E Elfrida Copyright (c) 2025 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6517 Fri, 29 Aug 2025 00:00:00 +0700 Pemberian Enteral kepada Balita dengan Masalah Gizi Kurang dan Stunting (Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Getasan) https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6518 <p>Pendahuluan: Balita yang mengalami masalah gizi seperti gizi kurang dan stunting perlu penambahan asupan makan. Salah satu yang dapat diberikan adalah blenderized formula. Blenderized formula yang tinggi energi dan protein dapat menambah asupan makan balita. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perubahan status gizi balita setelah diberikan blenderized formula selama satu minggu.<br>Presentasi Kasus: Sebanyak 5 balita dengan masalah gizi kurang dan stunting diberikan blenderized formula selama satu minggu. Blenderized formula terbuat dari ubi jalar kuning, dada ayam, kacang hijau, telur ayam, tepung maizena, tepung susu skim, minyak kelapa sawit, gula pasir, santan, dan sari buah naga. Blenderized formula diberikan satu kali dalam sehari sebanyak 100 ml. Terdapat satu balita yang mengalami kenaikan berat badan.<br>Simpulan: Balita yang mengalami kenaikan berat badan sebesar 20%.</p> Ferinda Rahma Mawadda, Siti Zulaekah, Tutut Widiasmara Copyright (c) 2025 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6518 Fri, 29 Aug 2025 00:00:00 +0700 Hubungan Pemberian ASI Eksklusif, Jumlah Anggota Keluarga, dan Pendidikan Ibu terhadap Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Colomadu I https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6519 <p>Pendahuluan: Masalah gizi pada balita masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Status gizi balita mencerminkan kualitas tumbuh kembang balita dan menjadi indikator penting dalam menilai derajat kesehatan masyarakat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif, jumlah anggota keluarga, dan tingkat pendidikan ibu terhadap status gizi balita.<br>Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Instrumen penelitian ini yaitu wawancara. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah 40 ibu yang memiliki balita. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square.<br>Hasil: Berdasarkan hasil tabulasi silang, diketahui bahwa balita yang diberikan ASI eksklusif dan memiliki status gizi baik berjumlah 26 responden. Balita yang berasal dari keluarga kecil dan memiliki status gizi baik berjumlah 25 responden. Ibu dengan tingkat pendidikan setara SMA memiliki balita dengan status gizi baik sebanyak 16 responden. Hasil uji statistik menunjukkan p-value sebesar 0,707 (p &gt; 0,05) untuk riwayat ASI eksklusif, p-value 0,008 dan 0,021 (p&lt;0,05) untuk jumlah anggota keluarga dan pendidikan ibu balita terhadap status gizi balita.<br>Simpulan : Tidak terdapat hubungan ASI eksklusif terhadap status gizi balita, terdapat hubungan jumlah anggota keluarga dan pendidikan ibu balita terhadap status gizi balita.</p> Aviega Essa Meilinda Hapsari, Luluk Ria Rakhma, Tri Wibowo Anang Setia Budi Copyright (c) 2025 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6519 Fri, 29 Aug 2025 00:00:00 +0700 Validitas dan Efektivitas Media Flashcard Gizi untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Balita tentang Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6520 <p>Pendahuluan: Prevalensi stunting di Indonesia yang mencapai 21,5% menunjukkan bahwa masalah kekurangan gizi masih sering terjadi pada anak dibawah lima tahun. Salah satu penyebab utamanya adalah praktik pemberian makan bayi dan anak yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan menguji validitas, dan efektivitas media flashcard dalam meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang pemberian makan bayi dan anak di Puskesmas Colomadu I.<br>Metode: Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&amp;D) yang diadaptasi dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Subjek meliputi 3 ahli materi, 3 ahli media, 5 uji coba sasaran, serta 30 ibu balita sebagai sasaran. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup, validasi media dengan Content Validity Ratio, dan efektivitas diuji melalui pre-test dan post-test menggunakan uji Wilcoxon signed rank.<br>Hasil: Uji validasi media termasuk dalam kategori sangat layak dengan penilaian dari para validator ahli materi 4.7 ahli media 4.5, dan sasaran 4.7 dari skala 1-5. Setiap ahli materi sepakat bahwa materi dalam flashcard relevan dengan Content Validity Index sebesar 1.0. Uji efektivitas menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan ibu balita dengan rata-rata skor pre test 68 menjadi 91 pada post test dengan nilai signifikan 0,001 (p&lt;0,05). Pengetahuan ibu balita tentang pemberian makan bayi dan anak meningkat sebesar 33,8%.<br>Simpulan: Media flashcard gizi terbukti valid dan efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang pemberian makan bayi dan anak, serta dapat digunakan sebagai media informasi dan edukasi.</p> Fahdah Haniyah, Luluk Ria Rakhma, Tri Wibowo Anang Setia Budi Copyright (c) 2025 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6520 Fri, 29 Aug 2025 00:00:00 +0700 Studi Kasus: Evaluasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) terhadap Kenaikan Berat Badan pada Balita Usia 18 Bulan Gizi Kurang di Sukoharjo https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6521 <p>Pendahuluan: Masalah gizi kurang pada balita masih menjadi tantangan serius di Indonesia, khususnya pada masa awal pertumbuhan yang dapat menentukan kualitas hidup di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal terhadap peningkatan status gizi balita gizi kurang.