Identifikasi Akulturasi Warisan Budaya Arsitektur Melayu sebagai Penanda Kawasan di Pulau Penyengat

Authors

  • Andini Ummi Nurfatihah
  • Fauzi Mizan Prabowo Aji

Abstract

Pulau Penyengat merupakan kawasan bersejarah yang memiliki cagar budaya berupa bangunan yang masih ada keberadaannya dengan ciri khas budaya melayu. Mulai dari bangunan masjid, Gedung Tengku Bilik, KomplekIstana kantor, benteng pertahanan, dan lain-lain. Pulau Penyengat memiliki ± 45 objek cagar budaya, diantaranya warisan dari masa kolonial Belandaserta peninggalan berupa makam para pejabat yang mana dahulumerupakan pusat pertahanan pemerintahan pada masa Kerajaan RiauLingga dan Riau-Johor. Akulturasi yang merupakan percampuran dan perpaduan budaya di Pulau Penyengat dapat berkaitan dengan wujud budaya yang monumental. Salah satu bentuknya terdapat pada bidang seni bangunan, seperti penampilan arsitektur bangunan-bangunan bersejarah di kawasan Pulau Penyengat yang memperlihatkan adanya wujud akulturasi arsitektur budaya lokal, Timur-Tengah, India, maupun Eropa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui studi literatur, observasi lapangan, identifikasi cagar budaya, dan wawancara dengan para narasumber di sekitar Pulau Penyengat, serta pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan bangunan. Dengan adanya penelitian ini diharapkan akan dapat memperlihatkan bahwa arsitektur yang ada di kawasan Pulau Penyengat merupakan akulturasi peninggalan warisan budaya yang sepenuhnya tidak hanya dipengaruhi oleh kebudayaan Melayu saja, tetapi juga dipengaruhi oleh kebudayaan luar yaitu India, Eropa, dan TimurTengah.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2022-08-24