Produksi Tunas Juvenil Jati (Tectona grandis L.f) Pada Klon yang Berbeda Setelah Pangkas Pertama di Kebun Pangkas

Authors

  • Sugeng Pudjiono
  • Hamdan Adma Adinugraha

Abstract

Jati merupakan salah satu tanaman hutan penghasil kayu yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Produktivitas hutan rakyat jati masih rendah. Perbanyakan tanaman jati dapat dilakukan secara generatif dan vegetatif. Perbanyakan vegetatif merupakan salah satu cara untuk mendapatkan tanaman unggul yang sama dengan induknya atau clonning. Langkah-langkah pemilihan materi genetik unggul yang diperbanyak secara vegetative merupakan salah satu tahapan yang perlu diketahui untuk mendapatkan bibit yang mempunyai produktivitas tinggi. Materi genetik unggul diperoleh melalui uji klon yang kemudian klon terpilih diperbanyak. Untuk memperbanyak klon unggul diperlukan informasi produksi tunas yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui produksi tunas juvenil yang dihasilkan dari klon jati yang berbeda yang terdapat di kebun pangkas jati. Metode penelitian yaitu Kebun Pangkas umur 4 bulan dipangkas setinggi 50 cm diatas permukaan tanah. Empat minggu setelah pangkas tunas yang tumbuh diamati. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap berblok, 12 klon jati dengan 3 ulangan masing-masing ulangan 10 unit tanaman. Jarak tanam antar tanaman 1 m x 1 m. Pemangkasan dilakukan pada bulan April. Karakter yang diukur adalah tinggi tunas, diameter tunas dan jumlah tunas. Dianalisis varian jika terdapat beda nyata dilakukan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klon berpengaruh sangat nyata terhadap parameter yang diamati yaitu tinggi tunas, diameter tunas dan jumlah tunas. Tinggi tunas 12,6 cm-34,4 cm dengan rerata 24,7 cm. Diameter tunas antara 6,74 mm-8,95 mm dengan rerata 7,60 mm. Jumlah tunas antara 2,98 - 4,24 dengan rerata 3,57 tunas.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2019-05-18