<br>Metode: Penelitian ini merupakan studi kasus deskriptif terhadap seorang balita perempuan berusia 18 bulan di wilayah Puskesmas Mojolaban, Sukoharjo. Intervensi dilakukan selama tujuh hari menggunakan menu PMT tinggi energi dan tinggi protein (225-275 kkal/hari dan 4,5-11 g protein/hari) dengan pemantauan asupan zat gizi dan status antropometri. Data diperoleh melalui wawancara, recall makanan, pengukuran antropometri, serta edukasi kepada ibu balita menggunakan pendekatan motivational interviewing.<br>Hasil: Penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kecukupan zat gizi makro. Pada hari ke-7, asupan energi mencapai 96% kebutuhan harian, protein 97%, lemak 89%, dan karbohidrat 93%. Sempat mengalami penurunan konsumsi pada hari ke-4 dan ke-5 akibat demam dan diare, asupan nutrisi kembali membaik di akhir intervensi. Berat badan meningkat dari 7,75 kg menjadi 8 kg dalam 14 hari, tinggi badan tetap pada 73,2 cm.<br>Kesimpulan: PMT berbasis pangan lokal dapat meningkatkan kecukupan gizi dan asupan harian balita dalam jangka pendek, terutama dalam pada zat gizi energi dan protein. Namun, perubahan indikator antropometri seperti tinggi badan dan berat badan membutuhkan durasi intervensi yang lebih panjang. Keberhasilan PMT dipengaruhi oleh faktor penerimaan makanan, variasi menu, kondisi kesehatan anak, serta keterlibatan aktif orang tua melalui edukasi yang efektif. Oleh karena itu, implementasi PMT harus disertai pemantauan rutin dan pendekatan yang menyeluruh untuk mendukung perbaikan status gizi balita secara berkelanjutan.</p> Putri Puspita Ulya, M Muwakhidah, Ninuk Kusumawati Copyright (c) 2025 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6521 Fri, 29 Aug 2025 00:00:00 +0700 Pengembangan Media Edukasi berbasis Animasi mengenai Gagal Tumbuh pada Balita https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6522 <p>Pendahuluan: Angka kejadian berat badan naik yang rendah pada balita ini merupakan masalah yang dianggap penting untuk diperhatikan, sehingga memerlukan adanya edukasi tentang gagal tumbuh pada balita. Video animasi dapat digunakan sebagai media edukasi untuk meningkatkan pemahaman mengenai gagal tumbuh pada balita. Media ini dianggap efektif dalam membantu peningkatan pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media edukasi berbasis animasi guna meningkatkan pengetahuan pada ibu balita terkait gagal tumbuh.<br>Metode: Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (RnD) dengan tahapan analisis, perencanaan, pengembangan, dan implementasi. Subjek penelitian meliputi 3 ahli materi, 3 ahli media, 3 uji coba, serta 30 sasaran, sementara objek utama penelitian adalah video animasi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, sedangkan validasi konten dengan CVI.<br>Hasil: Berdasarkan hasil validasi, media tersebut memperoleh penilaian layak dari para validator, dengan rata-rata skor 4,3. Nilai CVI yang diperoleh adalah 1, menunjukkan penilaian ahli materi bahwa isi materi dalam media tersebut relevan. Hasil penerapan menunjukkan peningkatan pengetahuan, dengan rata-rata skor pretest sebesar 66,7 dan posttest sebesar 90, yang berarti terjadi peningkatan sebesar 35%.<br>Simpulan: Media edukasi berbasis animasi dinilai layak digunakan sebagai sarana penyampaian informasi dalam meningkatkan pengetahuan terkait gagal tumbuh pada ibu balita.</p> Annisa Failasufa, M Muwakhidah, Asti Nugrahani Copyright (c) 2025 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6522 Fri, 29 Aug 2025 00:00:00 +0700 Front Matter https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6046 <p>Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia Allah Subhaanahu wata'alaa, sehingga Proceeding Seminar on Food and Dietetics 2025 dengan tema "Diet Khusus Berbasis Pangan Lokal untuk Penanganan Masalah Gizi dan Kesehatan" ini dapat tersusun dan diterbitkan dengan baik serta hadir di hadapan para pembaca.</p> <p>Buku ini berisi kumpulan artikel ilmiah yang telah dipresentasikan dalam kegiatan Seminar on Food and Dietetics yang diselenggarakan oleh Program Pendidikan Profesi Dietisien FIK UMS. Artikel-artikel yang terangkum di dalamnya merupakan hasil pemikiran, penelitian, serta inovasi dari para pemakalah, baik dari kalangan akademisi maupun praktisi.</p> <p>Adapun tema utama yang diangkat meliputi pengembangan makanan enteral, gizi klinik, dan gizi masyarakat. Harapan kami, karya ilmiah yang tersaji ini tidak hanya menjadi media diseminasi ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan praktik gizi dan dietetik, serta menjadi referensi berharga bagi peneliti, mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat luas.</p> <p>Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada para penulis dan pemakalah yang telah berkontribusi dalam menyajikan hasil penelitian serta gagasannya, kepada para peserta seminar yang telah aktif berpartisipasi, serta kepada seluruh panitia dan pihak terkait yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini hingga tersusunnya proceeding ini.<br>Akhir kata, semoga buku Proceeding Seminar on Food and Dietetics ini dapat memberikan manfaat yang luas, mendorong pengembangan ilmu pengetahuan, serta menjadi salah satu langkah nyata dalam memajukan bidang gizi dan dietetik di Indonesia maupun di dunia internasional.</p> Dwi Sarbini Copyright (c) 2025 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://proceedings.ums.ac.id/fooddiet/article/view/6046 Fri, 29 Aug 2025 00:00:00 +0700