Isolasi DNA Kromosom Salmonellasp. dan Visualisasinya pada Elektroforesis Gel Agarosa

Authors

  • Dyah Ayu Widyastuti

Abstract

Isolasi DNA merupakan salah satu metode dasar dalam biologi molekuler yang dapat digunakan untuk deteksi
karakteristik organisme pada ranah molekuler. Setiap organisme memiliki urutan basa nukleotida pada DNA
dalam kromosom yang unik. Keunikan tersebut menjadikan DNA sebagai salah satu media untuk deteksi
molekuler tertentu. Salmonella sp. merupakan mikroorganisme yang memiliki struktur sel sederhana sehingga
materi genetiknya mudah diisolasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami teknik isolasi DNA pada
Salmonella sp. dan visualisasinya dalam elektroforesis gel agarosa. Metode dimulai dengan isolasi DNA,
amplifikasi DNA hasil isolasi dengan Polymerase Chain Reaction (PCR), dan visualisasi pita DNA dengan
elektroforesis gel agarosa. Hasil isolasi DNA menunjukkan isolat yang memiliki optical density (OD) cukup
baik berkisar di nilai 1,9 μg/ml. DNA hasil isolasi dari kromosom Salmonella sp. membutuhkan amplifikasi
dengan PCR sebelum divisualisasi dengan elektroforesis gel agarosa agar jumlah DNA dapat terdeteksi.
Optical density (OD) pada kisaran 1,9 μg/ml menunjukkan DNA hasil isolasi yang belum cukup murni dan
dimungkinkan masih adanya kontaminasi RNA akibat tidak dilakukan purifikasi.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2017-05-20