Syok Hemoragik pada Fraktur Terbuka Multipel dengan Fragmentasi pada Tibia-Fibula Gustilo-Anderson 3C di RSUD Bantul

Authors

  • Diva Avissa RSUD Panembahan Senopati Kabupaten Bantul
    Indonesia
  • Layli Nur Arianti RSUD Panembahan Senopati Kabupaten Bantul
    Indonesia
  • R Rusmilawati RSUD Panembahan Senopati Kabupaten Bantul
    Indonesia

Abstract

Latar Belakang: Fraktur terbuka tibia-fibula adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang yang disebabkan oleh trauma mekanis dengan energi yang besar dan terjadi secara langsung pada tulang tibia dan fibula. Kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab terjadinya 88.7% fraktur terbuka dengan 44% diantaranya fraktur terbuka tibia-fibula. Selain itu, terdapat 79.3% kasus fraktur terbuka tipe Gustillo-Anderson 3A dan 3B yang merupakan kasus kegawatdaruratan. Tujuan: Menambah pengetahuan mengenai kasus kegawatdaruratan fraktur tulang terbuka ekstremitas bawah. Laporan Kasus: Seorang wanita berusia 42 tahun mengalami kecelakaan lalu lintas dengan trauma terbuka ekstremitas bawah. Hasil pemeriksaan berkala didapatkan kesadaran pasien komposmentis dengan tanda-tanda vital yang memburuk pada sepuluh menit setelah observasi yakni Tekanan darah 80/60mmHg, Nadi 132x/menit, Suhu Tubuh 36.0oC, Respirasi 35x/menit, SpO2 96%. Terdapat luka terbuka, perdarahan aktif dengan paparan jaringan lunak, fragmentasi tulang tibia-fibula kanan. Radiologi kruris AP/Lateral dextra menunjukkan multipel fraktur dengan fragmentasi tibia-fibula dextra. Penatalaksanaan berupa resusitasi awal dengan cairan kristaloid, koloid dan transfusi darah, stabilisasi, pemberian antibiotik, antinyeri, antitetanus, irigasi serta balut luka dan imobilisasi. Metode: Penyusunan laporan kasus disertai penelusuran literatur melalui search engine Google Scholar, PUBMED, dan NCBI. Kesimpulan: Fraktur terbuka dapat menyebabkan syok hemoragik yang merupakan kegawatdaruratan sehingga dibutuhkan penatalaksanaan yang cepat dan tepat.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2023-06-26