Peritonitis ET Causa Apendisitis Perforasi pada Anak Laki-Laki Usia 5 Tahun: Laporan Kasus

Authors

  • Muhammad Amar Septian Husada Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • S Sriyanto RS Umum Pusat Surakarta
    Indonesia

Abstract

Peritonitis adalah peradangan pada peritoneum yang bisa disebabkan oleh bakteri atau reaksi kimiawi. Peritonitis bakteri spontan sering terjadi pada anak dan dewasa merupakan komplikasi sirosis, 70% terdiri dari anak-anak. Sekitar 60% obstruksi disebabkan oleh hiperplasia jaringan lymphoid sub mukosa, 35% karena stasis fekal, 4% karena benda asing dan sebab lainnya 1% diantaranya sumbatan oleh fekalit, parasit dan cacing. Keterlambatan penegakkan diagnosis berimplikasi pada tatalaksana yang tidak optimal dan dapat menimbulkan komplikasi berupa perforasi. Dalam kasus ini dilaporkan seorang anak laki-laki di poliklinik bedah Rumah Sakit umum pusat Surakarta, usia 5 tahun mengeluhkan nyeri perut 5 hari sebelum masuk rumah sakit. Nyeri dirasakan terus menerus, semakin lama semakin meningkat dan tidak dapat ditunjuk, riwayat sebelumnya orangtua mengatakan nyeri dibagian kanan bawah. Pada pemeriksaan fisik anak tampak kesakitan, hasil auskultasi didapatkan bising usus yang menurun, palpasi teraba nyeri diseluruh regio abdoment dan pada perkusi didapatkan nyeri ketok di sebeluh regio abdoment. Pada pemeriksaan laboratorium pada kasus ini didapatkan nilai leukosit 18.900/uL peningkatan neutrofil 15.560.uL, dan juga dilakukan pemeriksaan ultrasonografi dengan kesan menunjukan adanya apendisitis. Didapatkan diagnosis peritonitis yang disebabkan oleh appendisitis perforasi, kemudian dilakukan rencana tindakan operatif dan farmakologi terapi antibiotik berupa injeksi intravena metronidazole 250mg/8jam dan injeksi cefriaxone 500mg/12j. Maka dari kasus klinis yang kami temukan, kami tertarik untuk membahas kasus ini beserta kriteria diagnosis dan tatalaksananya.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2023-06-26