Perbandingan Efektivitas Penerapan Splenorrhaphy dan Splenektomi pada Trauma Limpa Derajat Ringan hingga Berat

Authors

  • Billy Daniel Messakh Universitas Ciputra
    Indonesia
  • Casey Clarissa Gondo Universitas Ciputra
    Indonesia

Abstract

Pendahuluan: Trauma limpa sering terjadi akibat trauma tumpul atau penetratif pada abdomen dan berisiko tinggi menyebabkan perdarahan internal yang signifikan. Splenorrhaphy dan splenektomi menjadi pilihan dalam memeperbaiki kondisi ini. Tinjauan ini mengeksplorasi perbandingan dari indikasi dan dampak yang diberikan baik dari tindakan splenektomi dan splenorrhaphy.

Metode: Literatur ini membahas perbedaan, indikasi tindakan, efek, dan efisiensi biaya dari splenektomi dan splenorrhaphy. Data untuk literatur ini diperoleh dari sumber seperti PubMed Central dan Google Scholar dengan kata kunci splenektomi, splenorrhaphy dan trauma limpa.

Hasil dan Diskusi: Splenorrhaphy dan splenektomi dapat digunakan untuk trauma ringan hingga berat dengan perdarahan masif atau kerusakan limpa yang tidak dapat diperbaiki. Splenorrhaphy memiliki risiko perdarahan ulang, sedangkan splenektomi meningkatkan risiko infeksi serius (Overwhelming Post-Splenectomy Infection/OPSI) karena hilangnya fungsi imun limpa. Kombinasi kedua tindakan ini dapat dilakukan untuk mempertahankan fungsi imun parsial sambil mengatasi cedera yang berat.

Kesimpulan: Pendekatan manajemen cedera limpa memerlukan evaluasi berdasarkan kondisi pasien dan tingkat keparahan cedera. Splenorrhaphy dapat mengurangi mortalitas dibandingkan splenektomi total, tetapi jika gagal, tindakan dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas. Oleh karena itu, penulis lebih mengutamakan splenektomi dilanjutkan dengan autotransplantasi untuk cedera limpa derajat sedang hingga berat.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-06-04