Seorang Perempuan Usia 73 Tahun dengan Penyakit Arteri Perifer Disertai Ulkus DM
Abstract
Peripheral Artery Disease (PAD) merupakan salah satu komplikasi Diabetes Melitus (DM). Perubahan pada dinding pembuluh darah menyebabkan penurunan aliran darah (perfusi) ke ekstremitas bawah. Faktor risiko PAD yang telah dikenal mencakup aterosklerosis akibat usia, merokok, dislipidemia, diabetes melitus (DM), dan hipertensi. Prevalensi PAD saat ini di dunia diperkirakan lebih dari 200 juta orang, dan 15% terjadi pada populasi di Australia sedangkan PAD dengan keluhan gejala klinis diperkirakan terjadi pada usia di atas 65 tahun. Sebagian besar kasus PAD bersifat asimtomatik. Pada kasus simtomatik, dapat terjadi klaudikasio, critical limb ischemia, atau acute limb ischemia. Beberapa temuan pemeriksaan fisik pada PAD yaitu menghilangnya pulsasi ekstremitas bawah, dapat ditemukan hilangnya rambut, kulit yang mengkilap, dan atrofi otot. Pada beberapa kasus juga ditemukan luka yang sulit membaik atau gangren seperti pada pasien ini. Pemeriksaan penunjang sederhana yang yang dapat dilakukan yaitu ankle-brachial index (ABI), kemudian didukung dengan pemeriksaan magnetic resonance angiography (MRA), digital subtraction angiography (DSA), dan computed tomography angiography (CTA). Telah dilaporkan sebuah kasus peripheral arteri disease disertai ulkus dm pada seorang wanita berusia 73 tahun, yang pada akhirnya dirujuk. Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.
