Hygiene dan Education untuk Upaya Pencegahan Penyakit Demam Typoid pada Masyarakat Desa Sawahan Kabupaten Klaten

Authors

  • Mohammad Fahrur Rozi Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Mayang Widya Saputri Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Wardatun Febriyanti Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Tanuchia Hakiki Amarritzha Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Faninda Widyaningrum Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Rizkia Lisma Melinda Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Rizki Finisha Mulya Intani Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Alfira Ghiffaril Ramadhani Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Afifah Dyah Widya Hastuti Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Tyas Sekar Putri Adining Pembarep Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Yesi Windiyanti Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Sri Raharjo Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Nuti Hayuningsih Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Rezania Asyfiradayati Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Universitas Muhammadiyah Surakarta

Abstract

Demam Tifoid adalah Penyakit akut yang terjadi pada saluran pencernaan manusia (terutama usus halus) yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Bakteri Salmonela typhi dapat menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Desa Sawahan marupakan salah satu desa yang berada pada Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten, dengan Luas wilayah Desa Sawahan berkisaran 147.60 Ha, yang terdiri dari 13 RT dan 6 RW. Berdasarkan hasil dari studi yang telah dilakukan di di Desa Sawahan, kasus penyebab tingginya Demam Tifoid di desa Sawahan dikarenakan hygine sanitasi yang kurang baik dan pengetahuan yang kurang pada masyarakat, sehingga dilakukan penyuluhan kesehatan mengenai hygine dan pengetahuan demam Tifoid. Tujuan dari penyuluhan kesehatan adalah tercapainya perubahan perilaku individu, keluarga dan masyarakat dalam membina dan memelihara kesehatan, serta berperan aktif mewujudkan kesehatan yang optimal sesuai hidup sehat baik fisik, mental dan sosial. Hasil dari dilakukaknnya penyuluhan menunjukkan bahwa nilai mean skor pre test adalah 85,61 dan nilai post test sebesar 89,74. Karena scor rata-rata pre test < post test maka secara deskriptif ada perbedaan skor antara sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan Demam Typoid. Hasil uji Paired T-Test dengan nilai sig (2-tailed) adalah 0,007 atau < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan rata-rata antara pre test dan post test yang artinya ada pengaruh pemberian penyuluhan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan responden tentang demam typoid. Adapun saran untuk masyarakat Desa Sawahan adalah diharapkan dapat meningkatkan kepedulian terkait dengan pencegahan penyakit demam typoid salah satunya PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) agar kasus dapat menurun dan masyarakat diharapkan lebih antusias dalam mencari informasi terkait dengan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan yang lebih baik.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2022-06-04