Peritonitis Et Causa Perforasi Gaster: Laporan Kasus
Abstract
Akut abdomen adalah suatu kondisi yang membutuhkan perhatian dan perawatan segera. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi, inflamasi, oklusi vaskular, maupun obstruksi. Kondisi ini dapat memicu terjadinya peritonitis, yakni inflamasi pada rongga peritoneum. Data CDC dari National Hospital Ambulatory Medical Care Survey tahun 1999 hingga 2008, melaporkan bahwa 11% kunjungan departemen ruang gawat darurat pada tahun 2008 akibat nyeri perut dan keluhan ini menyumbang 12,5% dari kejadian darurat. Angka kematian mencapai 30% dan angka kesatikan sampaii 50%. Kami melaporkan kasus peritonitis et causa perforasi gaster pada seorang laki-laki 68 tahun di RSUD Karanganyar dengan keluhan nyeri perut disertai kram, mual muntah, sulit BAB selama 3 hari, dan tidak bisa kentut. Pemeriksaan fisik abdomen ditemukan defans muskular, tidak ditemukan bunyi peristaltik, dan nyeri tekan di seluruh lapang perut. Hasil pemeriksaan foto polos abdomen 3 posisi menyimpulkan adanya gambaran subileus disertai tanda-tanda peritonitis. Pasien kemudian mendapatkan penanganan untuk dipuasakan, pemasangan NGT, DC, infus ringer laktat, O2 nasal canul 4 lpm, infus ringer laktat 20 tpm, injeksi metamizole 1 gram/8 jam, injeksi omeprazole 1 ampul/12 jam, injeksi ondancetron 1 ampul/12 jam, dan injeksi ceftriaxone 1 gram/24 jam. Tindakan operatif dilakukan dengan laparotomi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang perjalanan penyakit, tatalaksana operatif dan hasil akhir.
