Efektivitas Kombinasi Vegetasi Salvinia molesta Mitchell DAN Eichhornia crassipes (Mart.) Solms dalam Fitoremediasi Logam Berat PB Limbah Cair Kain Jumputan

Authors

  • Nur Suci Ramadhani Universitas Sriwijaya
  • J Juswardi Universitas Sriwijaya

Abstract

Kain jumputan merupakan salah satu kerajinan khas Palembang dibuat dengan cara kombinasi beberapa teknik membatik,pada proses pewarnaan kain sering menggunakan zat warna sintetik. Penggunaan pewarna berlebihan dapat memicu masalah karena menghasilkan limbah cair hasil industri yang langsung dibuang ke lingkungan tanpa diolah terlabih dulu dikarenakan belum dilengkapi dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Sehingga akan berpotensi menimbulkan limbah cair dengan kandungan logam berat seperti timbal (Pb) yang akan berbahaya bagi lingkungan, manusia dan biota perairan. Upaya mengolah limbah cair dengan menerapkan fitoremediasi menggunakan kiambang (Salvinia molesta Mitchell) dan eceng gondok(Eichhornia crassipes (Mart.) Solms). S. molesta dan E. crassipes diketahui masing-masing memiliki kemampuan mengakumulasi logam berat limbah cair. Sehingga kedua tumbuhan air tersebut dikombinasikan dengan tujuan memilikikeunggulan dalam fitoremediasi menurunkan kadar logam Pb dengan persentase yang lebih besar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 6 perlakuan, yaitu P0 : tanpa tumbuhan air (kontrol) ; P1 : S. molesta 100 g; P2 : S. molesta 75 g dan E. crassipes 25 g; P3 : S. molesta 50 g dan E. crassipes 50 g; P4 : S. molesta 25 g dan E. crassipes 75 g; P5 : E. crassipes 100 g. Analisis data efektivitas remediasi logam Pb, dan laju pertumbuhan relatif menggunakan analisisvarian, jika signifikan dilanjutkan uji Duncans taraf α 0,05. Hasil penelitian didapat bahwa kombinasi vegetasi S. molesta dan E. crassipes lebih efektif dalam remediasi logam Pb limbah cair kain jumputan yaitu 85,12-85,82% dibandingkan vegetasitunggal S. molesta atau E. crassipes yaitu 81,71-82,10%. Efektivitas fitoremediasi yang lebih baik pada vegetasi kombinasiS. molesta dan E. crassipes juga diikuti oleh LPR yang lebih baik yaitu 0,0142-0,0175 g/hari dibandingkan vegetasi tunggal yaitu 0,0084-0,0125 g/hari. Efektivitas fitoremediasi vegetasi campuran S. molesta dan E. crassipes berpotensi untuk dikembangkan sebagai pengolahan limbah cair kain jumputan.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2022-11-15