Pria Usia 64 Tahun dengan Parese Sinistra N.VII Dan N.XII dengan Hemiparese Sinistra Et Causa Stroke
Abstract
Stroke merupakan gangguan fungsional otak mendadak penyebab mortalitas tinggi. Menurut Riset Kesehatan Dasar prevalensi stroke di Indonesia pada tahun 2018 sebesar 10,9% dan mengalami kenaikan sebanyak 3,9% dalam lima tahun terakhir. Stroke menurut World Health Organization adalah sindrom klinis yang berkembang cepat akibat gangguan otak fokal maupun global dengan gejala klinis yang berlangsung selama 24 jam atau lebih. Sebanyak 80% dari seluruh stroke merupakan stroke iskemik/ non hemoragik dan 20% stroke hemoragik. Stroke non hemoragik terjadi akibat penutupan aliran darah ke sebagian otak tertentu. Tujuan dari penulisan laporan adalah untuk mempelajari seputar kasus stroke non hemoragik. Metode yang dilakukan adalah melakukan anamnesis terhadap pasien lalu menggali lebih lanjut penyakit pasien dengan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pada kasus ini, seorang pria berumur 64 tahun dengan keluhan kelemahan anggota gerak kiri disertai Hipertensi tanpa penurunan kesadaran, nyeri kepala, dan mual muntah. Hasil pemeriksaan fisik Compos Mentis dengan GCS E4V5M6, tekanan darah 158/105 mmHg, parese N.VII dan N.XII sinistra tipe UMN. Pemeriksaan CT scan kepala tanpa kontras ditemukan gambaran infark di centrum semiovale dextra dan infark di corona radiata dextra. Untuk tatalaksana umum yang diberikan pada pasien ini seperti pemberian asupan cairan dan tatalaksana khusus dengan farmakologi seperti neuroprotektan dan antikoagulan.
